
Dika mengendarai mobilnya perlahan. Selama perjalanan dika melihat Nisa hanya diam menatap jalanan yang
padat. Walaupun sedikit ada rasa bersalah karena harus meninggalkan nisa, Dika harus mementingkan pekerjaannya terlebih dahulu.
1 jam berlalu dan mereka sampai di rumah Nisa. Dhika dan Nisa tidak begitu mesra sebagai sepasang suami istri
baru, sepasang masa terlihat sangat senang akan hal tersebut. Memang, kebahagIaan Nisa bukanlah hal yang Ia inginkan. Ada rasa senang dalam hatinya.
“eh nak Dhika, apa kabar nak?” kata Tuan Abimanyu ramah
“baik Tuan” jawab Dhika ramah
“loh, jangan manggil Tuan dong nak, panggil aja Papa. Kamu kan sekarang sudah menjadi anak papa” kata Abimanyu
ramah
“baik pa.” Dhika menurut. Menurutnya itu akan lebih baik, lagipula Abimanyu sudah banyak membantu perusahannya.
“Pa, Mas Dhika akan pergi dinas ke luarnegeri, aku ikut tinggal disini lagi ya” kata nisa akrab dengan ayahnya.
Dhika merasa ada yang aneh dengan istrinya itu. Terkadang sangat murung, terkadang sangat pendiam dan hari ini
dia terlihat sangat humble dan akrab.
Apakah itu hanya ekspresi buatan agar orang tuanya tidak khawatir? Sudahlah, aku terlalu banyak berpikir
“Nisa, jaga dirimu baik-baik” kata Dhika. Ia memang tulus menyampaikannya.
“baik Tuan” jawab Nisa dengan tersenyum manis
Nisa manis juga kalau senyum.
Setelah selesai berbincang2 bisnis dengan Abimanyu, Dhika pun berpamitan dengan mertuanya itu.
Dhika menelpon Max untuk menjemputnya di kedIaman Nisa. Merekapun memulai perjalanan bisnisnya.
--
Satu minggu pertama, tidak ada masalah, Nisa tidak menghubungi Dhika. Dhika pun tidak terlalu memikirkannya. Ia
focus bekerja dengan koleganya. Ia berharap jika proyek dapat dikerjakan dengan cepat, Ia akan mendapat kepercayaan dari perusahaan lain.
Di sisi lain, Nisa menjalani hidunya seperti bIasanya. Ia pergi ke psikeater untuk konsultasi masalah gangguan jiwa nya. Di rumah Ia diperlakukan layaknya Tuan putri. Jelas, Ia adalah putri AD Group. Saat ibunya meninggal 6 tahun lalu, Nisa hidup dalam kesedihan. Pasalnya, seluruh keluarganya adalah laki laki. Istri dari kakak pertama Nisa sangat tidak menyukai Nisa. Begitu pula ibu tirinya.
Saat ini, memang bukan hari keberuntungn Nisa. Nisa sebenarnya cukup mengetahui Ibu tirinya memang jarang menampakkan diri karena sibuk shopping dan berkeliling eropa bersama teman-temannya.Namun sesekali ia pulang ke rumah itu. Apa yang ia lakukan? tentu membuli nisa. Dengan kekuatan "Nyonya besar" yang ia miliki, ia dapat menutupi kejahatan yang ia lakukan kepada nisa bertahun-tahun tanpa ada yang mengetahui, kecuali orang2 tertentu yang pastinya dibayar.
__ADS_1
“hei gila, berani sekali kau datang ke rumah ini lagi” ucap ibu tirinya mengintimidasi
“tidak bu, hanya sementara, suami ku sedang perjalanan dinas ke luar negeri”
“jangan panggil bu, aku bukan ibu mu! Kau selalu saja menjadi beban ku”
FLASHBACK ON
Saat itu, 4 tahun lalu, di rumah sakit termewah milik AD GROUP, tempat Mama Nisa dirawat. Suasana haru menyelimuti kamar VVIP tersebut, pasalnya itu adalah hari dimana Mama Nisa pergi meninggalkan Nisa untuk selamanya.
“Mama jangan tinggalin Nisa Ma” lirihnya tak kuasa menahan emosinya
“sudah nak, ikhlaskan kepergIan mama mu” ujar Abimanyu sambil mengelus kepala anak bungsunya
Nisa pergi keluar kamar rumah sakit tersebut. ia tak kuasa menahan emosinya akan kepergian sang Mama. Ia berencana untuk naik ke atap rumah sakit. Entah apa yang dipikirkannya saat itu. Mungkin bunuh diri? ya, Ia berencana untuk mengakhiri hidupnya. Ia berjalan ke sisi Gedung di lantai paling atas itu. Namun…
“sakit” ujar seorang prIa tinggi berkacamata, sambil menghisap rokoknya
Nisa berdecak kaget saat ada orang lain di sana
“bunuh diri itu sakit, kau takkan sanggup menanggungnya” lanjut prIa itu dengan cuek
Nisa tidak sanggup berkata2. Ia menarik diri, melangkahkan kakinya ke belakang. Ia melihat prIa itu Kembali,
namun tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas karena pantulan sinar dari kacamata lelaki itu.
masuk ke rumah sakit elite tersebut.
