
~ aku akan terus memperjuangkan cintaku padamu, walau banyak lika liku yg menghadang ~
_ROBBY_
Hari ini dara memilih berjalan kaki menuju sekolahnya, untung tidak terlalu jauh. Mungkin 2-3 kilometeran lah dari rumahnya. Entah kenapa dara memilih berjalan kaki, palingan sih cari udara segar.
Dara bersenandung ria, senandungan dara membuat langit menjadi cerah dan ada beberapa anak kucing yg lewat disana. Sangat lucu, mungkin tempat tinggal anak kucing tersebut ada disekitar sini.
Dara megangkat anak kucing itu, dan menghujani wajah anak kucing tersebut dengan kecupan. Dara hari ini merasa sangat happy, karna nanti ada eskuk melukis. Eskul melukis disekolah dara itu sangat jarang dilakukan, karna pembimbing nya sering tidak ada.
Tapi hal itu tidak membuat dara menyerah, dara sering diam² pergi ketempat eskul melukis. Dia ingin melampiaskan perasaannya pada sebuah kuas dan kanvas.
Dara menurunkan anak kucing, lalu dara berjongkok didepan anak kucing itu.
"Anak kucing doain nanti pembimbing eskul nya ada ya "
Meongggg
"Makasih udah doain, aku pamit sekolah dulu ya, bye bye"
Dara berjalan pergi meninggalkan anak kucing yg terduduk ditrotoar, yg seperti nya anak kucing itu melongo aneh, dengan dara.
Dara kembali bersenandung ria dijalan, sambil memetik bunga mawar milik orang, untungnya pemilik aslinya tidak ada, bisa² dara dimarahin karna memetik bunganya tanpa izin.
Dari tadi ada sebuah mobil yg terus mengikuti dara dari belakang, melihat tingkah dara yg mengemaskan itu, membuat dirinya ingin mencekik dara hidup² sangking gemasnya.
Dara merasa ada sebuah mobil yg mengikuti dirinya, perasaan nya kembali tidak nyaman. Dara mempercepat langkah kakinya.
Mobil itu terus saja mengikuti dara dari belakang, sampai akhirnya berhenti tepat disamping dara.
"Tuhan, tolongin dara. Semoga itu bukan orang jahat, amin amin amin" doa dara dalam hati sambil Memejamkan matanya merasa takut.
"Dara kenapa?"
Dara mengerutkan keningnya, seperti nya dia kenal dengan pemilik suara itu.
Memberanikan matanya untuk mengintip, ternyata dia robby.
"Astaga kenapa harus dia sih!" Batin dara, ternyata perasaannya yg tidak nyaman itu, terjadi karna robby.
Robby lalu turun dari mobil dan menghampiri dara.
"Eh, kak robby ngapain kak?" Tanya dara mencoba tersenyum.
"Ohh, mama kamu nyuruh aku buat ngikutin kamu, takutnya kenapa²"
Seketika senyum dara menghilang, karna mendengar pernyataan robby. Bukankah tadi malam.diana janji, untuk tidak menjodohkan dara dengan robby, tapi kenaoa sekarang malah....
Pokoknya nanti dara harus protes, kepada diana. Dara kan sudah memilih keputusan yang kedua!
"Ayok, masuk"
"Gk deh, kak makasih"
"Gk papa, ayo dari pada nanti kelamaan. Bisa² kamu nanti terlambat"
"Gk usah, kak makasih. Aku lagi pengen jalan kaki aja" dara menjawab dengan jujur
Lalu ada sebuah mobil lain yg melihat dara bersama cowok lain. Pikiran dan hatinya terselimuti rasa cemburu yg mulai membara. Ya dia erick.
__ADS_1
Erick menjalankan mobilnya, menuju dara dan robby. Lalu dengan cepat dia turun.
"Hai, dar" sapa erick
Dara menolehkan kepalanya kearah erick.
"Ohh, kak ada apa?"
"Bareng yuk" erick membuka pintu mobilnya mengisyaratkan dara untuk masuk.
Robby menatap erick dengan tajam, erick pun membalas tatapan robby.
"Siapa lo? dia udah sama gue dari tadi!" marah robby
"Lo yg siapa? Terserah gue lah, kok lo yg sewot!" balas erick tak mau kalah
"Tapi dari tadi dia udah duluan sama gue, jangan asal rebut lo!"
"Ya gk peduli dara kan belum bilang klo dia mau sama lo, jadi gue berhak dong ngajak dara?!"
