
Happy reading Yáll

****
Pagi ini Nophel menjemput Alma setelah tadi malam Alma memutuskan untuk mengurus lagi perkuliahannya yang sempat terbengkalai.
"Widih ada yang tiba-tiba dijemput nih," cicit Meeya.
Alma hanya melirik kakaknya sekilas kemudian ia berpamitan kepada ayah dan ibunya. "Udah yakin dek?," tanya sang ayah.
"Gimana pun juga aku harus menyelesaikan semuanya, gak seharusnya juga menghilang dan ninggalin gitu aja yang udah dimulai, maaf dan makasih, Alma izin berangkat dulu," Alma mencium tangan ayahnya.
"Gimana sama kerjaan kamu?," tanya ibunya.
Alma sudah menduga pada akhirnya mereka mengkhawatirkan pekerjaan yang kalau diabaikan sangat disayangkan, gajinya lumayan tinggi.
"Aku udah nyiapin diri untuk fokus sama dua hal, jadi ayah dan ibu gak usah khawatir doain aja semoga aku tetap sehat sampai akhir," kali ini Alma benar-benar pergi bersama Nophel tak lupa juga bersama Meeya.
Mereka semua berangkat menggunakan kendaraan milik Nophel.
"Kak ngapain sih bawa mobil ini, aku tuh norak ya kalau udah naik mobil modelan kayak gini," ucapan Alma membuat Meeya tertawa meskipun ditahan.
"Adik kamu tuh kalau diem kayaknya meriang deh. Aktif banget anaknya," sindir Nophel.
"Idih kak Nophel juga aneh banget ngajak kuliah padahal enakan tiduran di rumah sambil rebahan,"
"Ya silahkan kamu bermager-mageran tapi jangan berharap bisa mendapatkan yang kamu mau kalau cuma bermalas-malasan." ungkap Nophel.
Meeya hanya bisa memperhatikan tingkah dua orang yang sama-sama disayanginya. "Gue jodohin aja ya kalian biar debatnya berlanjut sampai hari tua,"
"Jangan mau Alma, itu akal-akalan Meeya karena sebenarnya dia mau buang kamu dari hidupnya," Nophel menanggapinya dengan bercandaan begitupun dengan Alma,
"Paling pengalihan isu dari sakit hatinya ," timpal Alma.
Mereka memang satu kampus yang sama namun ketiganya berbeda prodi sehingga berpisah di depan. Almara Grahita adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika. Nophel Praga mahasiswa akhir Teknik Sipil. Dan Sahara Meeya adalah salah satu mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis yang aktif.
°°°
"Nerima orang baru gak?," ada seseorang yang tiba-tiba menghampirinya setelah sekian lama keduanya tidak dipertemukan.
"Harus sih, gak mungkin terjebak di orang lama, kenapa memang?," Alma tak menanggapinya dengan serius karena ia merasakan kecanggungan diantara mereka.
"Seharusnya kalau nerima orang baru saya pun diterima,"
Alma meliriknya sekilas.
"Karena saya juga orang, sesimpel itu padahal," lanjutnya.
Keduanya sama-sama tertawa. "Baru juga datang udah ngelantur aja,"
"Duluan," pamitnya seraya meninggalkan Alma.
__ADS_1
Awal masuk perkuliahan tidak ada yang special semuanya berjalan dengan normal.
Sampai pada akhirnya Alma kembali di hampiri oleh Nophel. "Cil gimana hari ini?,"
"Biasa aja,"
"Tadi aku udah izin sama mama, kita ke tempat berkuda yuk sekalian mampir beli gitar." ajaknya dengan semangat.
Alma sedikit terkejut dengan ajakan Nophel. Semudah itu ya keluarganya menuruti semua keinginannya.
"Enak ya semuanya pasti dituruti," Alma membuat Nophel merasa bersalah.
"Kamu gak tahu kan apa aja yang sudah dikorbankan?," ucapan Nophel membuat Alma berpikir keras.
'Oh iya, bahkan ketika aku sudah melihat dari segala sudut pun tetap saja mereka punya sisi tersembunyi yang tidak bisa di pandang oleh mata,' pikir Alma.
"Udah-udah jangan dipikirin, kebiasaan kamu tuh, ayok ajak aja siapapun yang mau kamu ajak,"
"Oke ajak Vee ya, ah iya kak Meeya teruss si Leo juga," ucap Alma.
"Gak ada niatan blacklist Leo?,"
"Katanya mau menjalankan misi," tutur Alma.
Sebelum Alma mengekori Nophel ia mengucapkan terima kasih.
"Makasih kak, kayaknya ada beberapa hal yang gak akan mungkin aku dapatkan kalau aku gak kenal kakak,"
Meliriknya sekilas, "Akan selalu ada doa yang terkabul dan akan selalu ada penyelamat yang tak terduga, hidup kamu seindah itu,"

Lagi dan lagi responnya tetap sama.
