
Erick dan dara sampai di suatu tempat. Di Mana tempat itu memiliki keindahan yang luar biasa.
Erick dan dara turun keluar dari mobil. Belum apa² dara sudah disambut oleh angin sepoi² yg ada dipantai.
Pantai?
Sekarang erick dan dara berada dipantai. Erick sengaja mengajak dara kesini, karna ingin melihat sun set bersama. Dara sangat kagum dengan tempat ini.
Erick menjulurkan tangannya kearah dara, dara dengan senang hati memengang tangan erick. Sungguh pemandangan yang ada disini sangat indah.
Dara merasa beruntung bisa lahir di indonesia, negara yg terkenal mempunyai sejuta keindahan alam. Andai dara mempunyai cukup banyak uang, dia sangat ingin sekali traveling ke banyak tempat yg ada di indonesia.
Dibandingkan luar negeri dara lebih memilih traveling di negaranya sendiri. Karna dara lebih penasaran dengan tanah airnya itu. Indonesia terkenal dengan sejuta misteri keindahan alam.
Dan tempat yg paling dara ingin datangi adalah bali. Dara sangat ingin pergi kebali, membawa alat² melukisnya dan melukis kecantikan pantai yg ada dibali.
Dan satu alasan lagi kenapa dara sangat ingin pergi kebali, karna bali mendapatkan penghargaan sebagai salah satu pulau terbaik didunia dan diasia.
Tapi dara sadar, jika ingin mendapatkan sesuatu dia harus berusaha lebih dulu. Jadi dara bertekad menjadi pelukis terkenal dan bisa menghasilkan cukup banyak uang. Dan bisa membawa ibunya traveling bersama.
Tapi sekarang karna manusia yg tidak menaati peraturan pemerintah, banyak pantai yg tercemar dengan sampah.
Seharusnya mereka sadar kalau mereka beruntung bisa tinggal dan lahir di indonesia, tapi kenapa mereka malah mencemari laut indah ini dan merusak fasilitas yg sudah alam berikan. Seharusnya kita bersama² menjaga,agar keindahan alam yang ada di indonesia agar tidak rusak.
Sebagai penduduk indonesia dara ingin sekali menegur orang² yg tidak menaati peraturan, seperti membuang sampah dipamtai dan sungai. serta merusak keindahan alam, dengan cara menebang dan memburu hewan² liar.
Tapi dara juga sadar, dia hanyalah bagian kecil dari negara ini. Dia tak bisa berbuat apa², padahal dia sangat ingin menegur bahkan menceramahi orang² itu.
Erick mengajak dara naik keatas bukit yg ada disekitar pantai. Karna disitulah nanti dia akan belajar melukis bersama dara dan menikmati matahari tenggelam di laut bersama². Mungkin ini akan jarang sekali terjadi, jadi erick memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa bersama dara seharian.
Saat sudah sampai dara sudah melihat semua alat² untuk melukis sudah lengkap ada disana. Dara sedikit kagum, ternyata erick benar² ingin belajar melukis bersama dara.
"Gimana suka?"
"Suka kak, suka banget! Tempatnya indah" dara sangat² kagum dengan keindahan alam yang ada disini.
Erick tersenyum mendengar perkataan dara.
"Ya udah, ayo"
Erick kembali menarik tangan dara. Menuju kedekat alat² melukis itu.
"Kakak sengaja ngajak aku kesini, buat ngelukis gambar pantai?"
"Gk gue ngajak lo kesini buat ngeliat sun set bereng" batin erick
"Iya" saut erick sembari tersenyum manis. Dara dan erick ini memiliki banyak kesamaan fisik, dari senyum nya yg manis dan wajah mereka yg cantik dan tampan, bak dewa dan dewi yunani.
"Aku suka tempat ini!" Dara merentangkan tangan nya, menikmati kesejukan angin sore dipantai.
"Gue juga" saut erick, sambil memandang wajah dara yg sangat bahagia itu.
"Gue suka liat pantai, karna pantai sama indahnya kaya lo"
"Ehh?"
"Lo tau pantai itu sama kaya lo?!"
"A..aku? Kok bisa?"
"Karna lo udah bisa buat gue bisa menyelam kehati lo dar. Setiap ngeliat lo sama kaya ngeliat pantai yg tenang dan tidak diganggu. Dan gue yakin juga klo lo diganggu, pasti lo bakal marah kaya, pantai yg sering² bikin tsunami. Lo itu kelihatan kaya kalem dan lembut, tapi klo sekali lo udah diganggu lo pasti bakal marah besar" ucap erick panjang lebar
"Gk juga kok kak, aku ini beda dengan yg kakak bayangkan. Aku klo marah sama orang cuma bisa, aku pendam aja" jujur dara
__ADS_1
Erick kini langsung menoleh kearah dara, sambil menatap dara dengan tajam.
"Dar lo jangan jadi penakut! Klo ada orang yg ganguin lo lawan, jangan diam aja. Orang itu nanti bakal ngelunjak dar" tegas erick
"Tapi kak, aku...."
"Klo lo gk berani, bilang ke gue klo ada yg nyakitin lo. Biar gue yg bikin orang itu sengsara seumur hidup. Dar lo jangan terlalu lemah, dunia itu memang indah tapi ada waktunya dunia itu bisa kejam"
" Jangan sesekali lo lengah. Gue gk suka liat lo yg pengecut kaya gini. Gue pengen liat dara yg kuat bisa ngadepin semuanya sendiri"
"Gue cuma gk mau lo terus² disakitin orang dar. Dan emang siapa orang yg udah nyakitin lo? Cowok yg waktu itu?" Tanya erick
"Bukan!" Dara menggeleng gelengkan kepalanya.
