Sweet Blood

Sweet Blood
Bab 43 - Dia Adalah Anakku


__ADS_3

Jam seperti berjalan dengan cepat sekali, sementara Bella semakin melihat dengan jelas perubahan perutnya yang jadi semakin besar.


Tiap jam dia lihat terus, seperti sebuah keajaiban. Sungguh, memiliki anak dengan cara seperti ini tidak pernah dalam bayangkan sebelumnya.


Dunianya seperti berbagai 180 derajat.


Edward benar-benar telah merubah semuanya.


"Ahk!" pekik Bella, tepat di jam 8 malam akhirnya dia merasakan perutnya mulai sakit yang melilit.


Benar seperti ucapan Andrew pagi tadi, bahwa malam ini sang kakak ipar akan melahirkan anak pertamanya.


Mama Maiden dibuat tidur lebih cepat oleh mommy Lilyana, jadi malam itu dia dan sang suami pun bisa mengunjungi Bella di rumah hutan tersebut.


Semua orang nampak cemas, sangat cemas.


"Mom, perut ku sakit sekali," lirih Bella.


Mommy Lilyana dan kak Serine segera membantu proses persalinan Bella di dalam kamar.


Bella terus mendampingi sang istri, dengan raut wajah yang nampak lebih cemas daripada semua orang.


Mommy Lilyana ahli dalam pengobatan, dia bisa menangani Bella.


"AHK!!" pekik Bella dengan begitu kuat, bahkan suaranya sampai menggema di hutan dan membuat beberapa burung berterbangan dengan asal.


Bulan purnama seketika muncul seperti menyambut kelahiran bayi setengah vampir itu.


Tangis bayi laki-laki seketika menggema, jadi riuh dan membuat semua orang tercengang.

__ADS_1


Bayi itu sangat tampan, persis seperti Edward saat kecil dulu.


Mommy Lilyana bahkan sampai menangis, tak menyangka bahwa keluarga Lim akan mendapatkan keturunan baru.


Edward langsung memeluk Bella erat, Sementara Bella tersenyum dengan begitu lebar.


Kini tak ada lagi rasa sakit yang dia rasakan, semuanya seperti dibawa keluar oleh anak mereka.


Bella bahkan bisa langsung turun dari atas ranjang itu setelah dibersihkan oleh kak Serine.


"Mom, anak ku," ucap Bella. Mommy Lilyana pun segera menghampiri Bella dan menyerahkan bayi tersebut.


Edward pun memandangnya dengan tatapan yang entah, haru, sedih dan senang yang jadi satu.


"Kata Andrew dia akan berkembang dengan normal sayang, sama seperti manusia. Jadi jangan cemaskan apapun ya?" ucap Bella, sungguh, dia tidak ingin ada selisih paham diantara dia dan sang suami.


Bella menciumi anaknya dengan begitu lembut, puas memberikan ciuman itu dia pun menyerahkan sang anak pada ayahnya.


Edward nampak canggung, namun dengan semua keraguan itu akhirnya dia menggendong bayi tersebut.


Dan seketika itu juga bayi tampan itu menangis dengan kuat.


Hua hua!!


Andrew tertawa pelan, dia segera maju dan mengambil anak tersebut.


"Sudah ku katakan, dia tidak menyukai daddynya," ucap Andrew dengan santainya.


Dan ketika bayi itu berada di dalam gendongannya, seketika tangis itu mereda.

__ADS_1


Ya, Andrew dan bayi laki-laki itu akan jadi teman baik.


Mendapati anaknya yang tak bersedia dia gendong, ternyata hati Edward mencelos. Ternyata dia pun menginginkan bayi tersebut.


"Berikan padaku, dia adalah anakku," ucap Edward dengan suara yang terdengar posesif.


Bella yang mendengar pun sampai menghangat hatinya, akhirnya Edward benar-benar bersedia menerima anak mereka.


Dengan sedikit terkekeh, Andrew pun segera menyerahkan bayi itu pada ayahnya.


Dan untung lah kali ini, bayi itu tidak menangis.


Edward pun tersenyum dan mencium anaknya dengan begitu lembut, penuh kasih dan sayang.


Haru yang tak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


Edward lantas menarik Bella pula untuk di peluknya erat.


"Aku sangat mencintai kamu Bell, aku mencintai kalian berdua," ucap Edward.


Belum sempat Bella menjawab, bibirnya sudah lebih dulu dicium oleh pria tersebut.


Keluarga Lim benar-benar merasakan kebahagiaan yang hakiki. Penambahan anggota baru di dalam keluarga mereka.


Bayi yang diberi nama Alexander Lim.


Bayi darrah campuran, manusia dan Vampir.


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2