Suamiku Gay

Suamiku Gay
pergi


__ADS_3

Bodica memandang scot yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan perasaan bersalah, Hati ica teramat sakit melihat scot seperti ini.


''Maaf kan aku paman.'' Lirih ica menggenggam tangan scot.


Air mata ica meluruh tanpa terasa, Scot yang sebenar nya sudah sadar hanya diam tanpa membuka mata.


''Mama tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran mu bodica.'' Sebuah suara mengalih kan pandangan ica.


''Mama ?''


Saradha masuk dengan wajah yang tidak bersahabat,Jhon juga ikut masuk bersama istri nya.


''Ica tidak sengaja melakukan nya ma.'' Ucap ica.


''Sengaja atau tidak, Namun yang pasti sekarang scot sudah terluka.'' Geram radha pada anak nya.


''Ica tidak mau dia juga terluka ma.'' Teriak bodica.


''Aku tidak tau lagi harus bagai mana menghadapi mu ca.'' Kesal radha memilih duduk di sofa.


Ica terpojok sekarang, Namun sesungguh nya ica juga tidak sengaja melakukan ini. Tapi sekarang tidak ada yang percaya pada nya, Entah apa yang harus ica lakukan.


''Meski pun ica membenci dan merasa jijik pada nya, Tapi ica tidak mungkin tega untuk membunuh paman scot.'' Ujar ica pelan.


Tidak ada yang tau, Scot yang sudah bangun langsung merasa hancur mendengar pengakuan ica yang jijik pada nya.


''Atas dasar pada kau jijik pada nya ?!'' Sentak jhon.


''Karena dia adalah mantan pasangan gay mu.'' Teriak ica lantang.


''Jaga bicara mu bodica!'' Bentak radha yang merasa ica sangat keterlaluan.


Merah padam wajah jhon mendengar ucapan putri nya, Bayangan kisah cinta nya dengan scot mulai menghantui pikiran jhon.


''Gay itu hanya masa lalu, Lebih baik sekarang kau pilih. Kau lebih memilih kekasih rendahan mu itu atau hidup bersama scot.'' Ucap radha.


Lama bodica terdiam karena pilihan yang di ucap kan radha, Meski sekarang ica membenci kevin. Tapi untuk terus bersama scot, Ia masih ragu.

__ADS_1


''Aku memilih bersama paman scot.'' Jawab ica membuat orang tua nya kaget dan juga senang.


''Terima kasih atas pilihan mu, Tapi aku tidak butuh itu!'' Ketus suara scot.


Ketiga orang itu langsung menoleh keatas ranjang, Tampak scot sudah membuka mata nya.


''Paman sudah sadar ?'' Tanya ica meraih tangan scot.


Tapi scot segera menarik kembali tangan nya, Scot kecewa dengan ucapan ica tadi. Kini hati scot seolah mati rasa karena tertutup oleh rasa sakit.


''Maaf kan aku jhon, Tapi aku tidak ingin melanjut kan lagi pernikahan dengan putri mu.'' Ucap scot.


''Kalian tidak bisa bercerai, Bodica sedang hamil.'' Jawab jhon memandang putri nya.


''Karena aku dan dia belum bisa berpisah, Aku akan pulang kespanyol dan setelah anak ku lahir maka aku akan kembali kesini untuk mengurus perceraian kami.'' Putus scot.


''Aku tidak mau!'' Teriak ica.


Namun tidak ada yang menggubris ucapan ica, Bahkan kedua orang tua nya juga nampak setuju dengan ucapan scot yang akan pulang kenegeri nya.


''Bisa kita berangkat ?''


''Aunty tolong jangan bawa suami ku.'' Pinta ica menarik tangan gefari.


''Suami mu sendiri yang mau pulang, Lagi pula kan kau juga jijik pada kedua pria gay ini kan.'' Sengit gefari menunjuk kakak nya dan juga scot.


''Aku sedang hamil anak dia aunty, Bagai mana jika dia jauh.'' Rengek ica yang menangis.


''Dulu aunty juga hamil tanpa suami, Tapi aunty baik baik saja.'' Jawab gefari.


Bodica bagai kan meminta hujan di musim kemarau, Tidak ada yang peduli pada nya saat ini.


Bruukk.


Gadis muda ini jatuh pingsan karena terlalu menahan kesedihan nya, Jhon segera memanggil dokter untuk menangani bodica.


''Antar kan aku untuk melihat dia.'' Pinta scot pada gefari.

__ADS_1


''Ck menyusah kan saja.'' Rutuk gefari mengambil kursi roda.


Dengan di dorong oleh gefari, Scot bisa melihat keadaan ica yang sedang di beri vitamin lewat suntikan oleh dokter.


''Apa bayi nya baik baik saja ?'' Tanya scot pada dokter.


''Bayi nya sehat tuan, Tapi tolong jangan membuat ibu nya tertekan. Karena itu bisa mengakibat kan keguguran.'' Ucap dokter.


''Baik lah.'' Angguk scot.


Dokter yang sudah selesai memeriksa ica pun langsung keluar, Gefari mendorong lebih dekat scot kearah ica yang terbaring.


''Bukan kah lebih baik jika anak ini tidak ada.'' Ucap scot tanpa dosa.


''Bicara mu di jaga, Mau ku robek mulut mu!'' Ancam gefari.


''Tapi karena anak ini, Aku jadi mengungkung kebebasan gadis remaja ge.'' Ucap scot gelisah.


''Semua sudah terjadi, Anak dalam kandungan nya itu tidak bersalah.'' Sahut jhon pula.


''Anak mu menderita karena aku jhon.'' Ujar scot menunduk.


''Nasi sudah jadi bubur, Semua sudah terlanjur. Pilih aku atau dia, Yang pergi dari hidup mu.'' Senandung lagu dangdut keluar dari mulut sagara yang baru datang.


''Astaga ge, Kenapa kau mengundang biduan dangdut kemari.'' Ucap radha memandang adik ipar nya.


Gara hanya nyengir mendengar ucapan kakak ipar nya, Meski pun usia mereka sudah hanpir lima puluh tahun. Tapi sikap konyol nya gara masih saja melekat.


''Aku pamit.'' Ujar scot mendorong sendiri kursi roda nya.


''Tidak bisakah paman tinggal bersama ku ?'' Pinta ica tiba tiba.


''Jangan memaksa kan diri mu ca, Jaga diri baik baik ya.'' Ujar scot mengusap kepala ica.


''Jika paman tetap pulang kespanyol, Maka anak ini akan ku gugur kan.'' Teriak ica yang melihat scot memilih pergi.


Scot yang sudah hampir sampai di depan pintu langsung berbalik, Mata nya menatap ica yang duduk di ranjang.

__ADS_1


''Lakukan saja semau mu, Aku juga tidak bisa memaksa seseorang untuk mengandung benih ku.'' Jawab scot langsung membuka pintu.


Bahkan scot tidak lagi menggunkan kursi roda nya, Walau pun pandangan nya buram dan kepala nya terasa sakit. Tapi scot tetap berjalan di lorong rumah sakit, Hati nya telah mantap untuk meninggal kan indonesia.


__ADS_2