
Ahk! pekik Bella, dengan suaranya yang semakin lama terdengar semakin habis.
Tubuhnya terasa terbakar dengan gigitan yang diberikan oleh Edward. Dua tangan dan kakinya coba untuk berontak tapi kemudian ditahan kuat oleh mommy Lilyana dan kak Serine.
Bella hanya bisa pasrah merasakan tubuhnya yang terawat sakit. Nyawanya seolah ditarik dengan paksa untuk keluar dari dalam tubuh.
Akh!! kedua mata Bella mendelik, sakit sekali.
Sampai akhirnya disatu titik, Bella kehilangan semua tenaganya. Dan disaat itu Edward pun menarik diri, melepaskan gigitannya pada leher sang istri.
Ketika itu juga, jatuhkan air bening dari kedua mata Edward.
Deg! daddanya sesak sekali, karena pada akhirnya dia membuat Bella jadi sama seperti dia.
Maafkan aku Bell, maafkan aku, Batin Edward.
Sumpah, Edward tidak pernah ingin melakukan ini. Tapi jika dibiarkan saja, jelas Bella akan meninggal karena tak sanggup mengandung anak darrah campuran tersebut.
Ini memang yang terbaik untuk Bella, tapi tetap saja rasa bersalah itu tidak bisa dengan mudah Edward hilangkan.
Mommy Lilyana dan kak Serine pun melepaskan genggaman mereka padahal tubuh Bella.
Mulai mengambil langkah mundur dan melihat Apa yang akan terjadi pada Bella.
__ADS_1
Harusnya janin yang dikandung Bella akan meninggal, sementara Bella akan hidup jadi vampir.
Tapi cukup lama waktu berlalu, namun Bella tak kunjung membuka kedua matanya.
"Bell," panggil Edward, kecemasan mulai menguasai dia.
Mommy Lilyana sudah melebarkan mata, menatap tak percaya.
"Tunggu, harusnya Bella sadar, tenang lah Ed, tunggu sebentar lagi," ucap mom Lilyana.
Kak Serine dan kak Lucas saling pandang, sungguh bingung dengan apa yang terjadi sekarang.
"Menyingkir," ucap Daddy Gilbert.
Tapi kemudian dia malah meraskan jika janin di dalam kandungan Bella masih hidup.
Deg! jantung Daddy Gilbert seketika berdenyut nyeri. Kedua tangannya gemetar tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan.
"Serine! apa yang kamu lihat hanya Bella?" tanya Daddy Gil pada sang anak sulung, dia tak ingin meragukan Serine, namun apa yang terjadi sekarang seperti kebalikan dari ramalan tersebut.
Bayi itu masih hidup sementara Bella masih belum juga sadarkan diri.
"Benar dad, aku tidak mungkin salah! apa yang terjadi, bayi itu sudah mati kan?" tanya kak Serine pula, bicara dengan nada menggebu-gebu.
__ADS_1
Namun Daddy Gilbert malah terdiam, mendadak kelu untuk mengungkapkan kebenaran.
Mommy Lilyana menggelengkan kepalanya, merasa ini tak masuk akal.
Edward adalah yang paling terpukul dengan hal ini, menggunakan kekuatannya, dia pun memeriksa Bella.
Dan benar, di dalam tubuh Bella yang mati, Edward melihat sebuah kehidupan.
Deg! semakin jatuh deras lah air bening yang keluar dari dua matanya.
"Tidak, Bella tidak boleh mati, aku tida mau anak ini," guman Edward, dengan rasa bersalah yang luar biasa.
Dia menggeleng dan terus menjatuhkan air matanya.
Tanpa disadari semua orang, Andrew pun mulai bergabung di sana. Mulai mengamati situasi.
Dan diantara semua orag itu, hanya Andrew yang bisa berkomunikasi dengan bayi tersebut.
"Bagaimana ini dad? bagaimana caranya membawa Bella kembali? bagaimana?!!" Edward mulai frustasi.
"Bunuh saja bayi itu dad! bunuh!" Arght!! Edward menarik rambutnya frustasi.
Mommy Lilyana sudah menangis dengan tertahan, sementara kak Serine daddanya sesak sekali.
__ADS_1
"Jangan! jangan bunuh bayi itu," ucap Andrew, hingga membuat semua orang menatap ke arahnya.