
"Kak Bella akan baik-baik saja," ucap Andrew, dia pun melangkahkan kakinya semakin dekat coba untuk menyentuh sang kakak ipar.
Namun kak Serine menahan, menyentuh lengan Andrew untuk menghentikan langkah kaki sama adik.
"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya kak Serine. Andrew adalah yang paling tidak stabil di antara mereka semua. Semua pergerakannya terasa tidak bisa dikendalikan.
Hingga menambah cemas semua orang.
"Aku bisa bicara dengan bayi itu Kak. Dia tidak ingin mati, dia juga tidak ingin membunuh kak Bella," terang Andrew, sebuah penjelasan yang membuat semua orang tercengang.
Namun belum bisa menghilangkan kesedihan yang saat ini menyelimuti hati Edward.
"Apa maksudmu Drew?" tanya mom Lilyana. Dia cemas, sangat cemas, namun coba mengumpulkan semua kebenaran dari kemampuan anak-anaknya.
"Kita tunggu sebentar lagi Mom, sebentar lagi kak Bella akan sadarkan diri," jawab Andrew.
Semua orang yang mendengar ucapan itu pun tak bisa melakukan apa-apa. di antara semua keputusasaan yang sedang mereka rasakan, ucapan Andrew sudah seperti sebuah harapan.
1 menit.
__ADS_1
3 menit.
Tubuh Bella yang awalnya begitu pucat seolah kehabisan darrah, kini perlahan kembali terlihat aliran darrah di sana. Jari-jarinya yang keriput kini mulai berangsur jadi normal.
Edward dan semua orang begitu pasangan ketika melihat perubahan tersebut. Tubuh Bella masih nampak segar, tidak pucat sebagaimana mereka semua.
Deg! jantung Edward berdegup dengan cepat ketika melihat keajaiban tersebut.
Dia telah begitu banyak menyesap darah Bella, tapi kini semuanya seolah telah kembali pulih.
Bahkan Tak lama kemudian Bella pun perlahan mengerjapkan kedua matanya.
Deg! semua orang tersentak kaget. ketika pertama kali dalam membuka mata, ada gurat warna merah yang menghiasi mata itu, persis seperti apa yang diramalkan oleh kak Serine di masa depan.
mata Bella ketika masih menjadi manusia.
Deg!
Melihat itu semua tanpa perlu dijelaskan secara rinci semua orang sudah tahu bahwa saat ini Bella telah jadi darrah campuran. Bella memiliki kekuatan sebagai seorang vampir tapi dia juga masih hidup sebagai manusia.
__ADS_1
"Ed," panggil Bella dengan lirih dan saat itu juga Edward langsung memeluk tubuh istrinya dengan begitu erat. dia bahkan kembali menjatuhkan air matanya.
Sangat bersyukur ketika bisa melihat Bella kembali memutar mata, di saat pikirannya sudah rusak dengan ketakutan jika Bella meninggal dunia.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku," lirih Edward, dia ciumi berulang kali wajah Bella. Memeluk dengan semakin erat.
Tapi kemudian Bella justru tidak membalas pelukannya tersebut, Bella malah menggerakkan kedua tangannya mendorong dadda Edward untuk melepaskan pelukan ini.
Edward yang merasa tak diinginkan pun perlahan melerai pelukannya.
Lalu melihat kedua mata Bella yang menatapnya dengan nanar.
"Bagaimana anakku? apa kamu membunuhnya?" tanya Bella dengan suaranya yang bergetar.
Dia bahkan langsung bangkit dari tidurnya dan duduk di sofa itu. Bella bergerak dengan cepat, seolah tak ada sakit ataupun luka yang membuatnya tak berdaya.
Bella telah benar-benar pulih dari peristiwa jatuh di tangga beberapa saat lalu.
Kini Bella bahkan merasa tubuhnya dalam keadaan yang sangat baik.
__ADS_1
"Katakan Ed, apa kamu membunuh anakku?" tanya Bella lagi, terus menyebut bayi itu sebagai anaknya sendiri.
Karena dia dengar dengan jelas, jika Edward tidak menginginkannya.