Sweet Blood

Sweet Blood
Bab 29 - Penghapus Dari Semua Rasa Benci


__ADS_3

"Selamat malam Mom, Dad," sapa Liona pada mommy Lilyana dan Daddy Gilbert.


tidak peduli meski kedatangannya membuat canggung suasana, tapi Liona tetap tersenyum dengan sangat lebar dan menyapa semua orang.


Namun senyum itu sedikit hilang ketika dia melihat seorang wanita yang tak asing duduk di samping kekasihnya.


Astaga, Kamu benar-benar Jahat Ed. Dua minggu aku menunggu kamu menghubungi aku lebih dulu, tapi ternyata tidak ada sekalipun dan sekarang saat aku datang ke rumahmu ternyata dia sudah jadi salah satu penghuni di sini. Batin Liona.


Sangat sakit hatinya ketika melihat pemandangan tersebut. dan sedihnya Liona itu bisa Edward baca dengan jelas meskipun Liona tidak menjelaskannya sama sekali.


Tapi hati Edward bukanlah hati yang gampang berbagi, ketika dia sudah memutuskan untuk mencintai Bella, maka hanya akan ada Bella di dalam hatinya.


tidak peduli seberapa banyak Liona merintih merasakan sakit hati, Edward tetap tidak akan peduli.


"Duduk lah Lio, kita makan bersama. Oh ya, ini kenalkan, dia adalah istrinya Edward, Bella Claire, dan beliau ibunya Bella, nyonya Maiden," jelas mom Lilyana.


Serine hanya tersenyum kecil, tidak peduli dengan semua drama yang akan terjadi. Dia dan sang suami sejak tadi menghirup aroma manis darrah milik Bella, jadi semakin menambah nikmat makan malamnya.

__ADS_1


Andrew saja, sejak tadi tidak bicara, mendadak bocah itu jadi pendiam ketika ada sang kakak ipar.


Liona lantas duduk di salah satu kursi yang masih kosong, kursi itu berhadapan langsung dengan Edward dan Bella.


ketika makan malam telah dimulai, berulang kali Liona melihat Edward, berharap sesekali tatapan mereka akan saling bertemu.


Tapi ternyata harapannya hanyalah tinggal harapan, karena sekalipun Edward tidak melihat ke arahnya, malah dia terus yang melihat kekasihnya itu memberi banyak perhatian kepada istri barunya.


Hah! Liona membuang nafasnya dengan kasar, hatinya yang selama ini tidak pernah membenci seketika mulai diselimuti rasa tak nyaman itu.


Sedikitpun dia tidak merasa berselera untuk menyantap semua hidangan.


Kak Serine dan kak Jacob juga pergi lebih dulu untuk menikmati Waktu mereka berdua.


di meja makan itu kini hanya tinggal Andrew, mom Lilyana, dad Gilbert dan Liona.


"Mom, aku dan Edward belum putus," ucap Liona dengan gamblang. Sebuah kalimat yang membuat tatapan semua orang jadi tertuju ke arahnya.

__ADS_1


"Aku tahu dia sudah menikah dengan Bella, tapi ini tidak adil bagiku Mom, Edward mencampakkan aku begitu saja dan aku tidak terima," tambah Liona, kini bahkan ada air bening yang keluar dari kedua matanya.


Sungguh, Dia sangat berharap mommy Lilyana dan Daddy Gilbert berada di sampingnya untuk memberikan dukungan.


karena dengan begitu dia tidak akan merasa sendirian.


Mom Lilyana lantas segera menggenggam erat tangan Liona, merasa bersalah juga atas sikap sang anak.


tapi bagaimana lagi, Bella adalah gadis yang spesial. Bahkan bukan hanya Edward saja yang menginginkannya, tapi seluruh keluarga Lim juga menginginkan Gadis itu berada diantara mereka.


"Maafkan Edward Lio, maafkan mommy juga, karena mommy tidak bisa membantumu. Sekarang Bella adalah istrinya, maka kami akan selalu mendukung mereka berdua," jelas mom Lilyana, dia tidak ingin memberikan harapan palsu jadi langsung mengatakan pada intinya saja.


Tapi saat mengatakan itu suara mom Lilyana terdengar sangat lembut, dia Bahkan bukan hanya menggenggam tangan Liona tapi juga mengelus lembut punggung wanita cantik ini.


Sungguh mom Lilyana tidak ingin ada hubungan yang buruk di antara mereka berdua.


"Malam ini menginaplah di sini, besok mommy akan mengantar mu pulang," ucap mom Lilyana.

__ADS_1


Liona makin menangis menjadi-jadi, dia sangat membenci Edward dan Bella, namun mom Lilyana seperti penghapus dari semua rasa benci itu.


Diantara tangisnya yang masih terus keluar, Liona pun menganggukkan kepalanya.


__ADS_2