Suamiku Gay

Suamiku Gay
Nasi kuning


__ADS_3

Jhon melangkah dengan santai menuju ruangan scot, Tangan nya membuka pintu tanpa merasa kan firasat buruk.


Ceklek.


''Hey jhon!''


Teriakan keras keluar dari mulut scot yang sedang pemanasan, Bukan main malu nya ica karena posisi nya sekarang.


Reflek scot menarik istri nya duduk kepangkuan, Sedang kan jhon masih melongo seperti sapi ompong.


''Kalian sedang apa ?'' Pertanyaan konyol malah keluar dari mulut jhon.


''Dasar mertua pengganggu.'' Rutuk scot.


''Kenapa kau tidak mengunci dulu ruangan nya bodoh.'' Maki jhon.


''Aku tidak tau jika ada yang mau datang.'' Jawab scot berusaha menutupi tubuh ica dengan jas.


''Masuk lah kekamar dulu.'' Perintah scot pada ica.


Dengan langkah yang riweh karena dres nya hanya menyangkut di pinggang, Ica berlari memasuki kamar di ruangan scot.


''Tutup celana mu.'' Ucap jhon menunjuk coklat scot yang belum di tutup.


''Ada apa kau kemari ?'' Tanya scot berjalan duduk kemeja kerja.


''Cabang kita yang berada di kota jambi sedang bermasalah, Aku ingin kau kesana.'' Ujar jhon.


''Harus kah aku ?'' Tanya scot yang ragu untuk pergi.


''Lalu siapa lagi, Bambang sedang persiapan istri nya mau melahir kan.'' Jawab jhon.


Scot mengusap wajah nya kasar, Ia tidak ingin pergi karena berat untuk berpisah dengan bodica.


''Kapan aku harus berangkat ?'' Tanya scot.


''Hari ini juga tidak masalah.'' Ucap jhon santai.


''Apa kau gila ? Kenapa bisa mendadak memberitahu nya. Setidak nya biar kan aku mencari bekal dulu!'' Rutuk scot tak terima.


''Memang nya kau mau mencari bekal apa ?'' Tanya jhon bingung.


''Bekal suami istri lah.'' Jawab scot tanpa dosa.


''Dasar pria tua mesum!'' Rutuk jhon.


''Sudah lah, Pergi sana kau. Aku mau menjalan kan rutinitas ku dulu.'' Usir scot.


Jhon tau apa yang di maksud scot, Ia bergegas pergi sambil membawa sebuah apel yang di meja menantu nya.


Usai kepergian jhon, Scot melangkah masuk kedalam kamar di tempat ica menunggu. Tampak di sana ica malah tergeletak tidur, Scot segera naik keranjang.


''Sayang.''


Bisikan scot tidak bisa membangun kan sikebo ica, Karena ica tak mau membuka mata. Scot menarik dres yang hanya tersangkut itu, Tinggal lah ica hanya menggunakan dalaman.


''Tidak juga bangun dia.'' Heran scot.

__ADS_1


Sampai dalaman juga sudah terlepas, Ica masih ngorok tanpa dosa. Scot membuka pakaian nya sendiri, Hingga mereka sama sama bugil.


''Sshh.''


Mulut nya berdesis tapi mata nya masih tak kunjung terbuka, Scot masih aktif menggesek gesek kan coklat nya di bibir piranha.


''Aahhh.''


Entah reflek atau sangking enak nya, Dada ica terbusung keatas saat scot menerobos masuk. Usai masuk pun scot hanya diam tanpa bergerak, Boba ica ia belai belai hingga mata sang empu terbuka.


''Aarkkhh tolong aku mau di perkosa!!''


Ica kaget karena tiba tiba scot sudah menyatu pada nya, Scot kewalahan menangani ica yang meronta ronta. Hingga penyatuan pun terlepas, Baru lah ica tenang.


''Apa yang terjadi padaku ?'' Tanya ica polos.


''Di perkosa.'' Jawab scot.


''Hey kenapa aku tidak pakai baju ?'' Teriak ica lagi.


Scot menghampiri istri nya yang turun dari ranjang, Ica hanya diam saat scot kembali menuntun nya untuk berbaring.


''Kata nya mau ahi ahik.'' Ucap scot menciumi leher ica.


''Apa tadi sudah ?'' Tanya ica menjauh kan wajah scot.


