Suamiku Gila Kerja

Suamiku Gila Kerja
Episode 1


__ADS_3

Halo readers!


Disclaimer di awal cerita.


Tokoh dan kejadian yang diceritakan adalah fiksi^^ tidak bermaksud menyinggung siapapun, baik pembaca maupun tokoh masyarakat yang memiliki peran sama dalam cerita ini. Thank you so much! Happy reading^^


Sore itu, susasana dingin nan mencekam memenuhi ruangan presedir perusahaan property terkemuka di Indonesia. Hanya ada 2 orang yang duduk Bersama, mengerutkan wajah, memainkan rambut, dan melihat layer komputer dengan tidak ada harapan.


“Pak Radhika, sekarang bukan saatnya termenung, kita harus mencari strategi yang tepat untuk memulihkan nama baik perusahaan” ucap Max, sang sekretaris yang setia pada perusahaan. Radhika masih terdiam, namun otaknya sudah berputar begitu keras.


“Sudah, saya sudah melakukan segala cara, bahkan rumah dan tanah milik ku semua sudah sirna, semua ku lakukan untuk melunasi hutang Ayahku akibat kecerobohannya dalam pemilu, lebih baik membayar semua kekacauan ini daripada nama ayahku dan keluargaku harus tercoreng dari Negeri ini”


Ayah Dhika adalah Tuan Mahendra, yang merupakan calon presiden yang gagal dalam pemilu tahun ini. Uang banyak Radikha keluarkan untuk menutupi semuanya. Mulai dari membayar media yang begitu banyak nya hingga semua persiapan dalam menyukseskan pemilu. Ayahnya menghabiskan Trilyunan untuk kegiatan tersebut.

__ADS_1


“Saya rasa bapak harus berdiskusi Kembali dengan Tuan Mahendra terkait pengambilan keputusan ini” tegas Max


“Ini urusan saya dan perusahaan saya sendiri. Saya yang berhak memutuskan” jelas Radhika


Presedir perusahaan  ini ialah Radikha, lelaki berumur 28 tahun, ia adalah arsitek lulusan Harvard University, ia juga melanjutkan studi S2 Bisnis di University of California. ia berlatar belakang keluarga politik. Ayahnya merupakan ketua umum partai Persatuan Negri yang berkuasa atas jalannya perpoliikan di Indonesia. Tahun ini ia mencalonkan diri menjadi presiden. Ibunya bekerja untuk pemerintah. Ia berada di jajaran penting kementerian. Namun orang tua nya sudah lama cerai saat Dhika masih duduk di Bangku SD. Walaupun demikian, Radhika tumbuh menjadi pria cerdas dan tampan tanpa cacat sedikitpun. Ia terbiasa hidup ditinggalkan orang tua.


Radikha tidak ingin mengikuti jejak orang tuanya menjadi politisi, karena baginya itu merupakan profesi yang


“Sudahlah, saya akan menutup beberapa perusahaan cabang untuk kestabilan ekonomi perusahaan”


Bersamaan dengan terbenamnya matahari Dhika menatap sinar senja yang mulai sirna. Di usia Radikha yang sudah terbilang matang, Radikha diberi tuhan cobaan dengan kehilangan ¾ asset nya.


--

__ADS_1


Malam harinya Radikha memutuskan Kembali ke apartemennya, karena rumah mewahnya sudah ia relakan. Diperjalanan ia terus memikirkan jalan terbaik untuk menyelamatkan perusahaan dengan tidak melibatkan keluarganya ikut campur urusannya


Cih, disaat seperti ini aku memang membutuhkan semangat ekstra.


Ia membuka jendela mobil dan mulai menghirup udara segar. Karena dirasa tidak cukup menenangkan, Radikha mengambil rokok nya dan mulai menghisap satu persatu rokoknya hingga hanya tersisa setengah bungkus. Ia


melanjutkan perjaanan malam dengan kecepatan kencang.


Di tengah perjalanan, ia sama sekali tidak focus dan tidak menyadari ada orang yang menyebrang. Hampir ia menabraknya, untung saja masih bisa di kendalikan. Dhika melipirkan mobilnya ke bahu jalan untuk melihat siapa


orang yang menyebrang di jalanan sepi seperti ini. Namun saat ia keluar mobil, ternyata orang itu adalah wanita dengan tubuh kecil yang langsung lari tanpa menegur Radikha saat itu.


“Yaampun, sudah jam 12 malam masih saja ada anak kecil berkeliaan di jalan” ucapnya sambil membuka kacamatanya dan mengusap-usap muka. Ia memang sedikit panik karena takut menimbulkan masalah baru yang malah makin merepotkan.

__ADS_1


__ADS_2