Suamiku Gay

Suamiku Gay
Di peluk


__ADS_3

Malam sudah larut, Namun ica tidak bisa memejam kan mata. Suara tawa sarah dan scot begitu mengganggu telinga nya, Ia merasa iri dengan kebahagian mereka berdua.


''Bisakah kalian diam ?!'' Sentak bodica keluar dari kamar.


''Yang berisik kan telinga mu, Kenapa malam menyuruh mulut kami diam.'' Jawab sarah cuek.


''Apa kau tidak punya malu hah ? Ini sudah malam dan kau masih bertamu di rumah ku.'' Ica berjalan mendekati sarah.


''Ini rumah scot, Aku tidak akan pulang jika bukan dia yang meminta nya.'' Ujar sarah.


Bodica menatap scot yang asik mendengar perdebatan mereka, Tidak ada reaksi akan membela istri nya sedikit pun.


''Suruh dia pulang atau aku akan minum alkohol.'' Ancam ica pada scot.


''Kenapa kau lebay sekali.'' Sentak sarah langsung meradang.


''Jawab sekarang uncle!'' Teriak ica.


Melihat ica yang memang sedang emosi, Akhir nya scot menarik sarah keluar dari apartement nya. Tampak ica tersenyum sinis karena mengejek sarah, Ia merasa menang karena scot mengusir sarah.


''Tidur lah, Dia sudah pulang.'' Ucap scot melewati ica yang berdiri.


Braak.

__ADS_1


Suara pintu kamar scot membuat ica terjingkat, Entah apa yang membuat pria itu emosi.


Langkah ica mendekati kamar scot meski pun perlahan, Tidak tau kenapa. Ica sangat ingin dekat dengan suami tua nya, Karena itu lah ia akan memberani kan diri tidur bersama scot.


Tampak di ranjang scot sedang telentang sambil bertumpu tangan, Mata nya yang terpejam membuat nyali ica terkumpul.


''Cepat juga dia tidur.'' Batin bodica.


Perlahan namun pasti, Ica menaiki ranjang dan berbari di sebelah scot. Ia memilih memunggungi scot agar tidak menatap wajah suami nya, Namun itu tidak membuat hati nya puas.


Satu kali gerakan, Ica berbalik dan memeluk scot dengan erat. Aroma mint menguar membuat ica merasa nyaman, Bahkan tanpa sungkan ia mendusal ketika scot.


Greep.


''Aku tidak menyuruh mu tidur di ranjang ku.'' Ucap scot.


''Eh ak aku takut sendiran uncle.'' Gugup ica.


''Tidur lah di sofa.'' Perintah scot menunjuk sofa.


''Aku sedang hamil tapi kau dengan tega menyuruh ku tidur di sofa.'' Ujar ica menunjukan wajah sedih.


''Kalau begitu biar aku saja.'' Ucap scot ingin bangkit.

__ADS_1


Melihat scot yang ingin pergi, Ica menarik lengan scot agar kembali berbaring. Tentu saja itu membuat scot kaget, Untung saja ia tidak menimpa perut istri nya.


''Jangan lakukan lagi.'' Gertak scot.


''Tapi aku tidak mau di tinggal.'' Rengek ica.


''Aku hanya tidur di sofa, Kau bisa tidur di ranjang ku.'' Jawab scot.


Ica meremas tangan nya karena bingung ingin mencari alasan apa, Ia malu untuk mengakui kalau ingin tidur di peluk oleh scot.


''Aku ingin tidur di peluk, Biasa nya mama memeluk ku.'' Ucap ica mencari alasan.


''Kalau begitu kau pulang saja, Biar radha bisa memeluk mu.'' Jawab scot enteng.


''Tapi aku ingin tidur kau peluk scot!'' Teriak bodica kebablasan.


Scot menatap ica yang baru berteriak, Sudah lancang memanggil nama. Malah ingin tidur di pekuk pula, Jika saja ia tidak ingat ica sedang hamil, Ingin rasa scot memperkaos istri nya lagi.


''Anak ku yang mengingin kan nya ?'' Tanya scot pelan.


''Aah iya, Seperti nya anak ini ingin tidur bersama papa nya.'' Jawab ica girang.


''Kemari lah.'' Ajak scot merintang kan tangan.

__ADS_1


Tanpa sungkan lagi, Ica menunbruk scot yang berbaring. Ia balas memeluk suami nya dengan erat, Hilang sudah malu yang bersarang dalam diri ica.


__ADS_2