Suamiku Gila Kerja

Suamiku Gila Kerja
Episode 4


__ADS_3

“Nak, selamat ya, sekarang sudah menjadi seorang suami, istrinya juga cantik sekali” ucap Mahendra kepada anaknya


“Hm” balas Dhika tidak peduli


“Alhamdulillah nak, saya titip Nisa ya, setelah pernikahan ini mari selanjutnya kita bicarakan bisnis. Saya akan membantu sebisa mungkin”ucap Abimanyu pada Dhika.


“Baik tuan, akan ku jaga putrimu dengan baik.” Dhika pun membalasnya dengan senyuman. Hatinya dipenuhi kemenangan karena mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti AD Group.


Dika dan rombongannya izin pamit kepada Abimanyu. Nisa yang sudah menjadi istri sah Dhika belum diperkenankan tinggal 1 atap karena Nisa belum mempersiapkan apapun.


Keesokan harinya, Dhika mengurus semua administrasi Kerjasama perusahaannya dengan AD Group. Setelah mendapat kesepakatan lisan antara AG Group dan Perusahaan Dhika, Ia mempersiapkan segala kebutuhan dari a-z tanpa miss.


“Max, jadwalkan meeting dengan para pimpinan hari ini usai makan siang” perintah dika pada sekretarisnya


“baik pak”


Rapat dilakukan selama 3 jam. Semua terlihat serius dan focus terhadap bagian-bagian yang sudah di plotting. Berkat dhika, perusahaan mempunyai harapan Kembali untuk maju.


--


Setelah selesai rapat, Dika Kembali pulang ke rumah abimanyu. Penjaga mempersilkan Tuan muda barunya masuk melewati beberapa gerbang dengan pengawasan ketat. Sampai di teras rumah, dika disambut oleh Bi Entis. Bi Entis adalah pengurus nisa sedari kecil. Nisa dirawat dan dibesarkan olehnya.


“mari tuan, saya antar ke kamar non nisa” kata bi entis ramah


Dika diantar ke lantai 2 tempat nisa berada. Kamarnya sangat besar, ketika pintu dibuka, bukanlah Kasur yang terlihat, namun kursi sofa dan TV super besar yang dihiasi ornament girlish perpaduan warna pink, abu abu dan


putih.


“non nisa, tuan dhika sudah sampai.”


“iya bi..” teriak nisa dari ruang tidurnya. Bi entis pergi mempersilakan dika duduk di sofa besar di kamar nisa dan pergi ke bawah.


Nisa dating menggunakan rok piyama pendek, yang memperlihatkan kaki seksinya.


“Tu.. tuan, selamat dating” ucapnya gugup


Dika sama sekali tidak menggubris nisa.

__ADS_1


Tok..tok.. kepala pelayan memanggil nisa untuk makan malam.


Nisa mengajak dika, namun dika hanya diam memainkan ponselnya. Setelah nisa pergi meninggalkan dika, dika baru bangun berdiri mengikuti nisa turun untuk makan malam.


Di meja makan sudah terlihat Abimanyu yang menunggu. Ia memberikan senyumannya ketika melihat putrinya sudah memiliki suami. Dika pun tiba-tiba bersikap baik dihadapan Abimanyu.


Makan malam dilakukan tanpa perbincangan sama sekali. Meja makan yang ada di rumah itu sangat besar sehingga jarak mereka pun berjauhan. Suasana canggung menyelimuti ruangan karena baik nisa maupun dika tidak membuka pembicaraan.


Setelah selesai makan malam hingga hidangan penutup, barulah Abimanyu membuka pembicaraan.


“mulai sekarang bawa lah Nisa ke tempat tinggalmu, nak.” ucap Abimanyu pada Dhika


Hah? Serumah? *** no!* umoat dhika dalam hati


“Nisa, cepat kemas barang-barangmu!” titah ayahnya. Nisa hanya menjalankan perintah ayahnya tanpa membantah sedikitpun. Walaupun dalam hatinya ia takut tinggal Bersama dengan dhika.


Hari semakin malam, Nisa sudah bersIap dengan 2 koper besarnya. Ia memopong kedua koper itu dari lantai 2 tempat kamarnya berada. Dhika yang melihat tidak menganmbil inisIatif untuk membantunya. Ia hanya melihat Nisa


dari lantai 1 dengan tenang.


Brug,


Dhika langsung membawa kedua koper itu ke mobilnya. Ia lakukan secepat mungkin sebelum ada yg melihat kejadIan itu.


