
Bella jatuh terkulai lemas di percintaan pertama mereka, kedua matanya bahkan terasa begitu sulit untuk dibuka, terasa sangat berat.
Suaranya habis hanya untuk mendessah, kini dia haus sekali. tapi beranjak dari tempat tidur untuk mengambil minum tersebut dia sudah tidak mampu.
"Maafkan aku sayang," ucap Edward dengan cemas, dengan gerakan cepat sekali dia mengambil air dan diberikannya pada sang istri.
Pelan-pelan membantu Bella untuk meminum air tersebut.
Di dalam hatinya, Edward berulang kali merutuk dirinya sendiri. Tapi menghentikan semua hasrat yang sudah lama terpendam sungguh tidak mudah.
Ahk entah lah! Edward benci pada dirinya sendiri karena dia telah menyakiti Bella.
Mereka memulai pergulatan ini ketika waktu masih pagi dan ternyata saat ini sore sudah menjelang, di luar sana bahkan gerimis sedikit turun tapi keduanya tidak ada satupun yang menyadari.
Leo yang sejak dia menunggu kini pun masih setia menunggu juga.
Dia bahkan telah menyiapkan banyak makanan di meja ruang kerja sang Boss.
Tanpa perlu dijelaskan secara rinci dia sudah tahu apa yang terjadi di dalam kamar sana. Bahkan beberapa kali Leo seperti mendengar ada barang yang jatuh.
Sang Tuan pasti telah menjelaskan siapa dia sebenarnya. Leo tidak mencemaskan sedikitpun tentang Bella.
Dia hanya memikirkan Tuannya.
__ADS_1
Edward lantas membersihkan tubuh Bella, melihat tubuh yang sudah dipenuhi lebam-lebam, makin membuat hatinya sendiri jadi hancur. Edward lantas kembali memasang baju untuk istrinya tersebut.
Dengan menggendong Bella di daddanya, Edward pun akhirnya membawa sang istri keluar dari dalam kamar tersebut.
dan yang pertama kali dia lihat adalah, Leo terduduk di sofa ruangan ini.
Leo sontak bangkit dan menundukkan kepalanya memberi hormat.
Sekarang ini seluruh karyawan sudah pulang, jadi di gedung tinggi ini hanya tinggal mereka bertiga saja.
di bawah sana hanya tinggal beberapa orang penjaga keamanan.
"Pulanglah Leo, aku bisa menanganinya sendiri," ucap Edward pada sang asisten.
Bella hanya bisa sayup-sayup mendengar pembicaraan keduanya, tapi dia tidak melihat keberadaan Leo. kedua matanya terpejam dan bersandar di dadda bidang sang suami.
"Baik Tuan, saya permisi," ucap Leo pula, setelahnya pun dia pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Edward duduk dengan memangku Bella, seperti mengurus seorang bayi Edward perlahan membuat Bella makan.
Pelan-pelan sampai akhirnya Bella bisa membuka kedua matanya.
Dan melihat sang istri yang sudah nampak lebih baik, Edward pun segera mencium bibir Bella dengan begitu lembut.
__ADS_1
Kecupan penuh cinta.
Akhirnya Bella tersenyum, meski dengan gerakan yang sangat pelan dia pun mengerakan kedua tangannya untuk memeluk sang suami.
Edward yang begitu perkasa.
Ya Tuhan, Bella bahkan sampai tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata tentang kemampuan sang suami.
Dia hanya bisa tersenyum saja dengan samar-samar kembali teringat tentang percintaan panas keduanya.
"Makan yang banyak ya? aku akan suapi kamu," ucap Edward, dari suaranya tidak terlihat sedikit pun jika pria ini merasa kelelahan. Malah seperti sangat segar.
Bella pun mengangguk.
Meski butuh waktu yang cukup lama untuk menyantap semua hidangan yang tersedia di atas meja itu, tapi pada akhirnya Bella berhasil makan dengan jumlah yang sangat banyak.
Dia benar-benar kelaparan.
Di menit-menit akhir saat tenaganya mulai pulih, Bella bahkan mulai makan sendiri dengan lahap.
Edward pun tersenyum, senang melihat selera makan istrinya telah kembali.
Dia mengangkat tangan kanannya dan mengelus lembut puncak kepala Bella.
__ADS_1
"I love you," kata Edward singkat, namun berhasil membuat Bella nyaris tersedak.