
Keringat mengucur dari pelipis saradha yang tengah kesakitan,Sedang kan jhon yang memeluk istrinya pun tak kalah panik nya saat ini.
Sejak tadi sore radha merasakan mules diperut nya,Karena HPL nya masih seminggu lagi,Radha menolak saat jhon akan membawa nya kerumah sakit.
Namun saat pukul sudah menunjukan jam dua belas malam,Radha tidak kuasa lagi menahan sakit pada perut nya.
''Cepat lah bodoh.!''Maki jhon pada bambang yang sedang memgemudi
''I iya tuan.''Gugup bambang
Radha masih tenang karena kontraksi nya menghilang,Tapi lima menit kemudian rasa itu kembali datang.
''Ssshh perut ku sakit.''Rintih radha mengusap perut nya
''Tenang sayang,Sini aku elus elus.''
Sigap jhon menggosok perut istrinya,Tulang punggung radha seakan mau patah karena dorongan dari dalam.
''Sakit sekali jhon.''Keluh radha
''Iya sayang,Tahan ya.''Jhon berusaha menenang kan istrinya
Setelah hampir satu jam,Kini mereka sampai dihalaman rumah sakit,Jhon langsung menggendong istrinya masuk kedalam rumah sakit.
Perawat yang melihat segera mendorong berangkar untuk menolong,Meski tidak tega tapi jhon meletak kan radha diatas brangkar.
''Cepat cari dokter kandungan yang terbaik.!"Perintah jhon
Bambang bergegas mencari dokter yang terbaik,Sedang kan jhon ikut mendorong istrinya menuju ruang persalinan.
__ADS_1
Namun sungguh sial sekali,Roda brangkar malah macet dan tidak bisa bergerak lagi,Tentu saja itu memicu kemarahan jhon.
"Apa kalian tidak bisa memilih yang lebih bagus hah.?!"Sentak jhon
"Maaf kan kami tuan,Tapi kami akan menggendong nyonya saja."Jawab perawat pria itu
"Apa kau pikir aku tidak kuat menggendong istriku.!"Sinis jhon yang tidak rela jika radha disentuh orang
"Jhon sudah lah,Jangan emosi terus."Radha memegang tangan suaminya
Satu kali gerakan saja tubuh radha sudah dalam gendongan jhon,Ia pun langsung menuju ruang persalinan.
Para suster segera menyiap kan alat untuk menangani radha,Dan radha disuruh membuka segi tiga nya untuk dicek sudah pembukaan berapa.
"Tolong buka celana nya nyonya."Pinta suster
"Baik sus."Angguk radha
"Saya akan memeriksa jalan lahir nya tuan."Jawab suster sambil tersenyum
"Kan bisa kau periksa dari pinggir."Ucap jhon tanpa dosa
Plaak.
Radha menampar lengan jhon karena kesal,Jika saja bukan dirumah sakit pasti sudah dihajar suaminya ini.
"Baru pembukaan tiga nyonya,Anda bisa berjongkok atau berjalan jalan agar pembukaan nya cepat bertambah."Ujar suster tersebut
"Baik sus."Angguk radha lagi meski pun kaget karena ia masih lama menanggung rasa sakit ini
__ADS_1
"Memang nya pembukaan sampai berapa.?"Tanya jhon masih dengan gaya tengil
"Sepuluh tuan."
"Apa kau gila,Istriku masih harus menunggu tujuh lagi.?"Teriak jhon kaget
Suster hanya tersenyum dan kembali menyiap kan alat untuk lahiran radha,Sedang kan radha mulai merintih lagi karena kontraksi.
"Aaakkh sakit sekali."Rintih radha
"Sabar sayang ya."
Melihat istrinya yang kesakitan air mata jhon menetes tanpa terasa,Ia sungguh tidak tega melihat radha yang terus menerus merintih,Jika saja bisa,Jhon rela menahan sakit menggantikan radha.
"Mau minum dulu.?"Tawar jhon
"Aku ingin jus alpukat jhon."Pinta radha
"Tapi jika aku pergi kau dengan siapa.?"Jhon bingung karena harus meninggal kan istrinya
"Ada suster."Tunjuk radha
Walau pun berat tapi jhon akhir nya keluar dari ruang pesalinan,Dan ternyata para adik nya sudah menunggu diluar.
"Bagaimana kondisi radha.?"Tanya gefari
"Baru bukaan tiga."Ucap jhon pelan
Meski pun gefari juga baru melahirkan beberapa bulan yang lalu,Namun ia masih ingin melihat radha juga.
__ADS_1
"Kasiha radha ge.!"Isak jhon dalam pelukan adik nya
Mark dan gara serta jakson tidak kaget karena mereka pun sudah punya pengalaman saat istri mereka lahiran,Bagi pria yang punya hati,Istri melahirkan akan terasa sangat menderita.