
"Kita berbeda," jawab Edward, hingga membuat Bella makin tercengang.
Sasaat jadi hanya ada hening di antara mereka berdua. ruangan itu benar-benar jadi terasa sepi dan hanya terdengar helaan nafas halus dari keduanya.
"Apa maksudmu?" tanya Bella lagi, tapi kini suaranya tidak lagi terdengar penuh amarah. suaranya mulai kembali terdengar begitu lembut.
Melihat raut wajah Edward yang nampak sendu, membuat Bella jadi terenyuh sendiri.
Rasa peduli di hati keduanya telah muncul satu sama lain meski tidak disadari oleh mereka. rasa peduli yang mungkin sudah bercampur dengan cinta.
Edward dan Bella seperti punya ikatan yang dibentuk oleh takdir, hingga satu sama lain merasakan ketertarikan yang luar biasa dan tidak ingin pisah satu sama lain.
"Aku bukan manusia," jelas Edward gamblang.
"Aku adalah Vampir."
Deg!! jantung Bella rasanya berhenti berdetak saat itu juga.
Apa yang diucapkan oleh Edward terdengar seperti omong kosong, tapi otaknya seketika berputar menyesuaikan satu sama lain
Tentang apa yang selama ini dia dengar, tentang apa yang selama ini dia lihat secara langsung.
Tentang dia sendiri yang selalu merasa dingin tiap kali menyentuh tubuh pria ini.
__ADS_1
Juga wajah yang pucat seperti tanpa aliran darah.
Deg!! detak jantung Bella yang berdegup kencang seperti itu bahkan sampai mampu didengar langsung oleh Edward.
Pria itu sadar jika kebenaran ini akan membuat Bella ketakutan.
Edward bahkan telah mempersiapkan diri untuk mengurung Bella di dalam penjara bawah tanahnya andai Bella berniat kabur dan meninggalkan dia.
Apalagi jika bela sampai mengutarakan tentang kebenaran ini pada orang lain maka Edward akan mengambil keputusan yang paling berat, yaitu membunuh Bella.
Edward berada di ambang kebingungan, satu-satunya yang bisa diharapkan adalah Bella bisa menerima dia apa adanya.
Satu yang Edward yakini, bahwa dari sorot mata Bella dia tidak menemukan sebuah kelicikan.
Edward lantas mengeluarkan dua taring yang ada di mulutnya, taring yang begitu panjang hingga membuat Bella mendelik.
Terlebih Bella melihat secara langsung bagaimana taring itu bisa keluar.
"Lihat baik-baik," ucap Edward.
Dan saat itu juga Edward menunjukkan sebagian kemampuan yang dia punya, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya dengan waktu yang sangat cepat, bahkan secepat kedipan mata.
Bella sudah tercengang, ada sedikit rasa takut yang mulai menyelimuti hati.
__ADS_1
Namun perasaan takut itu kalah dengan perasaannya sendiri pada Edward.
Edward tidak ingin menyentuh dia bukan karena wanita itu, Edward tidak bisa menyentuh dia karena alasan yang lain.
Dan Bella makin tersentak, saat akhirnya Edward kembali duduk di hadapan dia dengan begitu cepat.
Deg!
"Ini hanya sebagian kekuatan yang aku punya, aku punya kekuatan yang lebih besar daripada itu," terang Edward.
Bella menelan ludahnya dengan kasar, tapi saat ini dia terus menatap wajah Edward, menatap dengan lekat.
Edward juga mengatakan bahwa jika dia dan keluarganya adalah sama, semuanya Vampir.
Darrah adalah makanan utama mereka, termasuk darrah manusia.
"Dan darrah mu adalah darrah yang paling manis dari semuanya," ucap Edward.
"Karena itulah ketika pertama kali kita bertemu aku langsung menjeratmu dengan pernikahan. Itu adalah alasannya."
Glek! Bella lagi-lagi menelan ludahnya dengan kasar.
Semua kebenaran yang terbuka satu persatu membuatnya tak bisa berkata apa-apa.
__ADS_1
"Sekarang katakan, apa kamu masih ingin kita melakukannya?" tanya Edward.