
Saat pagi tiba, Ica bangun lebih dulu dari scot yang tidur di sofa. Ada rasa nyeri di hati ica, Scot lebih memilih tidur di sofa dari pada tidur seranjang dengan nya.
''Ini salah ku dari awal.'' Batin bodica sambil membuka pintu kamar.
Langkah kaki nya menuju dapur, Di sana ica membawa gelas dan menuang kan bubuk kopi. Bodica tau jika scot selalu minum kopi hitam, Setelah air mendidih ia pun menuang kan kedalam cangkir.
''Gula nya berapa sendok ?'' Tanya sarah dari belakang.
''Kenapa kau selalu di sini sih ?!'' Kesal ica.
''Ya kan memang aku selalu datang jika pagi untuk mengantar sarapan.'' Jawab sarah cuek.
''Ini sarapan terakhir yang kau antar, Mulai sekarang aku yang akan memasak untuk scot.'' Tegas ica.
Sarah menatap ica yang juga tengah menatap nya garang, Tampak jika wanita ini sangat benci terhadapa sarah.
''Terserah kau saja.'' Ucap sarah tidak ingin berdebat.
Bahkan sekarang sarah hanya duduk diam melihat ica yang sibuk menata sarapan di meja, Wanita hamil ini benar benar berusaha untuk mengurus suami nya.
''Pagi scot.'' Sapa sarah yang melihat scot datang.
''Pagi.'' Jawab scot tanpa menoleh.
Bodica hanya melirik karena tidak berani menatap langsung kepada suami nya, Scot mengambil cangkir kopi yang berada di dekat nya.
__ADS_1
''Kenapa manis sekali kopi ku sar ?'' Tanya scot.
''Istri mu tidak tau jika kau suka kopi pahit.'' Jawab sarah.
Scot langsung menatap ica yang duduk diam, Detik itu pula cangkir kopi terhempas kelantai dengan keras.
''Apa yang kau lakukan scot.'' Teriak sarah panik.
''Kenapa kau berpura pura baik pada ku hah ?!'' Scot membentak ica sambil menarik tangan istri nya.
''Sakit paman.'' Rintih ica karena cengkeraman scot.
''Aku bertanya pada mu bodica!'' Sentak scot.
''Ak aku hanya ingin..
Jatuh kelantai bodica karena sangking takut nya pada amarah scot, Sarah segera berlari merangkul gadis ini.
''Bukan itu maksud ku paman hiks hiks.'' Ucap bodica sambil menangis.
''Lalu apa maksud mu ? Sejak kita menikah kau tidak pernah peduli padaku! Lalu kenapa tiba tiba kau sok baik.'' Sentak scot memukul meja.
''Kau bahkan rela memberikan tubuh mu padaku seperti p3lacur.'' Sinis scot sambil meraih tas kerja nya.
''Jaga mulut mu scot!'' Teriak sarah.
__ADS_1
Braak.
Pintu apartement di banting dengan kuat, Hingga dua wanita yang di dalam langsung terjingkat.
''Sudah lah jangan menangis.'' Ucap sarah yang merangkul ica.
''Kau pasti senang kan melihat ku seperti ini.'' Kecam ica melepas kan diri dari sarah.
''Kenapa aku harus senang ?'' Tanya sarah dengan wajah bingung.
''Karena aku saingan mu.'' Sentak ica.
''Hahahaa.''
Ica menatap sarah yang malah tertawa kencang, Ia bingung dengan kelakuan sarah yang menurut nya aneh.
''Kenapa kau malah tertawa ?'' Tanya ica kesal.
''Kau lucu sekali.'' Jawab sarah masih mengikik geli.
''Apa nya yang lucu!'' Sentak ica naik darah.
''Aku ini bukan siangan mu bodoh, Jika aku memang naksir pada scot. Sudah dari dulu aku menikah dengan nya, Kami hanya berteman saja.'' Jelas sarah.
''Aku tidak percaya.'' Ujar ica melengos.
__ADS_1
''Itu hak mu, Tugas ku hanya menjelas kan saja. Jika kau tidak percaya ya sudah, Emang gue pikirin.'' Ucap sarah tengil.
Ica menatap sarah yang menjelas kan dengan sabar, Tidak ada raut kebohongan dari wajah nya. Tapi ica teringat lagi dengan penolakan dan amarag nya scot, Air mata nya kembali mengalir deras.