Suamiku Gay

Suamiku Gay
Surat cerai


__ADS_3

Usai membersih kan diri,Jhon duduk bersantai sambil menikmati puding buatan radha yang sore tadi membuat nya.


''Enak.?''Tanya radha


''Lebih enak buatan gefari.''Jawab jhon


''Cih kau itu,Kalau didepan nya selalu bertengkar tapi jika dibelakang memuji terus.''Rutuk radha


Jhon hanya tersenyum melihat wajah kesal radha,Selang lima belas menit,Jhon mulai merasakan hawa panas.


''Cuaca nya panas sekali.''Keluh jhon


''Hmm ya sedikit panas.''Gugup radha


Wajah jhon mulai memerah,Bahkan saat melihat belahan baju dibagian depan radha,Phiton nya langsung tegak menantang.


''Sial kenapa malah ingin dengan dia.!''Batin jhon


Tak ingin semakin terpancing,Jhon berlari kekamar mandi untuk bermain solo agar sang phiton mau tidur lagi.


''Duuh dia malah kekamar mandi.''Panik radha


Radha tau jika jhon kekamar mandi untuk bermain solo,Ia takut jika efek obat nya malah hilang saat jhon sudah mengeluar kan bisa.


Dibuka nya lemari dan mengambil koleksi lingeria pemberian rara,Segera jaring laba laba berwarna merah itu melekat sempurna ditubuh radha.


Ceklek.


Jhon mematung saat melihat pemandangan didepan mata nya,Tampak radha berdiri dengan salah tingkah.


''Kemari.''Ajak radha


Bagaikan kerbau dicucuk hidung nya,Jhon menyambut uluran tangan radha dan langsung pasrah saat leher nya diserang dengan kiss mark.


''Ahh aakkhh terus sayang.''Pinta jhon


Tentu saja itu membuat radha semakin semangat,Mereka bergulung diatas ranjang dengan posisi radha yang diatas.


Cup.


Bibir mereka bertemu dan lidah pun saling membelit,Tangan jhon merem*s semangka milik radha yang berukuran lumayan.


"Sshhh aakkhh."


Erangan radha membuat jhon semakin gelap mata dan ditambah pengaruh obat,Jhon langsung membalik tubuh istrinya.


Sreekk,Jaring robek hanya dengan satu kali sentakan saja.


Malu,Radha merasa malu dengan dirinya saat ini,Hanya karena ingin hamil hasil dari pernikahan nya,Ia harus memberi obat dan dis3tubuhi suami dalam keadaan tidak sadar.


Jhon membuka pakaian nya sendiri dan langsung menarik segi tiga setan nya radha,Apem embem pun terlihat dimata nya.


"Iissh tidak pernah melihat sarang ya begitu.!"Rutuk radha saat jhon menatap apem nya


Tidak ingin membuat waktu lagi dan jhon yang tidak sepenuh nya sadar,Ia membuka kedua paha radha sedikit kasar sambil mengarah kan phiton nya.

__ADS_1


"Aarrrkhh sakit.!!"Jerit radha


Bagaimana mungkin tidak sakit,Phiton jhon yang jumbo tanpa aba aba langsung menerobos kedalam apem yang masih virgin.


"Sakit jhon tolong berhenti sebentar."Pinta radha


Aneh nya meski pun jhon tidak sadar,Tapi ia menuruti kemauan istrinya dan berhenti mengambil jeda.


"Aahh uhh nikmat sekali.!"Ucap jhon yang mulai memompa


"Maka nya jangan lobang ta* saja yang kau masuki.!"Ketus radha


"Aarrkkhh.!"


Radha menjerit sakit ketika selesai berucap jhon langsung menekan phiton nya dalam,Dada yang membusung pun langsung dilahap oleh jhon.


"Sshhh akkhh.!"


Suara radha terdengar syahdu ketika jhon melahap samangka,Tak sampai satu jam jhon sudah ambruk saat mereka sama sama mengeluarkan bisa takedung.


