
Di ujung malam itu, akhirnya Bella dan Edward membaringkan tubuh mereka di atas ranjang.
Tidur dengan saling memeluk hingga meleburkan semua rasa cemas yang semalaman ini menyelimuti hati mereka berdua.
Mayat Liona telah diurus oleh Leo, semua orang akan tau gadis itu meninggal karena kecelakaan dan mobilnya masuk ke dalam sungai.
Sedikitpun tak ada bekas pembunnuhan yang dilakukan oleh Edward.
Pagi datang.
Ketika mama Maiden bangun dan ikut berkumpul di meja makan, dia tidak melihat Bella dan Edward di sana.
Namun belum sempat bertanya, mommy Lilyana sudah lebih dulu menjelaskan.
"Edward dan Bella pergi pagi-pagi sekali untuk berlibur, dia tidak ingin menganggu tidur mu, tapi siang nanti pasti mereka menelpon," ucap mom Lilyana.
sebenarnya semua orang saat ini masih merasa cemas tentang kehamilan Bella. sejujurnya Mereka ingin mengawasi bagaimana perkembangan bayi itu tiap jamnya.
Tapi mereka tidak bisa meninggalkan mama Maiden begitu saja, bagaimanapun mereka harus tetap membuat Maiden tidak berpikir berlebihan. Tetap merasa bahwa semuanya baik-baik saja.
Jadi setelah sarapan itu, mommy Lilyana dan Daddy Gilbert masih tetap tinggal di rumah untuk menemani mama Maiden.
Sementara Andrew, kak Lucas dan kak Serine, pamit pergi. mereka bertiga segera mendatangi Edward dan Bella di tengah hutan.
Dan benar seperti dugaan mereka bertiga, pagi ini perut Bella jadi semakin besar dibandingkan semalam.
__ADS_1
Andrew tersenyum, baru masuk ke dalam rumah itu dia langsung saling sapa dengan bayi tersebut.
"Nanti malam dia akan lahir," ucap Andrew dengan bibir tersenyum lebar. Kak Serine dan kak Lucas yang mendengar tentu sangat terkejut.
Edward yang bisa membaca pikiran sang adik pun seketika tersentak hatinya.
Karena jujur saja, dia masih merasa takut tentang bayi tersebut.
Kemungkinan jadi bencana masih jelas di dalam benaknya.
"Kak Bella," panggil Andrew ketika akhirnya dia bertemu dengan kak Bella dan kak Edward di ruang tengah.
Bella menoleh dan langsung tersenyum, kini dia telah jadi manusia setengah Vampir, jadi tak merasa kesulitan sedikitpun tentang kehamilan itu.
Justru semakin merasa jika kekuatannya selalu bertambah, lebih kuat dan terasa lebih segar.
Dulu hubungannya dengan Andrew sangat buruk, mengingat anak itu terus berusaha menyesap darrahnya. Tapi kini keduanya jadi begitu dekat, karena adanya bayi tersebut.
Terlebih Andrew adalah satu-satunya yang bisa berkonsentrasi dengan sang anak.
Mendapatkan tawaran kak Bella itu, tentu Andrew langsung menghampiri dengan antusias, seolah tak menganggap kak Edward ada di sana.
"Boleh aku menyentuhnya?" tanya Andrew, menunjuk ke arah perut sang kakak ipar yang jadi semakin buncit.
"Tidak!" Edward yang menjawab dengan singkat dan tegas.
__ADS_1
Andrew langsung murung, Sementara Bella tidak bisa menolak apapun keputusan sang suami.
"Langsung saja diajak bicara, tidak perlu pegang-pegang," balas kak Bella akhirnya. Padahal kini dia memiliki kekuatan yang begitu besar, kekuatannya bahkan bisa diadu dengan Edward, tapi karena pria itu adalah suaminya, maka Bella hanya bisa patuh.
Andrew makin mencebikkan bibirnya dengan begitu jelas.
Jadi berniat untuk mengerjai sang kakak.
"Jangan berpikir untuk mengerjai aku!" balas Edward lagi, Andrew lupa jika kakaknya itu bisa membaca pikirannya.
Hih, menyebalkan. kesal Andrew.
Edward sudah menatapnya tajam.
"Bayi itu berkata dia tidak menyukai Daddy Edward, dia tidak ingin tidur dengan Daddy," ucap Andrew pada kak Bella.
"Andrew!!" kesal Edward.
Dan mendengar kekesalan sang kakak, Andrew pun langsung berlari dari sana dengan tertawa yang sangat jelas.
Edward dengan segera mengejar dsn memberi pelajaran pada adiknya tersebut.
Perkelahian dua vampir itu justru membuat Bella tersenyum.
Kak Serine dan kak Lucas hanya mampu geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Bella lalu mengelus perutnya dengan lembut.
"Jangan membenci Daddy mu sayang," ucap Bella pada sang anak.