Sweet Dreams

Sweet Dreams
awal


__ADS_3

~ aku tidak mengerti apa itu cinta dan aku tidak mau mengerti apapun tentang cinta. Hanya satu yg mau ku mengerti, menggapai mimpiku sampai aku mendapatkannya ~


_DARA_


"Dara"


Dara lalu membalikkan badannya, mencari seseorang yg memanggilnya. Melihat Erick sedang berlari menuju dara, sambil membawa botol minuman.


"Ada apa kak?" Tanya dara


"Nih" erick menyodorkan minuman yang tadi dia beli untuk dara. Membungkukkan badan sambil memegang lututnya, Erick lalu mengambil nafas dalam², dia ngos ngosan karna tadi berlari.


"Untuk aku? Tapi aku gk haus, mending kakak aja. Tu liat kakak aja sampe ngos ngosan" ucap dara, menolak minuman yang erick beli susah². Padahal Erick sampai harus berhimpit²an, hanya untuk membelikan dara minum.


"Gue beli ini buat lo, bukan untuk gue" erick kembali menyodorkan minumannya untuk dara. Dara tersenyum manis.


Selalu saja seperti itu, setiap erick melihat senyuman manis dara, jantungnya selalu berdebar kencang tak karuan. Dara itu sepertinya tidak baik untuk kesehatan erick, tapi erick tidak akan melepaskan dara begitu saja.


Dara mengambil minuman yang erick kasih. Erick senang dara mau mengambil minuman yang tadi dia beli . Dara membuka tutup botol, lalu disodorkan ke mulut erick.


"Kakak pasti capek? Minum nih"


Entah, setan apa yg merasuki erick? Dia meminum minuman yang tadi, padahal dia beli itu buat dara.


Sadar, erick menghentikan aktivitas meminumnya.


"Gue capek² beli ini buat lo, kenapa malah lo kasih ke gue?" Kesal erick menegakkan badannya, sambil mengelap bibirnya dan menatap dara


"Tapi kakak pasti haus, ya udah aku kasih ke kakak aja"


Ini, ini yg membuat erick suka dengan dara, tidak hanya cantik, dara itu sangat pengertian , baik dan senyum manis milik dara itu membuat erick serasa memandang ibunya sendiri, senyuman dara itu selalu mengingatkan erick pada sosok yg dia sayang.


Tapi sayangnya ibu erick sudah meninggal beberapa tahun lalu. Dia kini hanya tinggal bersama ayahnya, jujur kalau boleh erick katakan. Dia tidak terlalu suka dengan ayahnya, di saat erick butuh tempat menyandar, ayahnya malah lebih memilih pekerjaan di bandingkan dengan erick sendiri.


"Aku pergi dulu ya, kak. Habisnya entar lagi masuk" dara pamit pergi meninggalkan erick yg masih berdiri tegak di sana.


Erick memandang kepergian dara.


"Kasihan ya? Udah berapa kali mau pdkt malah jadi kaya gini" ucap beno yg entah datang dari mana


Lalu andre menepuk pundak erick.


"Sabar bos. Masih banyak cewek ngantri buat lo, tinggal pilih aja"


"Yoi, dari pada sama dara. Mending cari yg lain aja! cantik sih, tapi lo udah ditolak berkali² sama dia, masih aja lo mau dapetin, inget lo masih punya harga diri" beno menceramah


"Mungkin memang lo kagak ditakdirin buat dia, mungkin gue" andre seketika mendapatkan tatapan tajam dari erick.


"Enak banget lo, gue jotos ******, hah" marah erick


"Napa sih, gue ngomong apa adanya. Mungkin dara itu cocok sama gue"


"Awas lo sampe deket² sama dara!"


"Siapa lo berhak ngelarang gue deket sama dara?!"

__ADS_1


"Gue calon pacarnya!"


"Calon pacar?....klo gitu gue calon suaminya, hah! Mau apa lo?!"


"Ya udah gue calon bapaknya! Gue gk akan pernah nyetujuin lo sama dara! Bangke"


"Kok lo nyolot banget sih?! Gue tadi becanda ***"


"Lo salah sendiri cari masalah sama gue!"


Erick dan andre saling tatap tatapan mata dengan tajam, mereka lalu menampar wajah mereka satu sama lain. Beno menepuk dahinya


"Woi"


Mereka tak menghiraukan panggilan dari beno. Cukup kesabaran beno sudah habis.