Nisa mengurungkan nIatnya untuk mengakhiri hidup, ia bernafas panjang dan mecerna kata demi kata yang pria itu sampaikan tadi. tak lama, Ia pun ikut meninggalkan rooftop.
Di perjalanannya, Ia melihat bela sedang kegirangan meelpon seseorang
“Halo sayangku cintaku anak Ibu paling cantik sedunIa, DIa sudah meninggal! DIa sudah mati! Akhirnya waktu yang
ditunggu tlah tiba, aku kan segera menjadi nyonya besar AG GROUP” ucapnya sambil sedikit berloncat2
AG GROUP?? Itu kan Perusahaan Papa, apa maksudnya menjadi nyonya besar.
“iya sayang, sebentar lagi kamu akan hidup layaknya Tuan putri, kita akan sama-sama menjadi kaya! Aku akan
mengurs semua hartanya, ternyata tidak sIa2 aku mencabut alat medis wanita gila itu, sampai akhirnya kematIan jadi lebih cepat, berita baik bukan?” ujarnya gembira sambil meremas ponselnya
Nisa curiga, Ia melihat seksama tante girang tersebut, Ia ingat dengan fitur wajahnya, body nya dan suaranya sekalipun. Ia tidak sepolos itu, namun Ia juga tidak ingin banyak berspekulasi, mengingat ini adalah hari kematIan ibunya, Ia tidak boleh menambah beban pikiran.
Hari demi hari berlalu, Nisa mulai menjalani kehidupan barunya. Sudah 2 bulan berlalu sejak kematIan Mama Nisa.
__ADS_1
Sore itu, di rumah gedongan Nisa, Abimanyu memerintahkan untuk anak-anaknya berkumpul. Di meja yang besar, Abimanyu mulai mengutarakan maksud nya mengumpulkan anak-anaknya.
“papa akan menikah lagi, papa harap kalIan semua mendukung papa”
Apa?! Baru saja 2 bulan papa ingin menikah lagi?
“Ya, terselahlah” jawab Roy, kaka pertama Nisa acuh tidak peduli
“Baik pa, Naufal dukung untuk yang terbaik. Tapi maaf pa, aku harus langsung pergi ke pangkalan militer,
sudah waktunya aku berjaga” ucap kaka kedua sedikit terburu-buru
“baik, kau memang anak ku yang hebat, kau bisa pegi sekarang. Dan.. kau, Nisa, bagaimana”
Bagaimana apanya? Jelas tidak lah!
“a..anu….” ucap Nisa pelan
“sudahlah nis, sampai kapan kau mau bersedih, kau seudah besar, dewasalah sedikit!” ujar kaka pertama dengan
keras
Nisa hanya terdIam lama
“baik, papa rasa bisa disimpulkan Nisa setuju. KalIan semua boleh pergi. Pernikahan akan dilaksanakan minggu ini,
jangan sampai kalIan tidak hadir” ucap Abimanyu tegas
Usai itu, semua Kembali ke rutinitasnya masing-masing
Hari minggu, rumah sudah didekor dengan sangat cantik. Ornamen2 mewah dipasang menandakan pesta pernikahan yang sangat megah. Akad akan segera dimulai, Nisa duduk di kursi tempat keluarga yang telah
disIapkan. Pengantin wanita datang dengan wedding dress super mencetar. Nisa terbelalak melihat sIapa yang datang. Aakad akan segera dimulai.
“TUNGGU!” terIak Nisa keras. Semua orang yang hadir otomatis melihat Nisa
“DIA, DIA PEMBUNUH, DIA MEMBUNUH MAMA KU!” terIak Nisa Kembali, semua tamu undangan berbisik2, penasaran dengan apa yang terjadi.
“Nisa!” ucap Abimanyu keras.
“kau berani sekali, pengawal, amankan dIa!” ujar Bella panik.
Nisa pun ditarik paksa oleh 4 pengawal yang berjaga. Ia nangis meraung raung, suaranya mengisi satu ruangan.
Dasar anak sIalan, darimana Ia tau aku membunuh wanita bodoh itu, eh, tunggu, aku tidak membunuhnya, aku hanya mematikan alat medisnya sebentar, setelah itu ku pasang lagi, itu tidak
__ADS_1
membunuh, dasar anak gila. Ucap bela dalam hati
FLASHBACK OFF