''Baru juga masuk kau sudah berteriak.'' Jawab scot.


''Ayo lagi.'' Ajak ica.


Tentu saja ajakan ica di sambut oleh scot yang sudah tegang, Ranjang berderit karena dua anak manusia sedang melakukan penyatuan.


Dengan nafas yang sudah kembali teratur, Ica membelai dada scot yang putih mulus. Bahkan kulit scot lebih glowing dari kulit ica.


"Besok aku pergi ya." Pamit scot.


"Kemana ?" Sambar ica cepat.


"Papa mu menugas kan aku keluar kota, Jadi mungkin aku pergi selama satu minggu." Ujar scot.


"Tapi aku tidak mau di tinggal." Rengek ica.


"Kau sedang hamil muda, Bahaya jika naik pesawat." Beritahu scot.


"Pokok nya aku tidak mau di tinggal." Sentak ica membalik kan tubuh nya.


Jika sudah begini, Scot jadi serba salah untuk mengambil keputusan. Jika bukan masalah genting, Pasti jhon tidak akan menugas kan nya kesana.


"Nanti jika aku sudah pulang, Kita jalan jalan kemana pun kau mau ya." Rayu scot menarik ica lagi.


"No!"


"Atau kau mau berenang di sungai amazon ?" Tawar scot.


"Kau mau aku di makan anaconda ya ?!" Kesal ica memukul lengan scot.


"Ini pekerjaan sayang, Sudah tugas ku untuk menjalan kan nya." Ucap scot.

__ADS_1


"Kenapa papa harus menyuruh paman yang pergi." Kesal ica.


"Karena papa mu hanya percaya pada ku dan bambang saja." Jawab scot dengan sabar.


"Terus kenapa bukan paman bambang ?" Cecar ica.


"Istri bambang sedang mendekati masa lahiran sayang." Ucap scot membelai kepala istri nya.


Mendengar jawaban scot, Rasa kesal ica semakin menggunung. Kaki nya menendang nendang udara untuk menyalur kan emosi nya.


Scot tertawa melihat tingka istri nya yang kekanak kanakan, Sedang kan yang di tertawakan langsung duduk sambil merengut masam.


"Tapi saat pulang nanti, Temani aku kedokter ya." Pinta ica.


"Siap nyonya kloper." Canda scot menggelitik perut ica.


Lima hari kemudian.


Ica menonton siaran tivi dengan malas, Tidak ada yang membuat nya bersemangat semenjak scot keluar kota.


"Kau seperti di tinggal tahunan saja." Ejek sarah yang menginap untuk menemani bodica.


"Nama nya juga kangen." Ica membela diri.


"Heleh, Baru juga lima hari." Ujar sarah memakan keripik.


Namun tiba tiba mata ica membulat ketika melihat makanan di tivi yang menggugah selera nya, Dia melirik sarah yang asik mengunyah.


"Apa ada yang jual nasi kuning ya kak ?" Tanya ica.


"Ada di pengkolan jalan sana." Jawab sarah.


''Makan yuk.'' Ajak ica.


''Biar aku saja yang beli, Kau kan tidak boleh keluar dengan suami mu.'' Ucap sarah meraih jaket nya.


''Tapi aku ingin makan di tempat nya.'' Ica memasang wajah memelas.


''Haish.''


Karena tidak tega untuk menolak keinginan ibu hamil ini, Sarah terpaksa mengajak ica berjalan kepengkolan untuk mencari nasi kuning.


''Dua porsi ya pak.'' Pesan sarah kepada penjual.


Namun ica menarik tangan nya, Sarah segera mendekati ica yang duduk.


''Ada apa ?'' Tanya sarah.


''Aku mau nasi nya di buat runcing seperti ini.'' Ica menunjukan foto di ponsel nya.


''Ini tumpeng nama nya.'' Ujar sarah melihat nasi kuning yang di buat tumpeng.


Sarah membawa ponsel ica untuk menunjukan kepada penjual, Sedang kan ica duduk santai sambil melahap krupuk jangek.


''Tapi harga nya jadi satu juta non.'' Ujar penjual.


''Tidak masalah.'' Sahut sarah.

__ADS_1


Tentu saja penjual itu dengan senang hati membuat kan pesanan sarah, Ayam goreng dan lauk pauk lain nya segera ia susun di pinggir tumpeng.


__ADS_2