Suamiku Gila Kerja

Suamiku Gila Kerja
Episode 13


__ADS_3

Setelah 4 bulan berlalu, Dhika sudah berganti negara, kini Ia menetap dIa AustralIa, tepatnya di Sidney. Ia


menjalani hari-harinya dengan bIasa, tentu saja sibuk. Ia juga mendapat kabar bahwa nama baik ayahnya sudah Kembali. Proses pengadilan cukup rumit karena Papanya Mahendra memang terbukti bersalah. Sampai saat ini, Dhika tidak tahu alasan Papa menggunakan uang haram tersebut. Yang Dhika tau, itu merupakan hal


yang sangat amat tidak terpuji.


Dhika juga rutin mengecek pengeluaran uangnya, baik dari kartu yang dipakai asya juga yang dipakai Nisa. Pengeluaran asya tentunya lebih banyak. 10 kali lipat pengeluaran Nisa, dan asya masih sering merengek kartu unlimited Dhika untuk dibuka, dulu, asya memegang 3 kartu Dhika, namun Dhika Tarik saat Ia mengalami


kewalahan ekonomi.


Di AustralIa, proyek baru akan direncanakan, Ia bertemu dengan kawan lamanya dari Harvard, Namanya Billy,


mereka sangat dekat karena dulu menghabiskan waktu di apartemen yang sama di amerika. Billy sekarang bekerja di konsultan ternama perusahaan di AustralIa.


“long time no see bro, ga nyangka lo udah jadi CEO aja” kata bili


“elah, lo juga jadi arsitek ternama dunIa, gedung lo dimana2, suka merendah aja lo” balas Dhika


“abis rapat kita minum minum dulu lah, udah lama kan lo ga minum?”


“aduh bro, mana sempat, sibuk gue. Apalagi IndonesIa beda bro sama di amerika”


“hahahaha” tawa billy


“okelah, see u at the night club..”


“see u my bro”


Mereka pun melanjutkan pekerjaan nya. Dhika melanjutkan rapat dengan vendor sedangkan Billy Kembali ke


ruangannya untuk mendesain Gedung proyeknya. Dhika dan billy tidak berada pada project yang sama.


--

__ADS_1


Di malam hari mereka bertemu di club, masih menggunakan pakaIan kerja mereka.


“woi, RaDhika! Panggil billy keras”


“Bil, elah jauh banget lo pesen tempat”


“bIar sepi lah,lo kya gatau aja cara mecari kehangatan. kenalin ini VelicIa,dIa orang indo juga, mahasiswa di Sydney.”


VelicIa adalah blasteran indo-australIa, kulitnya putih, rambutnya coklat blonde namun ada raut wajah


khas Jawa yang terpancar, cantik sekali.


“halo ka, aku velicIa, panggil aja vel” ucap velicIa menjulurkan tangannya


“oh, ya, Radhika” ucap radhika menjabat tangan velicIa


Malam itu berlagsung Panjang. Billy dan velicIa sudah mabuk berat, sedangkan Dhika belum mabuk, Ia hanya


Sudah hampir subuh, Dhika ingin pulang ke hotelnya. Ia mencari kunci mobilnya, saat mau beranjak pulang, tangan


raDhika ditarik velicIa.


“ka, jangan pulang, aku puasin dulu yuk” ajak velicIa sambil metetakan tangan Dhika di dadanya


“hah? Kau mabuk, saya harus pulang” Ia bingung. VelicIa masih mahasiswa, yaampun apalagi ini, wanita


murahan seperti ini adalah tipe yang paling ku benci. UsIanya mungkin sama dengan Nisa kasihan sekali dIa.


“jangan pulang dulu, mwah” satu kecupan mendarat di pipi Dhika


“stop it” Dhika menolak keras


“ah, kau benar2 tipeku ka, aku bisa ko puasin kamu, ayo aku udah gakuat” paksa velicIa. Entah efek mabuk atau

__ADS_1


dIa memang ingin dengan Dhika.


“hei stop!” ucap Dhika dengan nada sedikit membentak, Ia tidak ingin membentak secara kasar temannya billy,


itu yg Ia pikirkan.


VelicIa semakin menjadi2, Ia mulai meraba dada bidang Dhika, mencium leher Dhika. Lama kelamaan tangan velicIa turun hampir mengenai juniornya Dhika.


“ka, kaka boleh ko “keluar di dalam”” ucap velicIa dengan tatapan mesum, Ia sesekali menjururkan lidahnya,


memainkannya agar terlihat seksi di mata Dhika.


“cukup, saya sudah punya istri. Jangan sentuh saya.” Ucap Dhika dengan tegas, Ia mendorong tubuh velicIa jatuh


dan pergi meninggalkan club.


Di perjalanan, entah mengapa Ia kepikiran Nisa. UsIa Nisa mungkin sama dengan velicIa. Ia bertanya tanya apakah


Nisa hidup seperti itu juga. Juga, entah mengapa Ia merasa terselamatkan karena Ia bisa menjaDhikan Nisa alasan menghindari wanita murahan.


DIa sedang apa ya. DIa istriku? Istri macam apa tidak mengabari suami lebih dari 3 bulan? Ucapnya


dalam hati


“tunggu, apakah aku baru sajaberharap dIa menghubungiku? Apakah aku sudah gila?” dIa mengusap wajahnya


kasar. Ia ambil rokoknya dan mulai menghisapnya, Ia mencari ketenangan.


Tiba2, masih dalam perjalananponselnya bergetar.


Nisa Aksani Damar. Itu adalah nama kontak Nisa di ponesl Dhika. Ia kaget yang menghubunginya bukanlah


sekretarisnya melainkan Nisa.

__ADS_1


__ADS_2