Sweet Blood

Sweet Blood
Bab 31 - Harusnya Kamu Pergi


__ADS_3

Mansion ini begitu megah dan mewah. Namun terasa sangat sepi dari Liona.


Setelah beberapa saat lalu dia banyak berbincang dengan mommy Lilyana kini hatinya jadi terasa lebih baik.


Namun di saat dia sendirian berada di dalam kamarnya seperti ini dan sepi menerpa, rasa sedih itu kembali menyelimuti hatinya.


Kembali terbayang bahwa harusnya dialah yang berada di samping Edward, harusnya dia lah yang jadi nyonya muda di keluarga Lim. harusnya dia yang mendapatkan cinta dan juga kehormatan.


"Huh!" Liona membuang nafasnya dengan sangat kasar seolah sedang membuang sesuatu yang sangat mengganjal di dalam hatinya.


"Tidak, aku tidak bisa hanya diam saja seperti ini, aku harus kembali bicara dengan Edward," gumam Liona.


Di dalam sudut hatinya yang paling dalam, Liona masih berpikir bahwa ada cinta diantara dia Edward yang harus diperjuangkan.


Menyadari itu Liona ingin kembali menemui Edward dan membicarakan ini dari hati ke hati.


Sungguh, Liona akan memaafkan Edward jika saat ini juga pria itu bersedia menceraikan Bella.


Dan dengan semua keyakinan yang ada di dalam hatinya itu akhirnya Liona putuskan untuk keluar dari dalam kamar ini.


Saat ini waktu sudah menunjukkan jam 09.30 malam.


Liona pikir Bella pasti sudah tertidur, jadi ketika Dia mengetuk pintu kamar sepasang suami istri itu maka yang akan keluar adalah Edward.

__ADS_1


Keluar dari dalam kamar Liona hanya melihat ruangan yang sepi, bahkan tidak ada satupun pelayan yang kulukilir lagi.


Beberapa lampu utama pun sudah dimatikan, tanda bahwa penghuni rumah ini telah mulai beristirahat dalam lelap.


Dengan langkah kakinya yang perlahan akhirnya Liona berjalan menaiki anak tangga, tempat yang dia tuju jelas tempat yang paling tinggi di mansion ini, yaitu lantai 3 Di mana kamar Edward berada.


Jantungnya berdebug tidak karuan seirama dengan langkah kakinya semakin mendekati kamar pria itu.


Sepi dan cahaya temaram adalah teman yang menemani Liona.


Gadis patah hati yang sedang berusaha memperjuangkan perasaannya.


Tiba di lantai 3, dia bisa langsung melihat pintu Edward. langkah kakinya pun jadi semakin cepat saja.


Tapi berulang kali Liona mengetuk pintu itu tapi tetap tidak ada satupun sahutan yang dia terima, bahkan pintu masih setia terkunci rapat tidak ada tanda-tanda bahwa akan dibuka.


"Ed!" panggil Liona, akhirnya dia buka suara untuk memanggil.


Tapi bukan sahutan yang dia terima, Liona malah mendengar jika pintu di sudut lantai ini terbuka.


Deg!


Seketika itu juga tatapan Liona langsung bertemu dengan tatapan milik Bella yang keluar dari sana.

__ADS_1


Yang terkejut tentu saja bukan Liona, tapi Bella juga.


Setelah melakukan percintaan panas dengan Edward, Bella berencana untuk memanggil pelayan dan meminta beberapa makanan, tapi malah melihat Liona mengetuk pintu kamarnya.


Jelas wanita itu berniat untuk menemui sang suami, dan hal itu membuat hati Bella jadi kembali terbakar oleh cemburu.


Edward memang salah karena tidak mengakhiri hubungannya lebih dulu dengan Liona sebelum menikahi dia, tapi sekarang dia adalah istri Edward, jadi Bella merasa lebih punya hak untuk bersama pria itu.


Bukan Liona.


meski jantungnya berdengup tidak karuann dan sedikit merasa takut, namun Bella tetap melangkahkan kakinya untuk mendekati Liona.


Sampai akhirnya kedua wanita itu saling berhadapan dengan tatapan yang sama-sama tajam.


"Dimana Edward?" tanya Liona langsung, tanpa basa-basi dia mengajukan pertanyaan itu. Seolah dia adalah seseorang yang berhak atas Edward, Dan sekarang sedang menuntut haknya untuk tau.


"Untuk apa kamu mencari suamiku?" balas Bella, sungguh, saat ini dia merasa sangat takut, dia hanya sedang berusaha untuk menunjukkan dirinya yang kuat. tidak ingin terlihat lemah.


Cih! Liona terkekeh dan berdecih ketika mendengar jawaban Bella tersebut, kata suami yang diucapkan oleh Bella terdengar sangat lucu di telinganya.


"Kalau kamu punya malu dan hati, harusnya kamu tidak memanggil Edward dengan sebutan seperti itu. harusnya kamu pergi meninggalkan dia, dan membiarkan Edward bersama ku," balas Liona.


Bella terdiam, seketika tersentak ketika hati kecilnya pun berpikir hal yang sama dengan apa yang diucapkan oleh Liona.

__ADS_1


Dan hal itu membuat daddanya terasa sesak sekali.


__ADS_2