Suamiku Gila Kerja

Suamiku Gila Kerja
Episode 8


__ADS_3

Di sisi lain, Nisa bersIap untuk pergi ke kantor Dhika. Ia menggunakan dress longgar dan membIarkan rambut panjangnya terurai. Ia tidak menggunakan banyak rIasan di wajah, karena dIa


tidak punya. Hanya beberapa polesan make up dari yang Ia bawa dari rumahnya.


Sesaat Ia sudah memesan taksi online, pesanan itu tiba2 dibatalkan oleh drivernya. Dan Ia harus memesan lagi, namun sIalnya sampai 30 menit belum ada teksi yang mem pick up. Nisa sudah


panik akan terlambat. Tidak pikir Panjang, Ia langsung mencegat bus yang berjalan ke arah perusahaan Dhika. Ini adalah pengalam perama kali Nisa menggunakan bis. Kondisi bis saat itu sangat penuh, Ia pun harus berdiri karena


tidak ada kursi. Selain itu Nisa sangat takut bahwa penyakinya akan kambuh. Ia tahan hingga Ia sampai di kantor Dhika. Untungnya waktu masih sempat.


Nisa berjalan sempoyongan, Nisa langsung ke bagIan resepsionis


“maaf mbak, saya mau bertemu pa


ArDhika”


“mba sIapa ya?”


Waw cantik banget ini tamu pa Dhika,


kulitnya mulus sekali. Wajahnya seperti barbie. Mba2 resepsionis tiba2


tersihir oleh cantiknya Nisa.


“um.. saya.. maaf mba bisa tolong


samaikan ke pa Dhika bahwa Nisa sudah datang”


“baik mba Nisa. Mohon ditunggu”


Nisa pun duduk di sofa lobby,


perutnya mual sekali, kepalanya pusing karena Ia harus menahan penyakitnya dan Ia


harus berdiri kurang lebih 1 jam akibat bis yang ngetem dan jalanan yang padat.


Ia memejamkan mata sekejap.


Tiba-tiba seorang lelaki


menyapanya


“Nisa!”


Nisa membuka matanya walaupun


masih pusing


“Nisa lo kenapa, ko pucet


banget.”


“eh, fahmi, ngapain lo disini?”


“gue magang di HRD”


“oh iya iya, maaf gue masih


pusing tadi naik bus”


“hah lo naik bus? Hahaha ga


mungkin. Garasi bapa lo aja segede showroom”


“iya begitulah” jawab Nisa kalem


Beberapa saat kemudIan karyawan


resepsionis mempersilakan Nisa memasuki ruan presidir. Ia pun pamit dari fahmi


tanpa menyampaikan maksud dan tujuannya ke perusahaan ini.


Nisa pun dIantar Max, mereka

__ADS_1


menggunakan lift khusus presidir ke lantai paling atas. Di dalam ruangan Dhika


bersIap untuk mengajak Nisa membeli ponsel. Namun saat melihat wajah pucat Nisa,


Ia menyuruh Max mebawakan teh manis untuknya. Nisa pun beristirahat sejenak di


ruangan Dhika. Dan lagi, Ia memejamkan matanya karena masih pusing dan mual.


“hei, kenapa wajahmu begitu? Naik


apa tadi kesini?”


“maaf Tuan saya masih pusing,


saya naik bis Tuan”


Dhika terkejut dengan jawaban Nisa,


seorang putri AD Group menggunakan bis untuk pertama kalinya. Dhika sebagai


suami sah yang dipercaya oleh pak Abimanyu merasa sedikit bersalah karena tidak


bisa menjaga putrinya.


"Diminum tehnya. Istirahatlah


sebentar.” Dhika pun meninggalkan Nisa


30 menit kemudIan, Dhika mengajak


Nisa membeli ponsel, namun sebelum itu mereka berencana makan sIang terlebih


dahulu


“kau mau makan apa?”


“saya mengikuti Tuan saja”


“kau suka makanan sunda?”


inginkan”


“baiklah” mereka pun melaju ke


restoran sunda.


Sesampainya di restoran, Dhika


memesankan 2 porsi makanan menurut preferensi Dhika. Ketika makanan tiba, Nisa


bingung, dimana sendok dan garpunya. Sedangngkan Ia melihat Dhika pergi mencuci


tangan.


“apa? Kenapa makanannya dilihat


saja, cepat makan” ucap Dhika sambil memakan masakan dengan nikmat menggunakan


tangan


“baik Tuan” Nisa pun mencuci


tangannya.


Iya menatap lama makanannya, bagaimana


cara makan pakai tangan? Aku tidak pernah. Dengan canggung, Nisa mencoba


menyuapkan nasi menggunakan tagannya.


Melihat Nisa yang canggung, Dhika


tertawa kecil

__ADS_1


“hei, yang benar saja, kau tidak


pernah makan pakai tangan?”


“ini pertama kali Tuan” ucap Nisa


sambil berusaha memakan makanannya


Dhika tertawa lagi, Ia merasa


wanita kecilnya ini imut sekali makan pakai tangan


 “belajarlah, hidup ini sulit, kau harus selalu


sIap”


“baik Tuan” ucap Nisa berusaha


menelan makanannya.


Setelah selesai makan, mereka


lanjut ke mall, tentu nya mall milik AD Group, milik ayahnya Nisa.


Namun tidak seorangpun menyapa Nisa. Mungkin tidak ada yg mengenalnya. Dhika pun berlalu tanpa memikirkannya


lebih lanjut. Dhika dan Nisa mencari ponsel Kembali sesuai dengan tujuan utama


mereka.


Setelah mendapatkan ponsel, Dhika


menyimpan nomor nya di ponsel Nisa begitu pula sebaliknya.


“hei, kau ikut saja ke kantor,


tidak usah naik taksi online apalagi bis ke apartemen”


“tidak apa apa Tuan, saya hanya


akan mengganggu Di kantor”


“ikut saja”


“tidak Tuan” aku takut


penyakitku kambuh di kantor Tuan Dhika, itu akan mebuat Tuan Dhika malu.


“ikut saja, jangan banyak bicara”


“tidak Tuan aku mohon, aku pulang


saja”


“kau ini keras kepala sekali.


Saya sibuk, ikut atau saya tinggalkan”


“Nisa dIam saja tanpa menjawab


“yasudah saya pesankan taksi


online, kau jangan kemana2. Dhika pun keluar loby mecari plat yang sesuai


dengan yang di aplikasinya. Setelah menemukan mobil tersebut, Dhika mengantar Nisa


menaiki taksi online tsb dan Kembali ke kantor


--


Di rumah, Nisa merebahkan


tubuhnya, banyak kejadIan tak terduga hari ini, Ia merasakan Lelah sekali,

__ADS_1


tanpa sadar Ia mulai tertidur di Kasur.


--


__ADS_2