"Terus? Jujur aja dar, klo lo jujur gue pasti bakal ngasih toleransi sama orang itu. Tapi klo gue tau dari orang, orang itu yg bakal gue bikin sengsara!"
Dara bingung mau jawab apa. Tidak mungkin klo dia jujur.
"Kak! Ayo, katanya mau belajar ngelukis"
Dara menarik tangan erick berjalan menuju alat² yg sudah erick sediakan.
Erick menghela nafas panjang, dia cukup tau dengan sikap dara yg sepertinya ini. Dia hanya bisa memaklumi nya saja.
Dara menyuruh erick untuk duduk dikursi yg ada.
Erick menurut saja.
"Kakak coba dulu deh, nanti klo beneran gk bisa aku bantuin. Pandangan mata kakak fokus dengan yg ada didepan, jangan mau terlalihkan dengan yg lain, liat pantainya jelas²"
Erick mengambil palet dan kuas. Lalu mulai melukis. Darayg melihat seperti nya, erick enggan mendekat kan kuas ke kanvas. Dara lalu mendekat kearah erick, memegang tangan erick dan mulai memberi tahu cara²nya agar bisa melukis dengan benar.
Erick tidak mendengarkan sama sekali apa yg dara bicarakan, dia sibuk memandangi wajah cantik dara yg dekat dengan wajah erick.
Tapi dia segera sadar, Kalau itu salah. Erick masih menghargai wanita, apalagi dara. Mana mungkin erick dengan cepat mengambil sesuatu yg berharga milik dara.
Dia akan menunggu sampai dia benar² bisa menikah dengan dara.
Aminnnn...
Dara yg merasa diperhatikan erick, kini menoleh kearah erick. Wajah mereka sangat dekat, sehingga suara nafas mereka bisa terdengar.
Tentunya mata erick dan dara langsung bertatapan cukup lama. Tapi bunyi burung yg lewat menyadarkan mereka.
Dara mulai menjauh dari erick. Merasa malu dengan yg tadi terjadi. Berbeda dengan dara yg malu, erick malah merasa senang bisa menatap dara dari dekat.
"Ma..maaf kak" dara menundukkan kepalanya.
"Santai aja dar, klo nyium juga gk papa kok" canda erick
"Apaan sih kak gk lucu!" Sebal dara
Erick dan dara lalu kembali melanjutkan aktivitas belajar melukisnya.
Dara mengajar kan cara memegang kuas yg benar, mengajarkan untuk tenang dan lain².
***
Setelah dara selesai mengajarkan erick melukis. Kini mereka duduk ditepi bukit yg ada disana. sambil menikmati sejuknya angin yg ada disana.
Sebentar lagi akan ada sun set, jadi erick mengajak dara untuk duduk di sana.
"Dar foto yuk. Jadiin kenangan" ajak erick
__ADS_1
"Malu kak" dara menunduk, sambil meremas tangannya.
"Buat apa malu, cuma foto biasa aja"
Ya, dara terpaksa mengiyakan permintaan erick. Erick lalu mengambil ponsel nya yg ada disaku. Membuka apk kamera.
Terlihat erick merangkul dara didalam foto. Erick tersenyum manis, begitu juga dara. Sesekali mereka melakukan pose lucu.
Dan diakhiri canda, tawa dan ejekan. Erick tidak akan pernah melupakan hari ini, hari dimana dia bisa merasa sangat dekat dengan dara. Melupakan sejenak pikirannya yang suntuk jika berada di rumahnya.
Mereke selesai melakukan foto bersama. Erick pastinya akan memfosting foto mereka ig miliknya.
"Dar mumpung tempat ini indah..."
"Ya emang kenapa?"
"Mau gk lo jadi pacar gue?" Ucap erick pas saat terjadi sun set.
Astaga! Erick memang gk pernah jera ya.
Dara terdiam, dia berpikir sejenak. Sepertinya dia harus mengasih erick kesempatan.
"Aku......"
"Ya apa dar?"
"Aku gk tau"
Erick tersenyum manis. setidaknya dara tidak menolak erick kali ini.
"Ya udah gimana klo kita pdkt an aja?" Tawar erick
Dara terdiam.
Lalu mengangguk kan kepalanya tanda setuju.
Erick senang bukan main, pdkt lebih baik dari pada ke-49 kalinya erick ditolak. Ya yg kemaren itu 48 dan sekarang 49, mungkin 49 angka keberuntungan erick.
"Dar lo serius?"
Dara mengangguk malu.
Erick tersenyum lebar dan sedikit tertawa, perjuangannya kali ini membuahkan hasil.
Dia ingin mencium pipi dara tapi segera dara tahan.
"Belum pacaran"
Erick tersenyum sangat lebar.
"Berarti klo udah pacaran boleh?"
"Gk tau"
Dara mengangkat bahunya, lalu tersenyum melihat erick yg sepertinya sangat senang.
"Gue anggep itu 'iya' " erick tak bisa berhenti tersenyum, perasaan nya sangat bahagia.
Dara senang melihat erick yg senang seperti itu. Ternyata keputusan nya tidak salah. Entah dari kapan, dara yg melihat senyuman manis erick itu, membutnya merasa bahagia.
Tidak Seperti dulu.
Tbc
__ADS_1