Suamiku Gila Kerja

Suamiku Gila Kerja
Episode 6


__ADS_3

Sesampainya dirumah, nisa membereskan belanjaannya. Memasukkan satu persatu ke dalam kulkas.


“Tuan, Tuan mau makan lagi?”


“sudah gila ya, barusan kita makan sebanyak itu, tidak aku tidak akan makan”


Kriuuk.. bunyi perut Nisa terdengar di telinga Dhika


“kalau kau mau makan, makan saja, tidak usah menunggu saya.”


“baik Tuan” jawab Nisa denga kepala tertunduk malu


Dhika pergi ke kamar dan membersihkan diri. Setelah itu Ia duduk di sofa ruang TV.


“hei, kemari” titah Dhika


“baik Tuan”


“berapa umur kau?”


“21 Tuan”


“21???? Oh my god.”


Nisa menunduk terdIam


“kau mau menikah dengan pria usIa 28 tahun? Sepertinya kau sudah gila”


Kata “kau sudah gila” adalah kata yang paling membuat psikis Nisa terganggu. Saat Dhika berkata demikIan, Nisa


langsung menangis keras se keras2nya.


“huaaaa… hiks.. hiks.. huaaaa”


“hah? Hei! Jangan nangis dasar cengeng!”


Nisa malah menangis lebih kencang. Dhika tidak tahu harus berbuat apa, Ia memegang Pundak Nisa, Ia mengusap halus pundaknya dan Nisa pun lebih tenang.


“hei, kau kenapa?” Dhika merasa ada yang aneh di diri Nisa

__ADS_1


Nisa Kembali tersadar, “a..aku.. maaf Tuan, aku tidak apa apa”


Dhika menyiritkan dahinya. Tidak mungkin Ia secengeng itu kan? Dalam hatinya


karena kejadIan itu, Dhika melupakan beberapa pertanyaan pada Nisa. Dhika pun meninggalkan Nisa ke dapur. Nisa Kembali ke kamar Dhika. Satu jam kemudIan, mereka tertidur di ruangan yang berbeda, seperti bIasanya.


Esok harinya, Dhika bangun pada pukul 06.00. Ia akan bersIap menuju kantor. Ia membuka kamar melihat Nisa sedang merapikan rambutnya di depa kaca. Dhika melewatinya tanpa peduli. Iapun masuk kamar mandi dan membersihkan diri.


Setelah selesai, Dhika bersIap dengan kemejanya. Tercium aroma masakan yang membuat perutnya lapar. Ia menghampiri meja makan dan melihat ada berbagai santapan di meja makan.


“kau yg membuatnya?”


“iya Tuan”


“awas kalau tidak enak”


DIa memakan masakan Nisa. Hm rasanya rumahan sekali. Sudah lama sekali aku tidak memakan masakan seperti


ini. Setelah habis makan, Dhika pun pergi ke kantor.


--


“selamat pagi pak, berikut laporan perkembangan proyek Bersama AD GROUP” Max memberikan setumpuk berkas


“baik, akan saya periksa”


“oh iya pak, sepertinya kita akan mulai sibuk lagi. Ada beberapa vendor dari singapur dan AustralIa ingin


bergabung pak, bulan ini kita harus sudah mendapatkan nota kesepahamannya” ucap Max dengan semangat


“benarkah? Baiklah, akan kita lakukan satu persatu. Susun jadwal secara terperinci!” titah Dhika


“baik pak,” jawab Max semangat


Max pun keluar ruangan presdir, Dhika menghela nafas lega, Ia merasa pernikahannya dengan Nisa memberikan dampak positif pada perusahaan. Ia juga merasa keputusan yang dIambil adalah keputusan yang tepat.


Terimakasih wanita kecil


Seperti bIasa kerjaan Dhika menumpuk, Ia mulai kewalahan karena banyak pegawainya yang Ia PHK dampak krisis perusahaan kemarin. Mau tidak mau Ia harus meng handel beberapa sektor penting perusahaan.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukan pukul 21.00 Dhika masih berada di kantor. Ia tidak punya tenaga lebih untuk menyupir


mobilnya. Ia harus bekerja keras untuk mendapatkan supir dan asisten pribadi nantinya. Sekarang Dhika hanyalah focus pada pekerjaan dan pekerjaan. Ia melupakan wanita kecilnya dirumah.


Di rumah


“astaga disini membosankan sekali. Hanya TV yang menjadi penghiburku. Aku sudah melihat ruang kerja Tuan Dhika, namun tidak berani meminjam bukunya. Aku ingin sekali embaca novel. Ia belanjut menonton TV. Setelah bosan, Ia mencoba membereskan rumah yang sedikit berantakan.


“Ruangan ini kurang sehat untukku, bau rokok” Ia pun membuka balkon agar sirkulasi udara berganti. Ia


melanjutkan menyapu, mengepel, mencuci baju, menyetrika hingga mengelap perabotan rumah


SIapa identitas suamiku yang sebenarnya? Tunggu.. suami? Aku bahkan tidak berharap. Guman Nisa di dalam


hati


“yosh, udah malem waktunya bobo” Nisa pun tertidur di kamar Dhika, Ia melupakan suaminya yang tidak pulang ke rumah


--


Pagi hari di kantor, Dhika secara otomatis mengambil kacamatanya, mengecek ponselnya lalu menjalankan rutinitas pagi. Setelah rapih dan wangi, Dhika merasa perutnya sedikit keroncongan. Ia membayangkan masakan rumahan, namun Ia sedang berada di kantor. Dengan berat hati Ia memilih layanan pesan antar makanan untuk mengantar makanan ke kantornya.


Tok tok, ketuk Max


“masuk”


“selamat pagi pak, berikut adalah jadwal kita 8 bulan kedepan”


“8 blan ya? Memang banyak sekali pekerjaan yang harus dikebut, baik saya akan cek nanti.”


“baik pa terimakasih”


Dhika mengangkat tangannya pertanda Max harus meninggalkan ruangan. Max pun meninggalkan ruangan.


Di meja kerjanya, Dhika tampak serius melihat jadwal 8 bulan kedepan, paslnya Ia harus berada di 3 negara


bergantIan yaitu IndonesIa, singapur dan AustralIa. Untuk menyelesaikan perencanaan satu proyek Gedung dengan arsitektur yang baik memang lama, bIasanya hingga 6 bulan, namun kemampuan Dhika memng dIatas rata2, semua kayawannya pun paham akan hal itu, sehingga Ia dapat menuntaskan satu perencanaan pryoyek dalan 4 bulan. Saat ini pikiran Dhika memang terus terfokus agar bisnisnya lancer dan dapat mengembalikan nama baik perusahaan. Dhika pun Kembali focus pada pekerjaannya seperti bIasa.


catatan: perencanaan proyek ya,

__ADS_1


bukan membangun Gedung. Perencanaan dilakukan sebelum Gedung dibuat


__ADS_2