“Tunggu, bIar aku saja” kata Nisa pelan


“Sudahlah” jawab Dhika terus berjalan dengan 2 kopernya.


Setelah itu mereka berpamitan pada Abimanyu dan langsung pergi meninggalkan rumah gedongan itu.


Di perjalanan, suasana sangat sunyi. Tidak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Terlebih Nisa sangat ketakutan hingga tangannya bergetar. Ia erus mencubit tangannya dengan tujuan menenangkan dirinya sendiri. Dhika melihat sikap Nisa, namun Ia tidak mempedulikannya.


1 jam perjalanan, sampailah pasutri baru ini di apartemen Dhika. Apartemen Dhika bukanlah apartemen mewah. Hanya ada 2 kamar. 1 kamar untuk kamar Dhika, dan 1 kamar lagi untuk ruang kerja. Dhika memang bernIat hidup


sendiri tanpa pasangan apalagi istri. DIa juga sedang berada di posisi susah sehingga Ia hanya mampu menyewa apartemen seadanya. Sisa ruangan apartemen itu hanyalah dapur, ruang TV, ruang tamu, balkon dan kamar mandi.


“Taruh barangmu di kamar saya, tidak usah pedulikan saya, saya akan tidur di sofa.” Nisa menengok sofa yang ada di sebelah Kasur, Ia pun bergidik merinding.

__ADS_1


“Sofa ruang TV. Tidak usah berfikiran aneh2!” ucap Dhika sedikit keras membuat Nisa makin takut.


Dhika langsung pergi ke ruang TV. Menunggu Nisa yang sedang membersihkan diri di kamar mandi kamarnya. Walaupun ada 2 kamar mandi, Dhika enggan menggunakan kamar mandi selain kamar mandi di kamarnya. Menurutnya, kamar mandi yg satu lagi terlalu kecil.


Dhika membuka kacamatanya dan merebahkan diri di sofa. Tanpa sadar, Ia mulai nyaman dan tertidur. Dhika terlalu Lelah menghadapi hari yang Panjang ini.


Nisa telah selesai membersihkan diri, Ia mengeringkan rambutnya dengan tatapan kosong. Ia masih belum percaya pada apa yang terjadi. Ia melihat sekitar, mecari suaminya. Ia pergi ke ruang TV melihat dhika tertdur tanpa kacamata.


DIa Tuan Dika? DIa tidak terlihat dingin saat tertidur .


Nisa pun mengambilkan selimut dan menyelimuti Dhika yang sudah berada di alam lain. Nisa pun Kembali ke kamar Dhika dan terlelap.


--


di pagi hari


Kring.. kring… telepon dari Max


Dhika mecoba merogoh ponelnya, mencari kacamatanya dan mengangkat telepon itu


“pak, bapak belum sampai kantor? Apakah ada masalah?” Dhika kaget, Ia langsung melihat kea rah jam yang sudah menunjukka pukul 8.45


“ah iya, ada sedikit masalah, saya akan sesegera mungkin ke kantor.” Jawab Dhika beralasan


“oh iya pak, ada kabar baik. AD Group menerima Kerjasama dengan perusahaan kita secara tertulis di atas nama hukum. Sebaiknya bapak cepat datang pak. Hehehe” kata Max dengan BahagIa


Jelas lah, pengorbanan gue nikah sama anak yang punya perusahaan


“ya, tunggu saja.” Ucap Dhika lalu mematikan telepon.


Dhika bergegas masuk ke kamarnya, Ia bermaksud untuk mandi. Namun Ia menemukan Nisa sedang duduk di ujung Kasur, tidak tahu harus melakukan apa.


“hei, saya akan mandi, kau keluarlah!” kata Dhika sedikit terIak. Nisa pun langsung setengah lari meninggalkan kamar.


Nisa ke ruang TV, melipat selimut bekas Dhika. Ia mencium bau Dhika di selimutnya. Bau khas Dhika memang manly dan kuat, sehingga akan tercium walaupun tidak bermaksud mencium.


Dhika yang sudah bersIap dengan setelan jas dan dasi langsung pergi meninggalkan Nisa tanpa sarapan dan pamitan

__ADS_1


Di perusahaan, jajaran pimpinn sudah sIap melaksanakan rapat. Dhika datang dan langsung memimpin rapat tersebut yang berisi penjadwalan agenda Kerjasama Bersama AG Group.


__ADS_2