
Gefari dan jakson menunggu di luar ruangan, Radha sudah masuk kedalam ruang operasi satu jam yang lalu.
''Kenapa lama sekali.'' Keluh gefari.
''Sabar dong mom.'' Ucap jakson mengelus pundak istri nya.
Sedang kan di dalam jhon berusaha tidak melirik kearah perut istri nya yang sedang di belah, Mafia ini dalam sekejap kehilangan nyali.
''Aku di sini.'' Lirih jhon mencium pipi istri nya.
Radha hanya tersenyum mendengar suara jhon yang terdengar sangat gugup, Meski pun jhon menemani tapi sebenar nya radha malah ingin di temani gefari.
''Selamat tuan anak anda perempuan.''
Dokter mengangkat bayi perempuan montok, Tangis nya memenuhi ruangan operasi hingga terdengar keluar.
''Anak ku baik baik saja kan dok ?'' Tanya radha yang masih trauma dengan kematian anak nya dulu.
''Alhamdulilah bayi nya sehat nyonya.'' Jawab dokter.
Air mata bahagia mengalir dari mata radha, Jhon pun tak kuasa menahan tangis karena sangking bahagia nya.
Sudah dua jam usai operasi, Radha mulai meringis menahan sakit dan perih pada bekas luka sayatan di perut nya.
''Sakit sekali jhon.'' Rintih radha.
''Apa nya yang sakit sayang ?'' Tanya jhon panik.
''Bekas sayatan nya sakit.'' Adu radha.
''Aku panggil dokter dulu, Tolong jaga dia ge.'' Ucap jhon ingin berlari.
''Itu wajar jhon.''
Suara gefari menghentikan langkah jhon, Mata nya menyipit tak percaya dengan ucapan adik perempuan nya.
__ADS_1
''Dia kesakitan ge, Bagai mana bisa kau bilang itu wajar.'' Kesal jhon.
''Obat bius nya kan sudah habis jadi wajar saja jika sakit.'' Jawab gefari.
''Gefari benar sayang, Sudah lah tidak usah di beritahu dokte.'' Ujar radha.
Meski pun berat tapi jhon akhir nya diam saja, Ia kembali melihat putri nya terlihat gembul saat tertidur.
''Siapa nama nya ?'' Tanya jakson pada radha.
''Tidak usah kau tanya dia, Apa kau tidak lihat kalau radha sedang kesakitan.'' Cetus gefari yang sedang memberi minum kakak nya.
''Hehehe.''
Jakson meringis karena istri nya memasang wajah galak, Ia ikut dengan jhon melihat keponakan nya di dalam box.
''Bodica alucard kapoor nama nya.'' Ucap jhon seraya tersenyum.
''Wah bagus nya sekali kau mencari nama.'' Puji jakson.
''Tentu saja.'' Bangga jhon.
''Waah cantik sekali.'' Kagum viona melihat baby bodica.
''Liana mau adik ma.'' Rengek berliana pada viona.
''Besok kita buat.'' Jawab viona sekena nya.
''Ini kado untuk baby kalian.'' Mark menyerah kan kotak besar di sofa.
''Besar sekali hadiah nya.'' Seru gefari.
''Terima kasih mark.'' Ujar radha tersenyum.
Mark hanya mengangguk dan ikut melihat baby bodica di samping jakson, Rival ini sekarang sangat akur dan tidak pernah bertengkar.
__ADS_1
''Siapa nama nya kak ?'' Tanya viona pada jhon.
''Bodica.'' Sahut jhon.
''Cantik sekali nama nya ponakan aunty.'' Ujar viona mengangkat bodica.
''Awas jatuh vi.'' Heboh jhon.
''Tau lah aku kak, Berisik sekali kau itu.'' Ejek viona.
Baby bodica tampak menggeliat saat di gendong viona, Viona yang sudah berpengalaman pun jadi tau kalau gadis mungil nya haus.
''Dia haus kak radha.'' Beritahu viona.
''Benarkah ? Coba kemarikan biar ku susui.'' Pinta radha.
Radha tampak kesulitan karena bekas sayatan nya, Bahkan untuk duduk rasa nya seakan mau ambrol semua isi perut radha.
''Ssshh sakit sekali.'' Rintih radha.
''Bagaimana jika di beri susu formula dulu ?'' Ucap gefari.
''Tapi aku ingin memberi nya asi ge.'' Jawab radha.
''Jika kau sudah bisa duduk baru di beri asi, Sekarang di beri susu formula saja dulu.'' Ujar viona pula.
''Nanti dia kebiasaan susu itu dan tidak mau asi ku.'' Cemas radha.
''Kau bisa sambil memompa, Kenapa kau bodoh sekali heh ?!'' Teriak gefari emosi.
Radha menutup kuping nya karena sangking keras nya teriakan gefari, Baby bodica langsung menangis karena kaget.
''Sabar ge sabar, Kalem dong.'' Mark menepuk kepala gefari.
''Heh kurang ajar kau ya.'' Kembali gefari berteriak.
__ADS_1
''Bisakah kalian diam, Bayi ku jadi menangis!!'' Bentak radha.
Semua nya langsung menatap ibu yang baru melahir kan ini, Suara radha membuat mereka kaget karena sangking ngegas nya.