"Hah dia langsung tidur."Kaget radha


Tanpa basa basi,Jhon terkapar sambil mengeluar kan dengkuran halus.


Melihat suaminya yang sudah tidur,Radha bergegas turun meski harus menahan sakit dipangkal pahanya.


"Gila,Ini ular kok besar banget."Ucap radha sambil menoel phiton


Segi tiga dan disusul dengan bokser kini susah melekat ditubuh bagian bawah jhon,Radha melakukan ini atas perintah rara karena jika nanti jhon sadar maka dia tidak akan menyangka jika sudah mengambil jatah dari radha.


*Group lima sekawan.


Rara ''Gimana udah selesai belum tusuk tusukan nya.?''


Viona ''Belum lah masa cepet banget.''


Radha ''Udah.''


Rara ''Gimana,Gimana rasa nya habis malper.?''


Gege ''Dasar ratu kepo.!''


Joana ''Berapa ronde kakak ipar.?''


Viona ''Dih sidokter cabul kepo juga.''


Radha ''Rasanya sakit banget.''


Gege ''Pingsan nggak.?''


Radha ''Enggak,Cuma mau mati aja tapi gak bisa mati.''


Rara ''Mana ada orang ahik ahik sampai mau mati.!''


Joana ''Adalah kalau mau kroyokan buaya nya.''

__ADS_1


Viona ''Emang radha pak cepak jeder sama buaya.?''


Radha ''Iya,Buaya gay.''


Gege ''Kakak ku kau bilang buaya.''


Rara ''Hahaha ada yang tidak terima.''


Radha ''Udah ya,Aku mau tidur bye*.''


Radha mematikan ponsel nya dan berhati hati saat akan turun dari ranjang,Jika tidak ingin buang air seni maka ia tidak akan turun.


''Sshh perih aduh perih.''Jerit radha tertahan


Sedikit diapit,Radha berhasil naik ranjang dan merebah kan diri sambil terbayang permaianan panas mereka dan hanya bisa satu kali ia nikmati.


''Semoga kau jadi ya cebong.''Ucap radha mengusap perut nya


****


Pagi hari jhon terbangun dengan tubuh sangat letih,Ia menoleh dan langsung disuguh kan dengan wajah bantal radha.


''Kau sangat bekerja keras.''Ujar jhon


Sebuah senyum terlihat dibibir nya namun entah apa arti senyum nya jhon saat ini,Dia bergegas turun sambil bersiul siul.


Radha pun ikut terbangun sambil menggeliat,Pintu kamar nya diketuk oleh seseorang dari luar.


''Ada apa.?''Tanya radha sambil menguap


''Ini ada surat dari pengacara tuan jhon nyonya.''Jawab maid


Amplop berwarna coklat itu diterima oleh radha,Dia pun menaruh nya diatas meja sofa karena itu milik jhon.


''Jhoon.''


Radha berteriak dari luar kamar mandi,Jhon yang memang hanya mencuci muka pun langsung keluar.


''Ada apa.?''Tanya jhon


''Itu ada surat dari pengacara mu.''Beritahu radha


Jhon mengambil surat itu dan membuka nya,Seuntai senyum keluar dari bibir jhon hingga membuat radha penasaran.


''Sini.''Ajak jhon


Mereka duduk berdampingan disofa,Dan jhon menyerah kan kertas itu agar radha membaca lalu tanda tangan.


''Surat cerai.?''Beo radha tidak percaya


''Ya,Kita akan berpisah tiga hari lagi.''Jawab jhon enteng


Seolah ada yang hilang dalam diri radha ketika jhon berkata demikian,Namun sekuat hati ditahan nya air mata yang mulai ingin jatuh.


''Hhmmm yah.''Angguk radha akhir nya

__ADS_1


''Sebaik nya kau tanda tangan sekarang,Biar cepat diproses.''Saran jhon


Tangan radha bergetar saat menerima pulpen dari jhon,Tapi hati radha berkata bahwa ia masih punya harapan pada cebong yang baru tadi malam ditanam.


__ADS_2