Sweet Blood

Sweet Blood
Bab 30 - Berpindah Dengan Magic


__ADS_3

Setelah mengantarkan Mama Maiden ke dalam kamarnya, Bella dan Edward pun keluar.


Sudah tidak berada di dalam kamar sang mama, wajah Bella seketika berubah jadi murung, mulai berani untuk menunjukkan suasana hatinya yang sedang cemburu.


"Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Edward, perubahan yang tiba-tiba itu membuatnya heran sendiri.


"Pikir saja sendiri," balas Bella dengan ada bicara yang sangat ketus, hingga membuat Edward tercengang.


Pria itu lantas tertawa pelan, tidak biasanya istrinya ini marah-marah begini, dan sekarang ketika ada Liona datang ke rumah mereka tiba-tiba Bella menunjukkan sisinya ya bawel.


Edward jadi bisa menembak jika istrinya itu sedang cemburu.


"Oh cemburu, Jadi bagaimana caranya agar aku bisa menghilangkan cemburu mu itu?" tanya Edward, malah menggoda. dia bahkan membelai lembut bokkong sang istri di antara langkah kaki mereka yang menuju lantai 3. lantai di mana kamar mereka berada.


Sedangkan kamar mama Maiden ini ada di lantai 1.


"Iiss Ed!" desis Bella, merasa geli dengan sentuhan sang suami. tapi percayalah bahwa dia selalu senang tiap kali mendapatkan sentuhan seperti itu.

__ADS_1


Dan melihat wajah Bella yang jadi semakin kesal malah justru terlihat menggemaskan di mata Edward.


"Kamu ingin kita kembali menghabiskan waktu di rooftop?" tanya Edward.


Mansion ini memiliki atap yang bisa mereka gunakan untuk bersantai. Rumah kaca dengan kamar, hingga bisa melihat indahnya langit di malam hari.


beberapa waktu lalu mereka pernah menghabiskan malam di sana, karena itulah kini Edward pikir Bella pun ingin mengulanginya lagi.


Bercinta di antara sepoi-sepoi angin malam yang menerpa tubuh keduanya.


Dan mendengar tawaran suaminya itu, Bella mulai tergoda. jika di rumah ini terasa tidak nyaman karena kehadiran Liona, maka yang harus dia lakukan adalah keluar dari rumah ini, dan pilihannya adalah atap.


"Baiklah, tawaranmu aku terima tapi Aku ingin berpindah dengan magic," tawar Bella, senyumnya terlihat menggoda. sudah tahu bahwa suaminya adalah seorang vampir, tidak membuat Bella merasa takut.


dia justru senang ketika sang suami terus menunjukkan kekuatannya.


Bella seperti hidup di dunia dongeng yang menjadi nyata, dia senang sekali.

__ADS_1


dan mendengar permintaan istrinya itu, Edward pun tertawa cukup keras, lucu dan sanggat menggemaskan.


"Baiklah, ayo." Edward lalu menggendong Bella di depan, dengan gerakan yang sangat cepat mereka berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.


Dari lantai 1 itu tiba-tiba mereka sudah berada di lantai 2, kemudian berpindah lagi dengan cepat di lantai 3 dan akhirnya tiba di atap mansion ini.


Hah! nafas Bella, merasa takjub luar biasa dengan kekuatan sang suami.


Bella sangat menyukainya, Rasa bahagia itu bahkan langsung tergambar jelas diraut wajah cantiknya. Bella tersenyum dengan sangat lebar dengan kedua mata yang berbinar.


Saking bahagianya Bella dia bahkan semakin mempererat pelukannya di leher Edward dan segera mencium bibir suaminya tersebut.


Emh! ahk! suara keduanya berbagi kecupan. Edward mulai melangkahkan kakinya pelan-pelan hingga menjatuhkan secara perlahan sang istri di atas ranjang.


Ciuman yang awalnya hanya sentuhan lembut namun lama-lama berubah jadi sangat menuntut.


dan mereka berdua seperti seorang manniak yang tidak pernah bosan dengan penyatuan.

__ADS_1


Oughhh! lenguh Bella, saat akhirnya Edward menyatukan diri.


__ADS_2