Suamiku Gila Kerja

Suamiku Gila Kerja
Episode 2


__ADS_3

Sesampainya di apartemen ia merebahkan dirinya dikasur dan mengecek ponselnya dan dilihat ada pesan teratas adalah dari kekasihnya Asya


-Asya-


Sayang, ko rumah kamu gaada orang


Sayang aku baru pulang club ga mungkin pulang ke rumah, mama ku pasti marah. Sayang kamu tolongin aku dong sekali ini saja.


Sayang buka pintu rumahmu


Radikha hanya membaca semua chat itu, walaupun sudah 1 tahun berpacaran, Radhika memang tidak memprioritaskan Asya. Baginya pekerjaan adalah hal utama. Ia berpacaran dengan Asya karena dia tidak peduli dengan hubungan cinta. Ketika Asya menyatakan cintanya, Asya memohon-mohon agar tidak ditolak. Dhika


terlalu sibuk untuk menjelaskan ini itu dan beralasan untuk menolak asya, hingga pada akhirnya ia menerima Asya tanpa perasaan apapun. Asya pun sebenarnya hanya ingin berpacaran karena Dhika adalah orang kaya. Bagi Dika, selama Asya tidak mengganggu pekerjaannya baginya tidak masalah.


Kring.. kringg tiba2  ada bunyi telepon dari asya


“Halo” Jawab Dhika malas


“Sayang kenapa chat nya hanya di read saja?”


“Saya sibuk.” Ia lalu menutup panggilan itu, ia terlalu malas menjelaskan situasi saat ini.


Karena tubuhnya yang Lelah, Ia mematikan ponselnya dan terlelap dengan baju kerja nya.


--

__ADS_1


Pagi harinya, Dhika tidak ambil pusing dan melanjutkan hari-harinya seperti biasa. Membilas tubuhnya, sarapan seadanya dan berangkat ke kantor pusat.


Di kantor pusat, semua karyawan memberikan salam kepadanya, namun Dhika memang memiliki sifat yang dingin. Ia sangat jarang berinteraksi dengan karyawanya, bahkan beberapa karyawan baru tidak mengenali siapa bos nya. Beberapa karyawan wanita menjulukinya pangeran salju karena sikapnya yang sangat dingin namun memiliki perawakan dan paras bak pangeran kerajaan.


Dhika selalu berjalan lurus menuju lift khusus presdir tanpa menghiraukan keadaan sekitar.


Setelah memasuki ruang presidir, Dhika menyiritkan dahinya melihat kedua orang tuanya berada di ruangan


tersebut. Tentu, mereka membawa pasukan pengawal sehingga ruangan tersebut terasa sangat penuh.


“Pagi, Pak. Tuan mahendra memaksa masuk ruangan bapak, ia sudah menunggu dari pagi sekali, maafkan ke cerobohan saya” Max sedikit gugup karena situasi seperti ini baru ia alami untuk pertama kalinya.


Dhika memberikan kode dengan tangannya agar Max sang sekretaris keluar dari ruangan itu.


“Nak, terimakasih sudah membantu Papa” ucap ayahnya dengan sedikit lemas.


“Ada apa pagi sekali ke kantor saya? Tumben sekali, apa lagi yang Papa butuhkan?” ujar Dhika menyindir


ayahnya. Dhika memang termasuk anak yang mandiri, dari kecil orang tuanya selalu sibuk dan meninggalkan tumbuh dengan pembantu.


“Tidak nak. Papa minta maaf atas segala hal yang tejadi. Papa kesini dengan alasan ingin membantu mu nak”


“Papa bisa bantu apa? Saya pikir, saya mampu mengendalikan ini semua. Papa tidak usah ikut repot. Cukup duduk dan berbaring tanpa melakukan hal bodoh lagi.” Ujarnya demikian. Walaupun sebenarnya Dhika ingin berkata lebih kasar dari itu.


“ini nak” tuan mahendra memberiseracik kertas yang merupakan kartu nama.

__ADS_1


“itu adalah rekan papa, kamu pasti tau beliau. beliau adalah pengusaha terkaya di asia. Dibanding kamu, dia sudah 100 langkah di depan.”


“Apakah papa mengejek saya? Sudah untung saya hidup dengan sukses seperti ini tanpa kedua orang tua” ujar Dhika menyindir lagi


Pengawal yang berada di ruangan itu menyaksikan ketegangan ayah dan anak ini, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa mereka lakukan hanyalah diam.


“Pak Abimanyu Damar, pengusaha pemilik AD Group. Ia sedang merasa kesulitan, Dhika. Kamu sebagai


sesama pengusaha harus mengambil peluang”


Dhika mulai berpikir jernih, mendengar peluang untuk perusahannya.


“maksud papa bagaimana, saya tidak mengerti. Langsung bicarakan maksud papa” balas dhika jelas.


“pak Abimanyu Damar, kemarin ia meminta bantuan ke papa, untuk mencarikan suami untuk anaknya, kamu bisa menikahinya kan nak? Dengan begitu perusahaan mu dapat bekerjasama dengan perusahaan AD Group.”


“MENIKAH? Saya tidak pernah punya rencana menikah di hidup saya. Karena pernikahan yang saya lihat selama ini antara papa dan mama sangat menjijikan.” ucap dika kasar


“apa?!” ayah Dhika menahan emosi kesalnya.


“baiklah, itu salah papa, salah papa tidak membesarkan anak yang sopan dan santun. Papa kesini hanya menawakan solusi. Jika kamu tidak mau papa akan kembali, kamu memang tidak ada harapan nak”


“terserah saja, saya harap papa tidak merepotkan saya lagi kedepannya.”


“tentu. Tapi papa tolong untuk kali ini papa memang tulus beritikad membantu. Kamu bisa memikirkannya Kembali” tuan Mahendra pun mengambil jas nya dan berdiri dari sofa, mengisyaratkan pengawal untuk Kembali. Pengawal sigap menanggapi, dan Bersama tuan Mahendra mereka meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Shit! Apa apaan ni semua. Kacau.


__ADS_2