
Liona seketika tercengang ketika melihat tubuh Bella yang menggelinding menuruni anak tangga.
Tubuhnya seketika gemetar karena di dalam benaknya langsung terpikir bahwa Bella akan mati saat itu juga.
Jelas dia yang akan disalahkan karena banyak pula saksi yang menyaksikan tragedi tersebut.
Liona seketika mundur, tak sanggup melihat lebih banyak kecelakaan itu.
Kening Bella yang terantuk langsung dengan pinggiran anak tangga membuatnya terluka hingga darahnya keluar cukup banyak.
Dan aroma darrah yang menguar itu, akhirnya membangunkan seluruh keluarga, seluruh ras Vampir di dalam mansion tersebut seketika membelalakkan matanya.
Andrew bahkan seketika seperti kehilangan kendali, secepat yang dia bisa Andrew menuju darrah itu berasal, aroma yang begitu manis hingga membuat taringnya muncul sendiri tanpa dia kendalikan.
Edward pun langsung tersadar dari tidurnya dan tidak melihat Bella ada di samping.
Deg! Edward seketika tersentak, karena aroma darrah ini jelas milik sang istri.
"Tuan Jangan!!" Pekik semua pelayan ketika melihat Andrew mendekati sang kakak ipar, bahkan saat itu juga Andrew hendak mengigit leher Bella tak peduli jika kakak iparnya tersebut dalam keadaan yang tidak berdaya. Bella sudah setengah sadar dan merasakan tubuhnya yang seperti remuk.
__ADS_1
seperti tubuhnya patah semua.
Kak Serine bahkan langsung mendekap sang suami erat agar tidak ikut menyerang Bella.
Sementara Andrew langsung ditahan oleh mommy Lilyana dan Daddy Gilbert.
semua vampir mulai mengeluarkan taringnya, mereka seperti berperang pada diri sendiri agar tidak mampu membunuh Bella.
Sekali merasakan darrah yang manis itu, maka bisa dipastikan bahwa mereka tidak akan bisa berhenti, dan disaat itu juga maka matilah Bella.
Kedua mata mom Lilyana tersengat ketika melihat darah yang keluar dari tubuh Bella bukan hanya dari kepalanya tapi juga dari pangkal pahanya, seperti sebuah tanda bahwa sang menantu saat ini tengah hamil dan mengalami keguguran.
"Akh!" pekik Andrew, dia benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. mengeluarkan semua tenaganya dia pun mendorong sang ayah hingga terpelanting cukup jauh. Lalu melepaskan diri dari cengkraman sang ibu, dan secepat kilat Andrew kembali mendekat Bella.
Brug!! dan saat itu juga Edward datang dan menendang sang adik cukup kuat.
Brugh!! tubuh Andrew membentur dinding hingga dinding itu retak.
"Aku mohon Luc, kendalikan dirimu!" mohon kak Serine, dengan sangat terpaksa dia melepaskan cengkramannya pada sang suami.
__ADS_1
Kak Serine segera mendatangi sang adik dan mengamankan Andrew.
Bella hanya mampu samar-samar melihat perkelahian semua orang. sampai akhirnya dia merasa tubuhnya direngkuh oleh sang suami.
tapi di saat itu juga akhirnya Edward mendengar pikiran Liona di dalam rumah ini.
Hah? apa ini? me-mereka bukan manusia? Mereka Vampir.
Astaga ya Tuhan, sangat menjjijikan.
Tidak, aku harus segera pergi dari sini, aku harus mengatakan pada semua orang bahwa keluarga Lim adalah keluarga vampir.
Mereka semua harus mati, mereka semua harus dibakar hidup-hidup.
Batin Liona, semua pemikiran itu memenuhi isi kepalanya. saat ini dia sangat takut, Liona mundur perlahan, tidak ingin keberadaannya disadari oleh semua orang.
Apa yang dia lihat di depan mata sungguh mencengangkan, Liona sampai tak bisa berkata apa-apa, seketika lidahnya terasa kelu.
Tapi belum sempat Wanita itu pergi jauh dari sana, Edward sudah lebih dulu mencegah tangannya.
__ADS_1
Grap!
"Ahk!" pekik Liona.