Rupanya mereka semua berkumpul di tempat berkuda. Siapa saja yang hadir? ada Alma, Nophel, Meeya, Leo, Aca dan Ali.
"Ini konsepnya memang rombongan sih sekaligus keroyokan, ya coba deh dipikir secara sadar kok bisa ya Leo ngajak Aca sama Ali, gak masalah sih cuma ya bermasalah aja," pikir Alma.
"Gak nyaman ya? kakak marahin Leo aja," Alma menarik lengan Meeya sebelum sang kakak memaki Leo.
"Udah biasa,"
Mereka bersiap, Alma yang notabene tidak pernah berolahraga seperti ini perlu dilatih dari awal.
"Ini mata gue gak burem kan," beberapa kali mengerjapkan matanya untuk memastikan apa yang ia lihat.
"Kata kamu Vee lagi sama Vega? ternyata mereka ada disini," ucap Meeya.
Alma menghela nafas. "Vee itu anaknya asik, dia punya banyak temen bukan cuma aku aja, seneng lihatnya meskipun kita udah jarang lagi main sama-sama,"
"Hati-hati sama Vega, mungkin lo sama Vee akan susah buat saling sapa lagi," tutur Leo.
"Lo tahu sesuatu?," tanya Alma.
__ADS_1
"No gossip girl," jawab Leo.
"Kalau kali ini gue setuju, yuk kesana," ajak Nophel ketika melihat teman-temannya masih berkerumun.
Olahraga yang menyenangkan. Sambil memperhatikan pasangan yang baru saja berbahagia.
"Gimana perasaannya hari ini?," tanya Nophel.
Alma mengeluh, "Kak lo tuh ya ihhh agak ngeselin, pertama karena alasan itu akhirnya gue balik lagi ke kampus, kedua tiba-tiba liburan bareng dua pasangan, ketiga masih aja ditanya gimana perasaannnya,"
Nophel tertawa mendengarnnya. "Cil have fun ya, itu cuma misi mini aja, kan ada yang belum kita tahu, kenapa Meeya dengan mudah nerima Leo padahal sebelumnya dia nangis karena nolak,"
°°°°°°
"Assalamu'alaikum Vee," Alma berpapasan dengan Vega dan Vee di dekat ruang ganti.
"Waalaikumsallam, Almaaaa kita udah lama gak ketemu," rupanya masih excited.
"Baru beberapa hari aja Vee, gak sampai seminggu juga, lagi ngapain kamu? bukannya takut sama kuda ya?," tanya Alma.
Vega melirik Vee sekilas, "Bener Vee?,"
"Semoga kalian bersenang-senang," ucap Alma.
Vega menahan Alma sekejap, "Gue gak pernah menuntut orang lain menyukai hal yang gue suka, tapi gue mau mengenalkan ke mereka sesuatu yang belum pernah dicoba,"
Tak tahu maksudnya apa yang jelas Alma tak terlalu mempedulikan apapun untuk detik ini.
"Nitip pesan bilangin ke kak Ghaftan, Moi nyariin dia, gue gak pegang handphone soalnya lagi di benerin jadi gak bisa chat ataupun telpon, makasih, oh iya satu lagi pasti lo tau Key kan? tolong kalau kak Ghaftan sama Key ketemu kasih tau ya," Vega menyampaikan permintaannnya dan Alma mengangguk menyetujuinya.
"Ini kok rupa-rupa banget ya pandangan orang lain ke Vega,"
"Apakah nasib gue akan tersingkir seperti Key? ini impostornya si Vega kan? ah gak mungkin, siapa ya pemilik kedai Sudut Pandang, stop Alma!!!! fokus sama masalah kak Meeya dulu," Alma kembali berjalan menuju ke tempat parkiran.
Mereka sudah selesai dan ini waktunya untuk pulang sedangkan Alma harus kembali ke kedai.
Leo mengantar Meeya ke tempat magangnya. Aca dan Ali memang sudah berpisah sejak awal, maksudnya mereka berdua tidak bersama-sama sejak jam pulang tadi.
"Bisa gak aku kembali lagi ke tahun dimana umurku masih 5 tahun?," pinta Meeya kepada Leo.
"Untuk apa? bukannya sama aja? ada beberapa takdir yang memang tidak akan pernah bisa diubah, salah satunya kematian," ucap Leo.
"Setidaknya ada beberapa hal yang gak dirasain di masa sekarang bisa terobati di sana, ngerti?,"
To be continued......
sampai ketemu lagii
kali ini lagi ngantuk mauu tidur lanjut nanti......
info :
wullandar1
__ADS_1
storywd.asa
IG & Tiktok 👆