"Gk bisa gitu dong, gue yg duluan ngajak dara"
"Bodo, dara kan belum milih ikut siapa?"
Kini robby dan erick menatap dara, berharap dara memilih salah satu dari mereka.
"Lo pilih siapa dar?" Tanya mereka berdua bersamaan, lalu saling tatap dan akhirnya membuang muka.
"Aku.....aku..."
"Siapa?"
"Aku jalan kaki aja deh, bye"
"Ini semua gara² lo" robby menunjuk erick sambil menatapnya dengan tajam.
"Gue? Ini gara² lo, dia taku sama muka lo yg jelek!" Ejek erick
Robby jelas tak terima dengan hinaan erick.
"Siapa sih lo, songong banget?"
"Gue? Gue calon pacar sekaligus calon suaminya! Mau apa lo?!" Erick sengaja mengunakan semua kata itu, agar robby tidak memiliki celah untuk membalas.
"***! Dara aja gk mungkin mau sama lo"
"Kita tunggu aja nanti! Siapa yg bisa dapetin dara! ***!"
Robby kali ini lebih tak terima dengan hinaan erick, dia ingin menghajar erick. Tapi Erick lebih dulu berjalan menuju mobil miliknya dan menjalankan mobilnya itu.
***
Dara sampai di area sekolah. Sekali lagi dia mendapatkan teriakan cempreng dara sahabatnya itu.
"Daraaaa!"
Sisi berlari dan memeluk dara, dara tau pasti sisi mau pinjem uang lagi. Seperti biasanya.
"Apa? Mau pinjem uang? Berapa?" Dara to the point
__ADS_1
"Ihhh...apaan sih, gue lagi kangen sama lo. Lagian gue dikasih uang lebih sama ortu gue jadi gue gk mau pinjem lo"
"Ohhhh"
"Lo kira gue mau pinjam uang lagi?"
Dara mengangguk
"Ya kali, gue terus² minjem yang sama lo terus! Bisa² utang gue lebih banyak sama lo, dari pada utang gue yg ada dikantin"
"Iya iya, terserah lu aja deh. Gue mau masuk, sekalian cerita sesuatu"
"Cetita? Cerita apa? Lo dapet gosip, bahi dong. Gk sabar nih"
Dara menatap sahabatnya ini dengan tatapan aneh.
"Giliran gosip aja laju, disuruh nulis jawaban mtk didepan gk bisa"
Sisi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sambil terkekeh.
"Lagian ini lain gosip, ini tentang gue"
Mata sisi seketika mulai berkaca², mendengar kata² dara. Padahal belum ngomong apa², sudah nangis. Sisi adalah orang paling aneh yg pernah dara temui.
Air mata sisi mulai tak bisa dibendung lagi, kini dia sudah menangis.
"Daraaa, jangan pergi! Gue gk mau lo pergi! Nanti klo lo pergi gue pinjem uang kesiapa? Terus klo lo pergi yg ngasih contekan ulangan ke gue siapa? Jangan pergi dar! Gue masih butuh lo disini" sisi mengipas² matanya yg panas.
Dara menaikan satu alisnya dan menatap sisi aneh plus bingung.
"Siapa yg pindah sinting?!"
Sisi menghapus air matanya dan menatap dara lekat².
"Jadi lo gk pindah?" Tanya sisi memastikan
"Ya enggak lah, ngapain juga gue pindah? Buang² uang tau gk"
"Terus lo mau ngomong apa?"
"Makanya dengetin dulu, jangan asal cerocos!"
Sisi terkekeh
" Jadi salah ya"
"Di kelas aja jangan disini! Malu didengar orang"
Sisi mengiyakan. Lalu merek berdua berjalan beriringan menuju kelas mereka.
Cukup banyak cowok² yg menyapa dara, dara hanya tersenyum saja. Bukan sombong dirinya cuma males meladeni, cowok² yg kegatelan itu.
Lagian cowok kok gitu amat? Gk pernah liat yg bening² apa?
Dara heran emang dirinya itu cantik apa? Sampai² cukup banyak yg suka dengan dia.
Mendingan sama aku aja...hihi
Padahal dara merasa wajahnya itu biasa saja tidak menunjukkan cantik yg luar biasa. Sifatnya juga tidak bagus² banget. Tapi kenapa orang mengira dara itu sangat baik dan perhatian? Dara padahal cukup ceuk dengan lingkungan sekitar.
__ADS_1
Dia lebih memilih melukis dari pada jalan², shopping, dan pacaran.
Tbc!