
Di sisi lain, Nisa bersIap untuk pergi ke kantor Dhika. Ia menggunakan dress longgar dan membIarkan rambut panjangnya terurai. Ia tidak menggunakan banyak rIasan di wajah, karena dIa
tidak punya. Hanya beberapa polesan make up dari yang Ia bawa dari rumahnya.
Sesaat Ia sudah memesan taksi online, pesanan itu tiba2 dibatalkan oleh drivernya. Dan Ia harus memesan lagi, namun sIalnya sampai 30 menit belum ada teksi yang mem pick up. Nisa sudah
panik akan terlambat. Tidak pikir Panjang, Ia langsung mencegat bus yang berjalan ke arah perusahaan Dhika. Ini adalah pengalam perama kali Nisa menggunakan bis. Kondisi bis saat itu sangat penuh, Ia pun harus berdiri karena
tidak ada kursi. Selain itu Nisa sangat takut bahwa penyakinya akan kambuh. Ia tahan hingga Ia sampai di kantor Dhika. Untungnya waktu masih sempat.
Nisa berjalan sempoyongan, Nisa langsung ke bagIan resepsionis
“maaf mbak, saya mau bertemu pa
ArDhika”
“mba sIapa ya?”
Waw cantik banget ini tamu pa Dhika,
kulitnya mulus sekali. Wajahnya seperti barbie. Mba2 resepsionis tiba2
tersihir oleh cantiknya Nisa.
“um.. saya.. maaf mba bisa tolong
samaikan ke pa Dhika bahwa Nisa sudah datang”
“baik mba Nisa. Mohon ditunggu”
Nisa pun duduk di sofa lobby,
perutnya mual sekali, kepalanya pusing karena Ia harus menahan penyakitnya dan Ia
harus berdiri kurang lebih 1 jam akibat bis yang ngetem dan jalanan yang padat.
Ia memejamkan mata sekejap.
Tiba-tiba seorang lelaki
menyapanya
“Nisa!”
Nisa membuka matanya walaupun
masih pusing
“Nisa lo kenapa, ko pucet
banget.”
“eh, fahmi, ngapain lo disini?”
“gue magang di HRD”
“oh iya iya, maaf gue masih
pusing tadi naik bus”
“hah lo naik bus? Hahaha ga
mungkin. Garasi bapa lo aja segede showroom”
“iya begitulah” jawab Nisa kalem
Beberapa saat kemudIan karyawan
resepsionis mempersilakan Nisa memasuki ruan presidir. Ia pun pamit dari fahmi
tanpa menyampaikan maksud dan tujuannya ke perusahaan ini.
Nisa pun dIantar Max, mereka
__ADS_1
menggunakan lift khusus presidir ke lantai paling atas. Di dalam ruangan Dhika
bersIap untuk mengajak Nisa membeli ponsel. Namun saat melihat wajah pucat Nisa,
Ia menyuruh Max mebawakan teh manis untuknya. Nisa pun beristirahat sejenak di
ruangan Dhika. Dan lagi, Ia memejamkan matanya karena masih pusing dan mual.
“hei, kenapa wajahmu begitu? Naik
apa tadi kesini?”
“maaf Tuan saya masih pusing,
saya naik bis Tuan”
Dhika terkejut dengan jawaban Nisa,
seorang putri AD Group menggunakan bis untuk pertama kalinya. Dhika sebagai
suami sah yang dipercaya oleh pak Abimanyu merasa sedikit bersalah karena tidak
bisa menjaga putrinya.
"Diminum tehnya. Istirahatlah
sebentar.” Dhika pun meninggalkan Nisa
30 menit kemudIan, Dhika mengajak
Nisa membeli ponsel, namun sebelum itu mereka berencana makan sIang terlebih
dahulu
“kau mau makan apa?”
“saya mengikuti Tuan saja”
“kau suka makanan sunda?”
inginkan”
“baiklah” mereka pun melaju ke
restoran sunda.
Sesampainya di restoran, Dhika
memesankan 2 porsi makanan menurut preferensi Dhika. Ketika makanan tiba, Nisa
bingung, dimana sendok dan garpunya. Sedangngkan Ia melihat Dhika pergi mencuci
tangan.
“apa? Kenapa makanannya dilihat
saja, cepat makan” ucap Dhika sambil memakan masakan dengan nikmat menggunakan
tangan
“baik Tuan” Nisa pun mencuci
tangannya.
Iya menatap lama makanannya, bagaimana
cara makan pakai tangan? Aku tidak pernah. Dengan canggung, Nisa mencoba
menyuapkan nasi menggunakan tagannya.
Melihat Nisa yang canggung, Dhika
tertawa kecil
__ADS_1
“hei, yang benar saja, kau tidak
pernah makan pakai tangan?”
“ini pertama kali Tuan” ucap Nisa
sambil berusaha memakan makanannya
Dhika tertawa lagi, Ia merasa
wanita kecilnya ini imut sekali makan pakai tangan
“belajarlah, hidup ini sulit, kau harus selalu
sIap”
“baik Tuan” ucap Nisa berusaha
menelan makanannya.
Setelah selesai makan, mereka
lanjut ke mall, tentu nya mall milik AD Group, milik ayahnya Nisa.
Namun tidak seorangpun menyapa Nisa. Mungkin tidak ada yg mengenalnya. Dhika pun berlalu tanpa memikirkannya
lebih lanjut. Dhika dan Nisa mencari ponsel Kembali sesuai dengan tujuan utama
mereka.
Setelah mendapatkan ponsel, Dhika
menyimpan nomor nya di ponsel Nisa begitu pula sebaliknya.
“hei, kau ikut saja ke kantor,
tidak usah naik taksi online apalagi bis ke apartemen”
“tidak apa apa Tuan, saya hanya
akan mengganggu Di kantor”
“ikut saja”
“tidak Tuan” aku takut
penyakitku kambuh di kantor Tuan Dhika, itu akan mebuat Tuan Dhika malu.
“ikut saja, jangan banyak bicara”
“tidak Tuan aku mohon, aku pulang
saja”
“kau ini keras kepala sekali.
Saya sibuk, ikut atau saya tinggalkan”
“Nisa dIam saja tanpa menjawab
“yasudah saya pesankan taksi
online, kau jangan kemana2. Dhika pun keluar loby mecari plat yang sesuai
dengan yang di aplikasinya. Setelah menemukan mobil tersebut, Dhika mengantar Nisa
menaiki taksi online tsb dan Kembali ke kantor
--
Di rumah, Nisa merebahkan
tubuhnya, banyak kejadIan tak terduga hari ini, Ia merasakan Lelah sekali,
__ADS_1
tanpa sadar Ia mulai tertidur di Kasur.
--