Sweet Blood

Sweet Blood
Bab 22 - Jangan Begini


__ADS_3

Bella yang merasa sangat terkejut seketika terdiam seribu bahasa, kedua matanya bahkan terbuka lebih lebar, menatap Edward dengan tatapan yang seolah tak percaya.


Bagaimana bisa pria ini tiba-tiba berada di atas tubuhnya, sementara dia tidak melihat Edward mendekat.


Glek! Bella menelan ludahnya dengan kasar, bahkan gerak lehernya pun sampai terlihat jelas.


"Kenapa? kamu bertanya-tanya bagaimana aku bisa berada di sini?" tanya Edward, meski dia tidak bisa membaca pikiran Bella, tapi raut wajah gadis ini yang nampak jelas bingung bisa dia terka.


Edward memang menginginkan Bella untuk berada diantara dia dan keluarganya, karena dengan begitu dia dan keluarganya bisa menghirup aroma darrah manis ini setiap hari. Namun untuk memiliki hubungan yang lebih sampai Bella mengetahui jati dirinya belum Edward pikirkan.


Hal itu bisa saja membahayakan keluarganya. Terlebih Edward tidak bisa membaca pikiran Bella.


Dan melihat wajah Edward yang nampak begitu dingin, seketika Bella diselimuti oleh ketakutan.


"Ka-kamu me-mang memang benar-benar pembohong," ucap Bella dengan suara yang putus-putus.


Dia bicara di antara rasa takut yang mendera, tapi hatinya pun benar-benar butuh penjelasan atas sikap pria ini.


Sudah Bella katakan sejak awal, jika dia hanya dijadikan pelampiasan nafshu tidak masalah, tapi tidak perlu bicara tentang cinta dan hubungan yang serius.


Jika seperti ini Bella jadi bingung sendiri, sebenarnya apa mau Edward?


Dan mendengar ucapan Bella itu, Edward makin menunjukkan wajahnya yang dingin, dia juga semakin menindih tubuh Bella hingga wanita itu sepenuhnya masuk dalam kuasanya.

__ADS_1


Nafas mereka berdua bahkan saling bertemu saking dekatnya jarak itu.


Mulut Bella yang sedikit terbuka sejak tadi terus menggoda Edward.


Astaga, wanita ini benar-benar membuat Edward gila. Di saat dia bersusah payah menahan diri, Bella justru terus memancingnya untuk mendekat.


"Kamu tidak akan bisa menangani ini Bella," ucap Edward dengan sorot matanya yang mulai menggelap, hasrat itu sudah mulai menguasai dirinya. Bahkan sejak tadi Edward pun berulang kali menekankan inti tubuhnya di bagian paling sensitif milik sang istri.


"Me-menangani apa? kamu tidak bisa menyentuhku karena wanita itu kan? sebenarnya apa mau mu sih? aku bingung! emhh..."


Dan saat itu juga akhirnya Edward mencium bibir Bella dengan begitu dalam. sampai rasanya Bella kehilangan semua udara di sekitar.


"Emh ... aghhh," Bella meraung dalam hasrat yang sudah membuncah. Awalnya dia begitu kewalahan menangani ciuman sang suami, namun lambat laun akhirnya dia pun bisa mengambil kendali.


Bella bahkan tanpa sadar menggerakkan kedua tangannya untuk melepas jas yang dipakai oleh Edward.


Dia sudah tidak bisa menahan ini, sejak kemarin Edward selalu menahannya di puncak permainan. Dan kali ini Bella benar-benar ingin mendapatkan kepuasan yang sesungguhnya.


Edward sungguh terlena dengan aroma manis darrah Bella dan semua sentuhan wanita ini.


Hingga tidak butuh waktu lama akhirnya mereka berdua telah sama-sama polos.


Terus mencari celah, untuk sesuatu di bawah sana saling menyatu.

__ADS_1


Namun semuanya tak semudah itu. Bella yang masih suci begitu sulit untuk Edward masuki.


Mereka sama-sama mendesis merasakan sesansi yang begitu memabukkan.


Pintu semakin lama semakin terbuka, disaat Edward punya kesempatan untuk masuk seutuhnya, dia melihat wajah Bella yang kesakitan.


Deg!


Secepat yang Edward bisa dia mundur hingga kembali membuat perpindahan yang begitu cepat.


Bella yang tersentak membuka kedua matanya, namun melihat Edward yang begitu jauh darinya.


"Kenapa?" tanya Bella lirih.


Edward tak menyakiti Bella lebih dari itu.


"Kamu tidak akan sanggup Bell, cukup sampai disini," balas Edward. Dia mulai mengambil bajunya yang baru di dalam lemari.


Dan Bella tak bisa begini, hatinya jadi semakin terluka tiap kali melihat Edward tak mau menyentuh dia.


"Tidak Ed, jangan begini." Bella dengan tergesa berlari ke arah Edward. Memeluk pria itu erat-erat.


"Jangan lagi Ed, aku sangat menginginkan kamu."

__ADS_1


__ADS_2