Sweet Blood

Sweet Blood
Bab 40 - Rumah Tengah Hutan


__ADS_3

Tubuh mama Maiden seketika gemetar, dia bukannya baru saja datang ke ruang tengah tersebut.


Dia sudah datang beberapa saat lalu bahkan mendengar beberapa pembicaraan keluarga besar itu. Tentang keluarga Lim yang ternyata adalah keluarga Vampir dan anaknya sekarang telah mengandung anak Edward.


Menjadikan Bella memiliki anak berjenis darrah campuran, manusia dan vampir.


Deg deg! deg deg! jantung mama Maiden berdegup dengan sangat cepat, pikirannya seketika gamang.


"Be-bella," panggil Mama Maiden dengan suara yang tergagap.


Begitu terkejut dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui.


Dan melihat mama Maiden datang, semua keluarga Lim sama terkejutnya.


Edward membaca pikiran mom Lilyana.


Ed, mama Maiden pasti mendengar sebagian pembicaraan kita. Segera tatap dia dan hapus ingatannya beberapa saat lalu.


Mendapatkan perintah itu melalui pikiran sang mommy, Edward pun dengan segera bergerak cepat sampai seperti kilat dan tiba-tiba berada di hadapan mama Maiden.


Wanita baru saja itu yang tersentak hanya bisa mendelik dan menatap kedua mata sang menantu.

__ADS_1


Dengan kekuatannya, Edward pun menghapus sebagian ingatan mama Maiden, hingga Yang diingat oleh wanita itu hanyalah ketika dia bangun tidur.


Dan disaat Edward menghapus pikiran tersebut, mommy Lilyana dan yang lainnya segera membawa Bella pergi dari sana.


Dengan gerakan yang sangat cepat mereka semua berpindah tempat. Tanpa disadari oleh semua orang ternyata Bella pun mempunyai kekuatan untuk berpindah tempat seperti mereka.


Sesaat semuanya tercengang sampai akhirnya sadar bahwa sekarang Bella bukanlah manusia seutuhnya, tapi setengah vampir.


Tidak butuh waktu lama kini mereka semua sudah berada di sebuah rumah. Rumah milik keluarga Lim yang ada di pinggiran kota.


untuk sementara selama kehamilannya, Bella akan berada di rumah ini. Rumah yang letaknya di tengah-tengah hutan hingga tak akan ada satupun manusia yang mengetahuinya.


Mama Maiden kemudian menatap sekitar dengan bingung, bertanya-tanya juga kenapa dia ada di sini.


"Ed, kenapa mama disini?" tanya mama Maiden dengan bingung, seingatnya Dia baru saja terbangun dan harusnya saat ini masih berada di dalam kamar.


Mama Maiden benar-benar telah kehilangan semua ingatannya tentang keluarga Lim yang nyatanya adalah Vampir.


"Ku pikir mama memang sengaja keluar, apa mau minum?" tawar Edward pula, bicara seolah semuanya baik-baik saja.


"Tidak, mama tidak haus."

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu ayo aku antarkan kembali ke kamar sekarang masih jam 3 dini hari," ucap Edward. Malam memang masih menyelimuti mereka semua.


Pagi rasanya lama sekali untuk datang.


Mama Maiden pun menganggukkan kepalanya tanda setuju untuk diantar kembali masuk ke dalam kamar.


Edward membantu mertuanya tersebut untuk naik ke atas ranjang, juga menarik selimut menutupi sebagian tubuh sang mama.


"Tidur lah lagi Ma," ucap Edward.


"Terima kasih Ed." Mama Maiden merasa sangat bersyukur memiliki menantu seperti Edward. Pria itu tidak hanya mencintai anaknya tapi juga memperlakukannya dengan begitu baik.


Masuk ke dalam keluarga ini adalah suatu hal yang sangat disyukuri oleh nama Maiden.


Ketika Edward sudah keluar dari dalam kamar ini, mama Maiden pun benar-benar kembali memejamkan kedua matanya.


Dan Edward diluar sana segera bergegas menemui sang istri.


Dengan kekuatannya dalam sekejab saja, Edward telah tiba di rumah tengah-tengah hutan tersebut.


Tatapannya langsung bertemu dengan sang istri ...

__ADS_1


__ADS_2