"WOI! *** BERHENTI NAPA!!!" Teriak beno


Erick dan andre menghentikan aksinya, menatap beno dengan tajam.


"Lo yg ***, kambing" ucap meraka berdua bersamaan, mereka lalu menatap sekilas dan akhirnya membuang muka


"Ingat ada tiga hal yg bisa memecah belah, harta, tahta,....."


"WANITA!" Ucap kedua bersamaan


"Tu, baikkan gih"


Erick dan andre lalu saling menatap dan akhirnya berjabat tangan.


"Hm"


***


Dara berjalan masuk kedalam kelasnya. Dan tiba² mendapatkan teriakan cempreng dari sahabatnya itu.


"Daraa" sisi berlari memeluk sahabatnya itu, seperti sudah bertahun² tidak bertemu.


"Klo kangen itu gk usah teriak² juga"


"Yee, siapa yg kangen? Gue mau pinjem uang lo, buat bayar hutang dikantin" sisi to the point


Dara menatap sisi datar, dia kira sisi sedang kangen dengan dara. Ternyata pinjem uang, seharusnya dara tau itu.


"Boleh ya, boleh ya. Plisss" sisi memohon, sambil sujud sungkem dikaki dara.


"Ngapain sih malu tau gk diliatin orang, nanti dikira mereka lo, babu gue lagi" dara berusaha menutup mukanya agar tidak ada yg mengenali wajahnya.


Kenapa dara bisa punya temen kaya gini?


"Gk papa, asal lo pinjemin gue uang, gue rela dibilang babu lo, umak tiri lo, bahkan gue rela dibilang kaos kaki lo. Boleh pinjem ya, Batas waktu bayarnya udah habis, jadi gue harus bayar sekarang, pliss"


"Ya udah ya udah, cepet bangun. Dikira orang nanti gue ngapa²in lo lagi"


Sisi yg mendapat isyarat itu, dengan cepat bangun dengan senyum sumringah.

__ADS_1


"Mana?" Sisi menjulurkan tangannya. Dara mengerucutkan bibirnya. Kalau bukan temannya gk bakal dara ngasih.


"Berapa?"


"Tenang dikit kok"


"Iya, berapa?"


"147"


"Ihh, parah banyak banget lo ngutangnya!"


Sisi cengengesan. Dara mendengus kesal, lalu mengambil merogoh saku kantungnya untuk mengambil beberapa uang lembar berwarna merah dan biru.


"Nih" sisi mengambil uang itu dengan perasaan senang. Jujur sisi itu bukan orang susah, tapi uang yg selalu orang tua dia berikan itu, selalu dipake buat shopping.


"Tiga ribunya nanti balikin"


"Iklasin napa? Cuma tiga ribu aja"


"Gk! Enak banget hidup lo"


"Ya ya ya, seterah lo. Pelit amat sih" cibir sisi


"Klo gue pelit, tu uang gk bakal gue kasihin ke elo" dara menatap sisi kesal


"Iya iya, maaf tuan putri yg paling cantik, baik hati dan tidak sombong"


Sisi yg haus langsung mengambil minuman yang ada ditangan dara, tanpa izin.


"Ehh, jangan" dara melarang sisi


"Napa cuma minum aja...bekas mulut lo, tenang gue tau lo gk penyakitan jadi gk papa lah" sisi langsung meminum itu


"Bukan, itu bekas kak erick"


BYUURRR


Sisi lalu menyemburkan minuman yang tadi dia minum. Dara menatap sisi jijik


"Apaa" pekik sisi


"Bekas kak erick?" Dara menganngguk


Tiba² sisi lompat² kegirangan. Berarti secara tidak langsung, dia berciuman dengan erick.


"Yeeee, gue ciuman dengan kak erick" teriak sisi, murid² yg lewat mengerutkan kening nya, menatap sisi aneh.


Sisi lompat² kegirangan meninggalkan dara, sambil kembali meminum minuman itu.


"Ciuman gk langsung?! Dara lo yg terbaik" teriak sisi diujung lorong


"Kok bisa ada mahluk kaya gini? Tuhan sabarkan hambamu ini sampai bisa mendapatkan teman yg seperti itu"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2