
Radha menahan nafas saat scot sudah selesai bercerita, Sedang kan jhon semakin emosi saat tau ada pria yang berani ingin menjebak putri nya.
''Siapa pria itu ?'' Tanya jhon.
''Aku sudah membunuh nya tuan.'' Jawab scot.
''Kenapa kau terlalu cepat membunuh nya ? Padahal aku ingin menyiksa nya lebih dulu.'' Sesal jhon.
''Jadi ica sekarang hamil ?'' Tanya radha pelan.
Bodica mengangguk takut, Karena ia tau seperti apa orang tua nya. Jhon tidak akan segan memarahi nya jika sedang melakukan kesalahan, Dan radha juga tidak pernah membela jika ica sedang di hakimi.
''Berapa minggu ?'' Tanya radha lagi.
''Empat minggu ma.'' Jawab ica pelan.
Setetes air mata radha mengalir, Rasa kecewa dan juga bersalah bercampur aduk di dalam hati wanita paruh baya ini.
''Kenapa kau tidak langsung mengabar kan pada kami setelah kejadian ?'' Tanya jhon.
''Ica takut pa.'' Lirih bodica.
''Takut apa takut hah ? Sekarang kau sudah hamil seperti ini.'' Sentak jhon.
''Aku akan bertanggung jawab dengan menikahi ica tuan.'' Jawab scot tegas.
''Ica masih terlalu muda scot, Sedang kan usia mu sama dengan suamiku.'' Ganti radha yang berteriak.
''Lalu harus bagai mana ? Aku hanya ingin anak ku lahir memiliki ayah.'' Ucap scot.
''Uncle scot benar ma, Jika nanti kami tidak cocok kan kami bisa bercerai.'' Tutur ica.
''Jaga ucapan mu ca, Pernikahan bukan untuk perceraian!'' Bentak jhon.
''Jadi aku harus bagai mana pa ? Aku juga tidak mau di posisi ini. Jika memang kalian tidak setuju aku akan menggugur kan kandungan ini, Lagi pula aku tidak siap kalau secepat ini menjadi ibu!'' Isak bodica.
Plaak.
Radha tak kuasa menahan emosi nya ketika mendengar ica akan menggugur kan kandungan nya, Ia kembali teringat susah nya dulu saat ingin punya anak.
''Anak itu anugrah tuhan, Jangan sampai aku mendengar tentang aborsi lagi.'' Tegas radha.
__ADS_1
''Besok kalian menikah.'' Ujar jhon.
''Kenapa secepat itu pa ? Aku juga belum punya baju pengantin.'' Protes ica.
''Usia mu baru delapan belas tahun, Kalian menikah secara tersembunyi saja.'' Putus jhon.
''Baik lah.'' Angguk ica.
Scot hanya diam tanpa protes, Bagi nya tidak ada beda nya tersembunyi atau pun terbuka. Karena tujuan nya menikah karena ingin anak nya, Sampai saat ini ica selalu marah jika mengingat kejadian di villa.
''Apa ada lagi yang ingin kau sampai kan scot ?'' Tanya jhon.
''Tidak.''
''Bagus lah, Berarti kau setuju besok menikah.'' Ujar jhon.
''Yah, Tapi aku ingin tinggal di apartement ku sendiri setelah menikah.'' Pinta scot.
''Kenapa begitu ? Ica tidak akan bisa mengurus mu nanti.'' Sahut radha.
''Tidak masalah, Aku bisa mengurus diri ku sendiri.'' Jawab scot.
''Ku rasa itu lebih baik, Karena nanti ica bisa belajar menjadi seorang istri.'' Ucap jhon setuju.
*****
Setelah upacara pernikahan di gereja, Kini sepasang suami istri ini sudah di apartement milik scot.
"Kita tidak sekamar." Ucap scot dingin.
"Tidak masalah." Jawab ica tak kalah dingin.
Ica memasuki kamar yang di tunjukan oleh scot, Sedikit keras ia membanting pintu kamar hingga scot mengelus dada.
Scot juga memasuki kamar nya dan berbaring di ranjang, Teringat kembali saat ia dan ica melakukan ritual adu gabrut di villa.
Saat itu ica terbangun langsung marah pada nya karena scot telah merenggut keperawanan nya, Scot yang sudah punya bukti kalau kevin yang memberikan obat langsung menyerah kan bukti tersebut.
"Bukan aku yang memberi mu obat, Tapi teman mu yang melakukan nya." Ujar scot.
"Lalu kenapa uncle yang meniduri aku ? Kenapa bukan dia." Teriak bodica.
__ADS_1
"Kau lebih senang di tiduri pria sialan itu ?" Tanya scot tak percaya.
"Itu lebih baik dari pada aku di tiduri oleh pria tua seperti mu." Jawab ica.
Setelah kejadian itu, Hubungan mereka jadi renggang. Ica tak pernah lagi menegur nya, Hingga suatu hari bodica mendatangi nya dengan wajah penuh amarah.
"Ada apa ca ?" Tanya scot lembut.
"Puas kau sekarang hah ? Karena kelakuan mu aku jadi hamil." Sentak ica.
Scot terkejut dengan ucapan ica, Ia tidak menyangka jika benih nya sekali tancap langsung jadi kecebong.
"Apa kau yakin itu milik ku ?" Tanya scot memastikan.
"Tentu saja ini milik mu, Aku tidak pernah melakukan nya dengan orang lain." Ketus ica.
Ada rasa bangga dalam diri scot saat tau ica tidak pernah berhubungan dengan pria lain, Rona bahagia tampak jelas di wajah scot.
"Aku akan menikahi mu." Putus scot.
"Aku tidak mau! Karena aku akan mengaborsi anak sialan ini." Sentak ica.
"Jaga bicara mu ca! Dia juga anak mu." Bentak scot.
"Aku tidak sudi punya anak dari pria tua mantan gay seperti mu!" Hina bodica.
Plaak.
Scot hilang kendali saat ica menghina nya, Ia menampar ica dengan keras sehingga sudut bibir gadis ini mengeluar kan darah.
"Jaga bicara mu! Aku tidak akan segan untuk membunuh mu." Ancam scot memegang leher ica.
"Aku tidak takut ancaman mu, Besok aku akan melakukan aborsi." Tegas ica meski pun takut.
"Silah kan kau lakukan itu, Tapi aku akan menyebar kan video percintaan kita kemarin." Seringai scot licik.
Ica terkaget mendengar ucapan scot, Apa lagi saat video adu gabrut mereka scot putar di ponsel nya. Di dalam video terlihat jelas kebuasan ica, Sehingga rasa malu menjalar di wajah nya.
"Aku tidak bisa membayang kan jika sampai tuan jhon melihat video ini." Sinis scot.
"Aku menikah dengan mu, Tapi setelah anak ini lahir kita pisah." Jawab ica.
__ADS_1
"Tidak masalah." Ucap scot.
Scot menghembus kan nafas kasar saat teringat pembicaraan itu, Saat pertama melakukan nya kemarin. Scot sudah yakin untuk mencintai gadis ini, Tapi ica malah mematah kan hati nya.