Sudut Pandang

Sudut Pandang
11


__ADS_3

Happy Reading Y'all



Happy Reading Y'all


Malam memang mencekam tapi lebih menakutkan lagi bila selama ini hidupnya hanya dianggap sebagai beban. Bukan hanya gurauan semata melainkan kebenaran yang terucap dari hati.


***


Sudut Pandang


"Kamu salah paham, Leo belum selesai bicara, dengerin kakak baik-baik ya,"


Ini akan menyakitkan untuk diterima secara langsung tapi mereka tidak bisa lagi bersembunyi dibalik kata 'baik-baik saja'.


"Awalnya Leo didekatkan dengan kamu tapi kakak tahu kalau kamu gak akan pernah mau berhubungan secara langsung dengan keluarganya, termasuk diri kamu yang sudah mengetahui perilaku dia selama ini seperti apa,"


Leo hanya diam dan membiarkan mereka berbicara terlebih dahulu sebelum ia meluruskan hal lainnya. 


"Soal beban?," Meeya Sahara menarik nafas, ia adalah tipe orang yang enggan terbuka dengan siapapun tapi kali ini ia harus membuat adiknya tenang agar tidak merasa dibohongi berkelanjutan.


"Ingat gak saat sakit parah? semua orang panik bahkan keluarga kita menghabiskan semua tabungannya demi menyelematkan hidup kamu, meskipun kakak tahu jika hidup dan matinya seseorang itu bukan ada di tangan medis melainkan ada di tangan Allah tapi kita selalu berusaha supaya kamu sadarkan diri, ternyata hasilnya tidak sia-sia. Kamu masih bernafas sampai detik ini."


Alma tidak bisa mengingat persis kejadian hari itu, dikarenakan pengaruh obat yang dikonsumsi terus menerus. ''Perjuangan mereka terlalu besar jika hanya dibalas dengan ucapan terima kasih,'' pikir Alma.


Meeya kembali menjelaskan. "Tapi kebahagiaan mereka terhenti semenjak kamu memilih Ali eh ternyata Ali sendiri yang memutuskan untuk membatalkan acara pada hari itu, keluarga kita malu dengan fakta itu, kita harus menjadwalkan ulang acaranya dengan seolah-olah menunda, pada akhirnya Leo menawarkan diri,  semenjak saat itu kamu benar-benar hanya dianggap beban oleh keluarga, apalagi keputusanmu yang menunda kuliah,"


Leo berusaha untuk menjelaskan suatu hal. "Gue tahu persis lo dan Ali punya alasan untuk membatalkan acara tapi pada akhirnya  kakak lo berusaha untuk menyakinkan dirinya biar bisa gantiin semua kejadian itu demi menutupi aib keluarga."


Alma kehilangan kata-kata, ia tidak bisa menangis sedikit pun, kata-kata beban keluarga terputar jelas dikepalanya seperti rekaman yang di putar seharian penuh tanpa jeda.


"Ternyata aku beban buat kalian, kenapa Kak Meeya mau gantiin aku? padahal aku pantas untuk menerima hukuman itu,"


"Kakak mau lindungin kamu dek, sebisa dan semampu kakak,"


"Aku gak butuh dilindungi kalau ujung-ujungnya aku adalah alasan dibalik menderitanya orang lain," Leo mencoba menenangkan Alma. Dia memang terkenal dengan orang yang sering memainkan perasaan wanita tapi ia masih punya sisi ketulusan di dalam dirinya.


"Gak semua hal kendalinya ada di tangan kita, mungkin arah perahunya udah bener tapi kalau tiba-tiba ada ombak di depan tetap aja perahu itu bakalan terombang-ambing, maksudnya gak perlu terlalu merasa bersalah, lo udah lakuin yang terbaik, semua hal didepan mata memang susah ditebaknya,"


"Tetap aja gue beban," kata yang terlalu menohok untuk didengar, terlalu sakit untuk terus dirasakan. Beban!


"Sayangnya gue gak berhasil membujuk lo, harusnya kita yang sama-sama biar Meeya gak perlu merasakan sakit hati itu," Alma terdiam ketika Leo mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


Meeya mengatakan rahasia lain tentang jati dirinya. Bolehkan Alma menghilang sekarang? kenapa fakta terlalu sulit untuk diterima? padahal semuanya sudah nyata, benar adanya tanpa perlu diragukan lagi


"Gue jahat ya kak? gak seharusnya lo terjebak disini, maaf,"


"Maaf memang gak akan bisa mengembalikan hari kemarin tapi udah dimaafin, kakak selalu berusaha untuk gak deket sama kamu, selalu berusaha untuk menjadi orang yang cuek supaya kamu gak merasakan kekecewaan kalau suatu saat semuanya terbongkar."


"Padahal mau kapanpun tetep aja sakit untuk didengerin."


"Masa itu menyenangkan ya kak? tapi sayang aku gak bisa mengembalikan kakak ke sana, kakak boleh pergi kok, biarin aja aku yang akan tanggung semuanya dan terima semua pandangan buruk orang lain," Alma berusaha meninggalkan keduanya.


