Sweet Blood

Sweet Blood
Bab 26 - Tidak Bisa Berhenti


__ADS_3

"Kenapa? kenapa kamu tertawa?" tanya Bella, jadi bingung sendiri.


Mereka berdua terus menghabiskan waktu bersama di dalam kamar itu, seperti sedang mengenal satu sama lain secara lebih dalam.


Bukan hanya mengenal biasa, tapi mereka seperti menggali hidup satu sama lain.


Bella dan Edward tidak tahu jika Leo sejak tadi mencari keduanya. Namun setelah menyadari jika tuan dan Bella ada di dalam kamar ini dia pun tidak bisa berkutik apa-apa.


Leo tidak punya cukup keberanian untuk mengganggu sang tuan.


Dia hanya bisa menunda beberapa jadwal yang harusnya dilakukan oleh tuanya tersebut.


"Tidak, aku tidak akan membuatmu jadi seperti aku Bell," jawab Edward.


"Kamu tidak menginginkan aku?" tanya Bella pula, dia menggantungkan kedua tangannya di leher Edward, menahan agar pria itu tidak bisa pergi jauh darinya.


Dan Edward terdiam, tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Bohong, jika dia tidak menginginkan Bella.


"Kalau begitu ayo lakukan, tanpa merubah ku."


"Itu akan sangat menyakiti kamu Bella."


"Benarkah? sejauh ini aku menikmatinya Ed. Kamu membuatku gila."

__ADS_1


Runtuh sudah semua pertahanan Edward. Apa yang mereka lakukan ini jelas salah karena mereka berbeda. Harusnya Edward merubah Bella jadi vampir lebih dulu, tapi dia pun tidak bisa melakukan itu.


Edward tidak ingin Bella merasakan semua sepi yang dia alami selama ini.


Tapi hasrat di antara mereka berdua sudah tidak bisa dibendung lagi.


Dan kali ini Edward tidak akan menemukan jalan untuk pergi, karena jalan menuju kenikmatan itu sudah benar-benar di depan matanya.


Ciuman kasar, sentuhan brutal, Bella menerimanya dengan lenguhan nikmat.


Edward adalah pria nya, pria pertamaya dalam segala hal. Termasuk dalam mengarungi indahnya percumbbuan ini.


"Aku akan melakukannya Bell," ucap Edward dengan nafasnya yang terengah.


"Lakukan Ed, aku sangat menginginkan kamu."


Dan dihentakkan Edward yang pertama, akhirnya dia berhasil masuk sepenuhnya.


"Arghhhh," lenguh keduanya dengan begitu nikmat.


Brak! sofa itu seketika ambruk, hentakan Edward tidak main-main.


Bella memeluk Edward kuat, merasakan dirinya yang begitu penuh. Kedua matanya berulang kali terpejam dan terbuka, sungguh, sentuhan ini membuatnya Gila.

__ADS_1


"Oughhh, lakukan Ed," rintih Bella, dia harus bicara seperti itu agar Edward tidak ragu. Dia tidak ingin Edward pergi lagi, setelah berhasil membobol semua pertahanannya.


"Maafkan aku Bell, maaf jika aku menyakiti kamu," balas Edward.


Dan setelannya benar-benar terjadi percintaan panas dan luar biasa di antara mereka berdua.


Bella seperti dibawa terbang dan bercinta di atas awan. Semua hentakan itu terus membuat tubuhnya bergetar hebat. tak terhitung lagi berapa kali dia mendesaah dan melenguh dengan nikmat.


Memeluk Edward kuat, sampai menciptakan cakaran di punggung pria tersebut.


Sungguh Bella tidak sadar ketika melakukannya.


Bukan hanya sofa yang hancur, namun ranjang pun sudah tidak berbentuk.


Edward tak puas hanya sekali, dia melakukannya hingga berkali-kali. Mengentak hingga membuat tubuh Bella terombang-ambing.


Ahk ahk ahk ahk. Hanya kata itu yang keluar dari mulut Bella, tak ada yang lain.


Dan benar seperti apa kata Edward tadi, dia tidak bisa berhenti.


Dan entah di jam keberapa, akhirnya Edward melihat sang istri yang sudah tidak sadarkan diri di dalam kuasanya.


"Bell," panggil Edward.

__ADS_1


Namun Bella tidak menjawab, hanya nafasnya yang terengah sebagai balasan.


__ADS_2