
Sudah satu bulan mereka tinggal satu atap dan satu ranjang, Berbagai macam alasan ica berikan kepada scot. Agar ia bisa tidur memeluk suami muka datar nya, Tentu saja dengan membawa nama jabang bayi yang di kandung nya.
Pagi ini scot sudah rapi dengan stelan kantor nya, Karena sekarang scot mendapat jabatan ceo di salah satu cabang perusahaan milik mertua nya.
''Paman.''
Scot menoleh ketika ica sedikit berlari sambil memanggil nya, Istri kecil nya berdiri dengan gaya salah tingkah. Scot tau apa yang ica ingin kan, Entah dari mana ia tahu keinginan sang istri.
''Berapa ?'' Tanya scot.
''Seihklas nya paman saja, Tapi kalau ada seratus juta juga ica mau.'' Jawab ica.
''Lebih dari itu pun aku ada, Tapi aku tidak ingin memberi mu sebanyak itu.'' Sahut scot sinis.
''Kenapa paman pelit sekali pada ku, Bahkan papa lebih dari itu saat memberiku uang.'' Kesal ica.
Mendengar ucapan ica, Scot membanting kembali pintu apartemen. Wajah nya sudah tidak bersahabat lagi, Tentu saja ica mundur ketakutan.
''Lalu kenapa kau tidak minta pada papa mu saja ?'' Tanya scot.
''Karena sekarang aku tanggung jawab mu, Aku ini istrimu.'' Sahut ica dengan berani.
''Memberi mu uang memang tanggung jawab ku bodica alucard kapoor, Tapi memberi uang pada kekasih mu itu bukan lah urusan ku.'' Sengit scot.
Bodica tergagap mendengar ucapan scot, Ia tidak menyangka jika suami nya tau kalau sudah tidak terhitung lagi uang yang di berikan pada kevin. Entah berapa banyak uang ica yang kevin makan, Dan ica malah dengan bodoh nya selalu memberi.
''Jaga bicara mu ya! Itu bukan urusan mu.'' Sentak ica menutupi rasa takut nya.
__ADS_1
''Itu urusan ku, Karena sekarang aku lah yang memberi mu uang.'' Bentak scot.
''Memberiku uang adalah kewajiban mu, Setelah uang sampai tangan ku. Maka aku bebas menggunakan nya semau ku, Kau tidak bisa melarang.'' Balas ica.
''Asal kau tau ya, Lelaki yang meminta uang pada wanita adalah lelaki rendahan dan tidak punya harga diri.'' Sinis scot sambil berlalu.
Tinggal lah ica berdiri sendirian di depan pintu, Ia sangat kesal karena scot menghina kekasih nya. Ica tidak terima, Kevin di katakan tidak punya harga diri.
''Sialan kau scot!'' Maki ica menedang pintu.
*****
Kini bodica tengah berbincang dengan shinta sahabat karib nya, Setelah mendapat notif tranferan dari scot. Ica langsung cus berangkat kecafe, Karena uang lima puluh juta sudah ada di rekening nya.
"Brian pernah gak sih minta uang sama lo ?" Tanya ica yang penasaran.
"Kenapa gitu ?" Selidik ica.
"Kata dia, Cowok itu tugas nya memberi bukan di beri." Sahut shinta cuek.
Bodica terdiam mendengar ucapan sahabat nya, Ia teringat karena kevin selalu minta uang dan minta di belikan barang barang mewah.
"Kenapa lo ?" Tanya shinta melihat ica melamun.
"Sebenar nya gue udah nikah." Jawab ica pelan.
"Di mana camera nya ?" Tanya shinta celingak celinguk.
__ADS_1
"Camera apaan ?" Tanya ica bingung.
"Lo lagi prank gue kan, Jadi di mana camera nya." Ucap shinta yang mengira ica sedang prank.
Bodica menghembuskan nafas kasar, Shinta yang melihat jadi paham kalau sahabat nya sedang serius. Ia pun memegang tangan ica, Shinta merasa ica sedang bersedih.
"Lo kenapa ?" Tanya shinta pelan.
"Gue hamil shin, Jadi gue terpaksa menikah." Jawab ica mulai menangis.
"Sama siapa ca ? Sama kevin kan pasti nya." Tebak shinta.
Gelengan kepala ica membuat shinta semakin bingung, Tidak mungkin ica menikah dengan orang lain sedang kan kini kevin masih jadi kekasih nya, Pikir shinta yang kebingungan.
"Ini anak paman scot." Ujar ica perlahan.
"Paman scot sopir lo kan ca." Ucap shinta setengah syok.
"Iya shin, Kejadian nya waktu kita ngerayain kelulusan di puncak tempo lalu." Jawab ica.
"Kok bisa." Heran shinta.
"Gue di kasih obat sama kevin, Paman scot tau dan malah dia yang nidurin gue." Sahut ica mengusap air mata nya.
"Gila cowok lo ca!" Maki shinta meradang.
Yang lebih membuat shinta heran adalah sampai sekarang ica masih berhungan dengan kevin, Sudah tau kevin jahat tapi ica masih mencintai nya.
__ADS_1