"The best part of my life adalah bisa jadi kakak kamu, jangan sakit ya, kakak tunggu di rumah. Leo juga gak seburuk yang kamu bayangkan dan kakak seneng bisa kenal sama dia," Entah Alma mendengarnya atau tidak.


Alma menaiki tangga untuk sampai ke lantai paling atas. Di sana ada ruangan khusus yang di siapkan untuk acara para karyawan. Di tempat yang sepi ini Alma berusaha untuk menahan tangisannya, menahan amarahnya dan juga menahan segala perasaan yang tak karuan.


"Otak gila gue bilang harus lompat dari sini," tutur Alma.


"Jangan mau mengakhiri sekarang, toh dunia juga sebentar, tunggu waktunya aja kalau mau sekarang terlalu kecepetan, kamu pikir sedang balapan liar, menuju tak terbatas dan menemui sang pencipta-Nya?"


Alma menoleh, "Lagi-lagi manusia ini hadir di tengah sikap gue yang lagi sumrawut,"


"Jangan ngomongin saya di dalam hati kamu dan satu lagi, kamu masih ada keinginan untuk beli wedang jahe rasa kencur? bertahan sebentar lagi ya, gak akan lama kok, kalau udah waktunya nanti saya patungan beli kainnya deh," Ghaftan berhasil membuat Alma terkekeh.


Bisa-bisanya dia membuat lelucon padahal Alma lagi merasakan kesedihan.


"Saya yakin kamu sudah melalui berbagai fase kesedihan, kesusahan dan kebahagiaan, pelan-pelan ikhlaskan fase tersulit, kalau tiba-tiba teringat kembali tolong jangan pernah merasakannya berkali-kali, jadiin aja pelajaran untuk kedepannya,"


Alma sempat kagum mendengarkan penuturan Ghaftan. Ah Alma! jangan sampai terkecoh.


"Gue gak ngerti deh kenapa lo selalu ada di sini?,"


"Dan saya pun gak mengerti kenapa kamu selalu ada di tempat ini?,"


Keduanya malah mempertanyakan hal yang sama.


Tidak sengaja ternyata Tita juga berada di sana, "Ih Alma banyakin istighfar kamu teh! aku kaget waktu kamu nangis tapi da aku teh gak mau mengganggu waktu galau kamu jadi weh gak nyamperin tapi si bapak Ghaftan yang terhormat ini ternyata berani nyamperin kamu,"


Alma terkekeh, ia selalu merasa terhibur dengan kehadiran Tita. "Tit, makasih udah peduli,"


"Tat-Tit-Tat-Tit wae ih kamu mah!,"


"Ya makannya ajarin bahasa sunda,"


"Kamu mau belajar bahasa Sunda?," tanya Ghaftan.

__ADS_1


"Udah bisa sih sebenarnya,"


Tita langsung menghampiri Alma, ia menahan Alma untuk berbicara.


"Ih dia mah ngikutin pas aku ngomong kasar pak, jangan dianggap serius ya, aku gak ngajarin dia yang tidak baik kok, bisi dimusuhan ku barudak Bandung."


Ghaftan mengangguk, ia lumayan mengerti bahasa sunda bahkan bahasa jawa pun bisa.


"Ku kira diriku aneh, ternyata ada yang lebih aneh lagi."


Akhirnya dengan kehadiran Tita dan Ghaftan bisa sedikit mengurangi ketegangan yang Alma rasakan saat ini.


***


Alma menuliskan semua misi dan clue yang ia punya di sebuah buku catatan dengan judul ''Investigasi Sudut Pandang".



"Bisa-bisanya mau aja di suruh kayak gini, kalau bukan untuk menutupi pengeluaran acara yang gagal gak mungkin sih repot-repot terjebak dikasus ini,"


Alma memundurkan langkahnya sebelum berbalik. Ah ia malah menabrak pintu. "Pintu apaan ini? pintu kemana saja kah?" Ia memperhatikan pola pintu yang ada, sedikit mencurigakan baginya.


Perlahan langkahkah kaki Alma mendekat ke arah pintu, ia semakin penasaran. Antara perasaan ingin tahu dan takut menjadi satu. Pikirannya membayangkan, akankah ada mayat yang disembunyikan dibalik pintu tersebut?


'Jangan mulai deh Mara! ini bukan drama!'.


Ghaftan menghampiri Alma, ia melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari gadis itu.


Tinggal satu langkah lagi, namun di gagalkan oleh Ghaftan, Alma terperanjat kaget melihatnya tiba-tiba ada di depan mata Alma. 


"Jangan sampai kita melanggar privasi kedai ini, masih mau kerja disini kan?,"


"Ghaftan itu sus banget, lagipula pak pengacara mau ngapain pemiliknya sih kalau udah ketemu, ini kedai punya masalah apaan deh, ngeri jadi tempat pertukaran pasar gelap. Ahh ribet mau resign tapi gajinya gede,"



Pesan yang Alma dapatkan sebelum ia keluar dari dapur.


"Lagi dan lagi, maaf Alma."


To be continued........


lanjut nanti mau lanjutin tidurrr bye byee

__ADS_1


bisa update info terbaru di IG dan TikToknya storywd.asa


atau juga bisa ke Instagram wullandar1


__ADS_2