
Bagai kan di kejar valentino rossi, Scot mengemudi dengan ugal ugalan. Rasa cemas menghantui pikiran nya setelah mendapat telepon dari sarah, Scot tidak ingin jika istri kecil nya sampai terluka.
''Tenang lah ca.''
Teriakan sarah terdengar dari luar, Scot segera menendang pintu hingga terbuka lebar. Tampak ica sedang mengamuk hingga membuat sarah kewalahan, Sofa pun sudah tidak berbentuk karena di robek dengan pisau.
''Hentikan bodica!'' Sentak scot.
''Tutup mulut mu.''Balas ica.
Scot merangsak maju karena takut jika sampai bodica terluka, Sudah banyak beling berserakan di lantai. Di tambah pisau pemotong daging masih di genggam ica.
''Berikan pisau nya padaku.'' Pinta scot.
''Tidak mau, Aku mau mati saja.'' Teriak ica.
''Jangan gila kau bodica, Umur mu masih muda dan kau baru sekali merasa kan ahik ahik.'' Ucap sarah.
''Apa yang kau bicarakan sarah.'' Sentak scot membuat sarah meringis.
''Untuk apa aku hidup hah? Kau tidak mau padaku, Mama dan papa juga tidak mau punya anak seperti ku.'' Isak ica.
''Itu karena ulah mu sendiri, Seharus nya kau menyesali dan meminta maaf bukan nya malah bertindak gila.'' Kecam scot.
''Aku ingin meminta maaf pada mu paman, Aku berusaha memperbaiki hubungan kita tapi kau malah mengatai ku pel4cur.'' Teriak ica melempar vas bunga kelantai.
__ADS_1
Scot mengusap wajah nya kasar, Ia sedikit menyesal karena sudah kebablasan mengatai istri nya tadi pagi.
''Aku mau mati saja.'' Teriak ica kalap.
Melihat ica yang tidak main main, Scot segera berlari untuk melindungi perut nya ica sendiri. Akibat nya leher belakang scot tertusuk pisau tersebut.
''Aarrkhh.''
''Scoot.''
Jeritan sarah membuat ica termagu, Ia masih tidak menyangka jika scot yang malah celaka. Scot pun tumbang kelantai karena pisau itu menancap tembus kedepan, Suara orokan di tenggorokan scot membuat ica histeris.
''Paman maaf kan aku, Bangun lah paman.'' Teriak ica panik.
''Scot bertahan lah.'' Ujar sarah segera menelepon anak buah scot.
''Ini salah ku ya tuhan.'' Isak ica sambil menyalah kan diri sendiri.
''Ini pelajaran untuk mu agar tidak bertindak gegabah.'' Ujar sarah yang ikut duduk menunggu di depan ruang operasi.
Bodica masih saja menangis karena ketakutan, Untung sarah yang baik hati selalu menghibur nya.
''Di mana scot ?'' Tanya jhon yang baru datang.
''Ada di dalam tuan.'' Jawab sarah menunduk hormat.
__ADS_1
Plaak.
Di luar dugaan, Jhon menampar putri nya dengan keras sehingga membuat ica jatuh terduduk. Pipi ica langsung membiru dan sudut bibir nya terkoyak.
''Demi kekasih mu kau ingin membunuh suami mu sendiri.'' Tuduh jhon menunjuk ica yang menangis ketakutan.
''Tidak pa.'' Sangkal ica pelan.
''Tidak apa tidak ? Kenapa kau berhati iblis bodica!'' Bentak jhon.
''Ini bukan sepenuh nya salah ica tuan, Dia tidak sengaja.'' Sarah membela ica.
''Diam! Kau tidak usah membela dia.'' Sentak jhon membuat sarah langsung melipat bibir nya.
Saat jhon akan membuka mulut nya lagi, Dokter keluar dari dalam ruang operasi. Dan scot sudah di dorong untuk keluar dari ruangan, Ica segera berdiri menyambut suami nya.
''Apa suami ku baik baik saja dokter ?'' Tanya ica cepat.
''Anda istri tuan scot ?'' Tanya dokter sedikit kaget.
''Hmm iya dok.'' Jawab ica gugup karena keceplosan mengakui scot sebagai suami nya.
''Tuan scot sudah melewati masa kritis nya dan operasi nya berjalan lancar, Kita hanya tinggal menunggu dia sadar.'' Jawab dokter.
''Syukur lah tuhan.'' Batin ica lega.
__ADS_1
Scot yang terbaring kini di dorong untuk di pindah kan keruang rawat inap, Bodica segera mengejar suami nya dan melupa kan jhon yang sedang berdiri mematung.