
Tidak peduli dengan tubuh Liona yang sudah tidak bernyawa, Edward dengan segera berpindah tempat mendatangi sang istri.
Saat itu Bella dibaringkan di atas sofa oleh mommy Lilyana.
Mama Maiden yang juga mendengar semua keributan pun akhirnya keluar dari dalam kamarnya, namun ketika dia datang dia sudah melihat Bella yang dibaringkan di atas ranjang.
"A-Apa yang terjadi, Bella apa yang terjadi padanya? kita harus segera membawa Bella ke rumah sakit," ucap mama Maiden dengan sangat cemas dia bahkan sudah menangis melihat keadaan sang istri.
Mommy Lilyana dan Daddy Gilbert kemudian saling pandang, mereka tidak bisa membiarkan Maiden melihat ini semua.
karena hanya akan semakin memperkeruh keadaan, jadi setelah saling memberi isyarat melalui tatapan mata akhirnya Daddy Gilbert memukul tengkuk Maiden hingga akhirnya wanita paruh baya itu pun jatuh pingsan.
Beberapa pelayan diperintahkan untuk kembali membawa Maiden menuju kamarnya.
Edward yang baru tiba pun segera memeluk istrinya erat, hendak menggunakan kekuatannya untuk bisa menyembuhkan semua luka di tubuh sang istri.
"Tunggu Ed, kamu tidak bisa melakukan itu kepada Bella!" cegah mom Lilyana dengan cepat sebelum Edward berhasil mentransfer energinya.
__ADS_1
"Kenapa Mom? jangan halangi aku! aku harus segera menyembuhkan Bella!!"
"Tidak Ed, kita tidak bisa memberinya energi, karena saat ini Bella sedang mengandung! ini semua salahmu!! bukankah mommy sudah mengatakan padamu, jangan lakukan ini!!" pekik mommy Lilyana dengan kekecewaan yang luar biasa.
Sudah jelas-jelas dia katakan kepada sang anak bahwa Tak ada hubungan lebih, tapi nyatanya Edward malah membuat Edward hamil.
memposisikan Bella dalam keadaan yang sulit. Terlebih saat ini Bella masih lah manusia.
dan mendengar apa yang diucapkan oleh sang ibu seketika Edward pun tercengang.
Dia lantas menatap sang istri yang sudah nampak tidak berdaya.
Kak Serine dan kak Lucas yang baru datang dan mendengar tentang keadaan Bella itu pun sama terkejutnya.
Sementara Andrew, di kurung di dalam kamarnya.
"Janin itu berkembang dengan sangat cepat, kita tidak bisa membawanya ke rumah sakit," ucap Daddy Gilbert.
__ADS_1
Edward makin terpuruk dengan perasaan bersalahnya sendiri.
"Tunggu," ucap kak Serine. Dia maju dan coba menyentuh Bella, Bella yang saat ini terlihat kasihan sekali dengan tubuhnya yang tidak berdaya.
Kak Serine punya kemampuan untuk meramal masa depan, namun dia harus menggenggam erat tangan seseorang yang ingin dibaca masa depannya. Tanpa sentuhan tangan ini maka dia tidak akan bisa membaca apa-apa.
dan setelah menyentuh tangan Bella, kak Serine seketika melihat sebuah masa depan di mana Bella tertawa dengan riang. Namun bola matanya terlihat ada gurat warna merah, tanda bahwa Bella pun akan berubah jadi sama seperti mereka, yaitu Ras Vampir.
Deg!
kak Serine seketika melepaskan genggamannya pada tangan Bella, seketika merasakan tenaganya yang nyaris habis karena menerawang masa depan tersebut.
Tapi di dalam masa depan yang dia lihat dia hanya mampu melihat Bella, kak Serine tidak melihat keberadaan seorang anak kecil ataupun bayi yang saat ini dikandung oleh Bella.
"Ahk!" runtih kak Serine, menahan sakit di daddanya.
"Bagaimana? apa yang terjadi pada Bella?" tanya Edward dengan tidak sabaran, semua orang pun seketika menetap ke arah kak Serine, ingin tahu kebenaran apa yang ada di masa depan.
__ADS_1