Suamiku Gay

Suamiku Gay
Sinta


__ADS_3

Binar lampu club menerangi dan di iringi dengan musik yang menghentak hentak, Ica yang di gandeng kevin sebenar nya ketar ketir karena takut jika ketahuan oleh ayah nya.


Saat sampai di club ica baru sadar, Kalau ternyata club ini milik sagara paman nya. Tentu saja nyali bodica langsung menciut, Bisa saja saat ini gara ada di dalam.


''Kenapa sayang ?'' Tanya kevin.


''Aku takut vin.'' Jawab ica.


''Takut kenapa ?'' Heran kevin sambil duduk santai.


''Club ini milik paman ku, Bagai mana jika dia ada di sini ?'' Cemas bodica.


Mata kevin terbelalak kaget karena ica menyebut club ini milik paman nya, Rasa kagum kevin semakin menjadi. Club semewah ini juga milik keluarga pacar nya, Kevin bertekad tidak akan melepas kan ica.


''Santai saja, Nama nya juga anak muda.'' Ucap kevin.


Karena tidak ingin di tertawa kan oleh teman teman nya, Ica berusaha tenang sambil mata nya melihat lihat situasi.


''Selamat ulang tahun sinta.'' Ucap bodica.


''Terima kasih ca.'' Sahut sinta senang.


Ting.


Sinta terbelalak ketika melihat notif di ponsel nya, Jumblah yang tidak sedikit ica transfer kan pada nya.


''Jangan berlebihan ca, Aku enggak suka kalau kamu kayak gini.'' Ujar sinta.

__ADS_1


''Itu kado dari aku.'' Sahut ica yang meminum orange jus.


''Enggak, Biar aku kembalikan.'' Ucap sinta yang memang tidak matre.


''Apaan sih sinta, Cuma sepuluh juta kok.'' Ujar ica enteng.


''Nama nya juga anak pengusaha, Uang segitu mana ada arti nya.'' Ujar tara tersenyum miring.


''Meski pun kamu anak raja ca, Tapi jangan suka menghambur hambur kan uang.'' Nasihat sinta.


Bodica hanya mengangguk acuh, Karena ia tidak perna merasa kan susah nya mencari uang sepeser pun.


''Ayoo malam ini kita harus minum, Jangan pulang kalau belum mabuk!'' Seru kevin berdiri di atas meja.


''Lanjut kaann.'' Teriak yang lain nya.


''Minum sayang.'' Kevin menyodor kan gelas.


''Enggak, Aku takut papa marah.'' Ica memberi alasan.


''Satu gelas saja tidak akan mabuk sayang.'' Rayu kevin.


''Enggak deh sayang.'' Tolak ica.


Ica masih takut jika kevin sampai memberi nya obat lagi, Meski takut tapi ica malah gelap mata karena cinta.


''Jangan di paksa ica vin.'' Ujar sinta.

__ADS_1


''Iya vin, Dia kan anak kesayangan papa.'' Ejek tara.


''Bagus dong anak kesayangan papa, Dari pada gak punya papa!'' Sindir ica pedas.


''Jaga mulut lo ya!'' Sentak tara.


''Mulut lo yang di jaga anj!ng.'' Maki ica.


''Hey kenapa malah berantem sih!'' Kesal sinta.


''Dia yang mulai duluan.'' Tuding tara.


''Udah dong ra, Kita happy aja.'' Ajak kevin merangkul tara.


Darah ica mendidih melihat kekasih nya merangkul wanita lain, Ia berdiri menyambar tas nya dan keluar dari bar.


''Gara gara lo ni.'' Kesal sinta.


''Emang dia anak papa kok.'' Sahut tara tanpa rasa bersalah.


''Lo juga vin, Kenapa malah meluk tara sih ?!'' Sentak sinta.


''Udah lah sin, Lupain aja ica.'' Ucap kevin melambai kan tangan.


Sinta menggeram kesal dengan kekasih sahabat nya ini, Ia berlari keluar untuk memcari ica yang sudah hilang entah kemana.


**Hallo bestie, Dikit aja ya. Entah kapan othor mau up lagi.

__ADS_1


Karena peminat nya sedikit banget, Othor jadi gak semangat**.


__ADS_2