
Seorang pria berjalan dengan cepat sambil bersiul gembira, Rasa rindu bersarang di hati nya karena sudah lima hari tidak bertemu istri.
Sebenar nya satu minggu scot pergi kekota jambi, Tapi karena pekerjaan nya lebih cepat selesai. Maka scot bisa pulang lebih awal, Dia sengaja tidak memberi tahu ica, Karena scot ingin memberi kejutan.
''Kok sepi.'' Batin scot saat memasuki apartement.
Di tuju nya kamar, Namun kamar mereka juga tidak ada yang menghuni. Ada rasa cemas bergelayut di hati scot, Segera ia menelepon ica.
''Aahh aku kenyang sekali.''
Sebuah suara tidak asing terdengar di telinga scot, Dua wanita masuk sambil tertawa cekikikan.
''Dari mana kalian ?'' Tanya scot menatap baju yang di pakai ica.
''Ini istri mu mau makan nasi kuning, Jadi aku membawa nya kepengkolan.'' Jawab sarah apa ada nya.
''Pengkolan yang ramai dengan laki laki itu ?''Tanya scot memastikan.
''Cuma di sana yang ada nasi kuning scot.'' Jawab sarah.
''Kau pergi ketempat yang banyak pria dengan baju seperti ini ca ?!'' Tunjuk scot kepada istri nya.
Ica hanya menggunakan crop top dan di padu dengan rok mini, Mata pria mana yang tidak melotot melihat perut dan paha mulus ica.
''Aku pamit dulu.'' Teriak sarah sambil berlari karena ia merasa ada perang besar.
Tinggal lah ica yang celingak celinguk karena takut melihat kemarahan scot, Di tambah ica juga bingung karena scot pulang tiba tiba.
''Paman sudah pulang ?'' Tanya ica mendekati scot.
''Belum, Ini setan nya.'' Ketus scot menenggak air putih dengan kasar.
Langsung saja ica menubruk tubuh kekar suami nya, Rasa hangat menjalar di hati scot. Amarah yang semula membara, Kini padam bagai kan di siram hujan.
''Lain kali jangan pakai baju seperti ini.'' Pinta scot balik memeluk ica.
''Bukan kah aku sexy ?'' Tanya ica menggoda scot.
''Jadi kau senang berpakaian sexy di depan pria lain ?!'' Sinis scot.
''Bukan begitu, Tadi kan buru buru jadi tidak sempat ganti.'' Ujar ica mencari alasan.
__ADS_1
''Ya sudah, Lain kali jangan begitu.'' Ucap scot menarik istri nya masuk kamar.
Ica mengambil baju ganti untuk scot, Karena suami nya ingin langsung pergi kedokter untuk melihat calon baby mereka.
''Pakai baju santai saja ya.'' Ujar ica kepada scot yang baru keluar kamar mandi.
Anggukan kepala scot membuat ica senang, Ia sendiri pun langsung mencari dres untuk di kenakan.
''Jangan pakai dres ca, Nanti kalau mau di USG kan di angkat keatas.'' Ujar scot.
''Jadi apa dong ?'' Kesal ica.
''Pakai kemeja atau hodie kan bisa sayang.'' Jawab scot lembut.
''Kalau pakai hodie tuh aku kelihatan bocil banget paman!'' Seru ica.
''Ya kan memang kamu masih kecil.'' Jawab scot.
''Ya malu lah, Masa masih kecil udah hamil.'' Rutuk ica.
''Orang nya saja yang kecil, Apem nya saja besar.'' Goda scot.
Akhir nya perdebatan baju usai sudah, Kini mereka sedang menunggu antrian karena ica ingin merasakan seperti ibua yang lain nya, Scot sudah menawar kan untuk langsung menemui dokter dion, Namun ica langsung menolak.
''Masih lama lagi.'' Ujar scot karena nomer sembilan antrian mereka.
''Sabar dong paman.'' Ucap ica mengelus lengan scot.
Mata ica berkeliling menatap ibu ibu yang perut nya sudah membuncit, Ia tersenyum melihat suami mereka sangat perhatian.
''Bodica ?''
Sebuah suara familiar menyapa ica, Saat menoleh ica terkejut karena yang menyapa nya bianca vander veken anak nya gara.
''Kak bi.''
''Sedang apa kau di sini ?'' Tanya bianca heran.
''Akk aku..
Ica bingung untuk menjawab pertanyaan bianca, Karena pernikahan mereka belum banyak yang tau.
__ADS_1
''Untuk periksa kandungan nona bianca.'' Jawab scot lugas.
''Paman scot yang mengantar ica ?'' Tanya bianca lagi.
''Yah karena dia suamiku.'' Jawab ica akhir nya.
''Apa!!''
Bianca langsung memekik heran dengan ucapan ica, Sedang kan ica dan scot malah saling tatap dan tersenyum manis.
''Kenapa kalian suka sekali dengan pria tua ? Jesslyn dengan paman niko dan kau sekarang malah dengan paman scot.'' Ucap bianca.
''Kau pun dapat pria tua juga kak.'' Sela ica.
''Eehh iya juga ya.'' Cengir bianca.
''Paman jasson itu sudah tua, Sadar diri dong julaeha.'' Rutuk bodica.
Bianca tertawa mendengar ucapan ica, Karena sudah tiba giliran nya. Ica dan scot berpamitan untuk masuk kedalam.
''Selamat siang nona ica.'' Sapa dokter dion.
''Siang.'' Balas ica tersenyum sedang scot hanya diam saja.
''Silah kan berbaring, Saya akan memeriksa anda.'' Suruh dokter dion.
Ica naik keranjang dengan di bantu scot yang selalu siaga, Suster segera mengangkat baju ica keatas hingga perut mulus nya terpampang nyata.
Dokter dion mengusap kan gel di perut ica, Alat nya pun mulai menelusuri perut ica yang mulai membuncit.
''Itu bayi nya tuan.'' Tunjuk dokter dion di layar monitor.
''Masih kecil ya ?'' Tanya scot menatap penuh haru.
''Iya tuan, Karena usia nya baru akan menginjak empat bulan.'' Sahut dokter dion.
''Apa jenis kelamin nya dok ?'' Sambar ica.
''Belum bisa terdeteksi nona, Nanti jika sudah lima bulan keatas baru lah bisa kita lihat.'' Jelas dokter dengan sabar.
Usai melakukan USG, Kini ica dan scot sudah berjalan pulang dan tak lupa juga mereka sudah menebus vitamin di apotik.
__ADS_1