Suamiku Gila Kerja

Suamiku Gila Kerja
Episode 12


__ADS_3

Di Singapur, Dhika masih sibuk dengan kerjaannya. SetIap hari Ia pulang ke hotel pukul 20.00. di hotel Ia Kembali


bekerja. Memeriksa ulang hasil kerjanya, memonitor kantor pusat di IndonesIa dan memantau kemajuan ekonomi perusahaannya. Malam itu terjadi hujan deras, Ia pun teringat akan kejadIannya dan Nisa.


Ia merebahkan tubuhnya di Kasur mewah hotel tersebut. Ia memainkan ponselnya, sebenarnya Ia ingin mengetahui


kabar Nisa, namun Ia merasa canggung. Dhika adalah prIa yang tidak peduli akan hal lain selain pekerjaannya, namun, sejak kejadIan di hotel Bersama Nisa, Dhika merasa sedikit berbeda.


Setelah berpikir cukup lama, dika mencoba menghubungi nisa duluan.


“hei, beraninya kau tidak mengabariku” -pesan Dhika


Disisi lain


Tuan Radhika. Itu nama kontak Dhika di ponsel Nisa. Astaga dIa menghubungiku, aku tidak tau harus


membalas apa


Lama Ia menunggu balasan, hingga 12 menit kemudIan Nisa membalas


“maaf Tuan, aku baik” -pesan Nisa


“Tuan bagaimana kabarnya” -Nisa


“nothing specIal” -jawab Dhika


“baiklah, hati-hati dalam berkendara, jangan terlambat makan” -Nisa


Dhika menganggap komunikasi itu berakhir. Ia sedikit lega Nisa baik-baik saja di IndonesIa. Ia mulai ngantuk


dan mencoba memejamkan matanya, tak lama ponsel Kembali bergetar pertanda telpon masuk.


“sayang, kamu benar2 tidak mempedulikanku lagi sekarang?” tanya alsya merengek


“sejak kapan saya memperdulikanmu, tolong lah, saya sedang sibuk, kau tahu perusahaan sedang dalam masalah beberapa bulan kemarin”


“tapi aku juga ingin dimengerti, setidaknya buka blokiran kartu mu, aku sudah lama tidak berbelanja”


“kau ini, saya Lelah, jangan merengek.” Dhika pun memutus telpon tersebut. Ia Kembali melanjutkan tidurnya.


--

__ADS_1


Hari hari berlalu, masing masing disibukkan dengan rutinitasnya. Di sisi lain, Nisa Kembali berkulIah, setelah Ia


cuti satu smester untuk terapi dengan psikeater. Nisa memang siswa yang pandai, walaupun dri dulu Ia memang sering tidak masuk. Ia memang tidak dIanjurkan terlalu sering ke kampus oleh psikeater pribadinya, mengingat kampus adalah tempat yang membuat Nisa terguncang. Ia memang sudah menjadi korban buli dari jaman


sekolah dulu. Selain karena paras nya yang cantik yang membuat iri umat wanita, Ia pun selalu didekati para cowok tampan.


“halo orang gila, balik ngampus lagi lo” kata Hanah, cewe paling popular di kampusnya. Ia popular karena selalu


menggunakan outfit branded dari ujung kaki hingga ujung kepala


Nisa tidak menggubris, Ia Kembali menulis catatan sambil menunggu dosen. PerkulIahan jam pertama selesai, Ia pun pergi ke kantin untuk makan.


“Nisa! Yeay akhirnya kamu ngampus lagi” ucap fahmi, Ia selalu mendekati Nisa, tapi Nisa tau fahmi adalah orang


baik, Ia tidak keberatan fahmi ada disekitarnya.


“wah Nisa, lo makan apa sih, ko kulit lo tambah mulus, heran gue” ucap salma. Salma adalah teman dekat fahmi,


mereka satu SMA, di kulIah mereka dipisahkan dengan jurusan. Salma adalah mahasiswa dengan penampilan pas2an, Ia berada di fakultas kedokteran.


“engga pake apa2 ko, skin care juga aku pake seadanya” ucap Nisa jujur


“gila lo, emang udah mulus dari DNA” ucap salma


“eh tau ga, si silvi anak fakultas gue mau nikah loh, gila banget. Mentang2 anak ustad jadi nikah cepat” kata salma bergosip


“ya bagus lah, daripada pacaran2 gajelas, malah jadi zina” tanggap fahmi


“elo juga mi, ganteng-ganteng masih jomblo, sayang visual lo” ejek salma


“gue engga jomblo tanpa alasan woi, gue nungguin seseorang” ucap fahmi sambil tersenyum kea rah Nisa. Nisa masih menyantap makanannya, tidak sadar fahmi yang memperhatikannya.


“malem minggu ini nonton yu, nonton konser, Ardhito Pramono, ganteng banget dIa sumpah, tipe gue banget”


kata salma


“Ardhito Pramono? Gue juga suka tuh musiknya, emang asik dan enak didenger. Kuy lah, Nisa iku ya nis, gada jadwal kan?” kata fahmi berharap


“um gaada jadwal sih..” Nisa ragu, dIa bukan tidak mau, dIa hanya malas di tempat terbuka dan dikelilingi


lautan manusIa

__ADS_1


“oke sip kita bertiga ya, gue jemput lo dirumah ya nis” kata fahmi (pepet troos wkwk)


“eh, jangan, gue berangkat sendiri aja” tolak Nisa.


Fahmi yang masih ingin berharap harus sadar akan posisinya


“yaudahlah kita ketemuan aja di venue, ribet banget sih” kata salma


“ok deh” saut Nisa


“huf, yaudah oke” kata fahmi menyerah


--


Di malam minggu mereka sudah berkumpul di venue, menikmati lantunan music Ardhito pramono


*There were times when it rains*Just the thing, kept me sane


Its too much for a little time for fame


But you saved the day


Yes, you saved the day


You always going to be the one for me~


Ardhito Pramono menyanyikan lagu berjudul “fine today” dengan sangat menghayati. Ditambah suasana yang masih senja, menambah kesan tersendiri di music tersebut.


Dalam hati Nisa Ia merasa senang dengan liriknya, Ia teringat Kembali kenangan Bersama Dhika, walaupun


ingatannya samar-samar tapi Ia yakin bahwa saat itu Dhika menolongnya tanpa banyak berfikir. Nisa tersenyum kecil.


Arditho Pramono juga pakai kacamata, Ia terlihat manis dan hangat. Mengapa Tuan Dhika terlihat begitu


sinis dan dingin ya. Tanyanya dIam dIam dalam hati. Tanpa disadari, Ia menulis pesan pada raDhika


“Tuan, apa kau sehat? Bagaimana pekerjaanmu, jangan lupa makan ya, jaga kesehatanmu Tuan”


Setelah lama berpikir, Nisa menghapus pesan itu, Ia mengurungkan nIatnya untuk menghubungi Dhika. Ia takut


mengganggu pekerjaan Dhika.

__ADS_1


--


__ADS_2