
Dara dan sisi kini pergi mencari taksi. Mereka menunggu di depan halte bus yg ada didepan sekolah
Lalu sebuah mobil berwarna perak datang menghampiri mereka berdua. Berhenti tepat didepan mereka
Dara dan sisi mengerutkan kening nya, tapi rasanya dara familiar dengan mobil itu, seperti mobil...
"Hai" sapa robby, yg baru keluar dari mobilnya. Robby mengenakan celana jeans hitam dan baju santai yg membuat dia semakin ganteng.
Sisi mengigit satu jarinya, tangan yg satunya sibuk mencubit² dara, membuat dara sedikit kesakitan.
"Aww, apaan sih?" Bisik dara yg kesal
"Gue gk mimpi kan, itu ada pangeran nyamperin kita"
"Gk"
Sisi lalu menampar pipinya, memastikan kalau ini bukan mimpi.
"Oh my god! Dara dia ganteng" bisik sisi, yg kegirangan.
Dara menatap sisi datar, lalu beralih ke robby, biasa saja tidak ganteng menurut dara. Mungkin mata sisi katarak makanya dibilang ganteng?
"Dar mau aku anter pulang gk?"
"Gk usah kak, makasih. Ini entar lagi taksinya dateng kok" dara menolak dengan senyuman.
"Gk papa sama aku aja"
"Gk usah kak, makasih"
"Dia siapa sih dar?" Tanya sisi
"Gue calon tunangan dara" saur robby
Mata dara dan sisi seketika membulat, mendengar perkataan robby.
"Apa apaan ini, kenapa kak robby ngaku² jadi tunangan aku" batin dara
"Gk kok si, kak robby bohong!"
"Bohong apanya? Emang kenyataannya"
Dara rasanya ingin menonjok wajah robby sekarang juga.
"Jadi ini cowok yg mau dijodohin sama lo?" Tanya sisi
"Iya, gue"
"Ganteng banget dar, beruntung lo" heboh sisi
"Gantengan kak erick sih, lo sama dia aja. Biar Gue sama kak erick" bisik sisi
"Apaan sih! Gk kok"
Tak lama setelah itu ada sebuah taksi yg lewat, dara lalu memanggil taksi tersebut.
"Kak makasih, kami duluan"
Dara menarik tangan sisi untuk masuk kedalam taksi. Perasaan nya kesal, bagaimana bisa robby mengaku sebagai tunangan dara, sementara dara saja belum menerima itu.
Taksi itu lalu berjalan pergi meninggalkan robby yg masih berdiri di sana.
Robby tersenyum melihat tingkah dara yg selalu mencoba menghindari nya.
"Dara dara"
Robby menggeleng gelengkan kepalanya.
"Lo itu menarik dar, gue makin suka"
***
"Assalamualaikum" salam dara dan sisi
"Walaikum salam" balas dania
"Eh, ada sisi. Mau ngapain si?" Tanya diana
"Itu tan, mau bantuin dara buat make up"
"Untuk apa?" Dania menaikan satu alisnya
"Ada deh" sisi cengengesan, dania lalu mengerucutkan bibirnya
"Emang kamu mau ngapain dar, sampe butuh jasa make up artist" canda dania
"Kok tante gitu, aku ini cantik masa dibilang kaya gitu" sisi berkacak pinggang, memasang tampang wajah cemberut.
Dania terkekeh, begitu juga dengan dara.
"Ma kenapa mama nyuruh kak robby...."
__ADS_1
"Udah masuk sana, bau" dania menutup hidungnya. Dia sengaja berpura² bohong, dia tau kenapa dara bertanya tentang robby.
Dara dan sisi langsung masuk kedalam kamar milik dara.
"Dar siapa nama? Orang yg mau dijodohin sama lo?" Tanya sisi
"Robby"
"Klo lo gk mau sama dia, mending buat gue aja"
"Terus beno sama andre nya mau dikemanain"
"Siapa yg suka sama andre?!!! Orangnya ngeselin, sok ganteng, songong, sok cuek! Padahal muka kaya curut masih aja sok ganteng. Gantengan kak erick, dibanding tu orang. Gue gk akan pernah suka sama dia!" sisi melipat tangannya didepan dada
Dara kini senyum² seperti orang gila.
"Masa, awas lo kemakan omongan sendiri"
"Ihh, apa sih!"
"Terus beno gk dijelek²in, cuma andre aja?!" Dara masih senyum² seperti orang gila.
"Oh iya, siapa juga yg suka dengan beno?"
"Cuma itu aja"
Sisi mengangguk
"Sisi sisi, banyak tau gk di film², pertama benci abis itu lama² jadi cinta" dara menggeleng gelengkan kepalanya
"Gk mungkin"
"Sisi ini dunia, gk ada yg gk mungkin didunia ini. Kadang semua yg gk kita duga pasti akan terjadi"
Sisi terdiam sejenak untuk berpikir.
"Si andre juga keliatannya suka sama lo, cuma dia malu aja. Mungkin gengsi nya terlalu besar"
"Gkkk"
"Sisi coba lo liat cara dia perlakuin lo, beda sama cewek² lain"
"Tapi lo juga"
"Iya sih, tapi itu dulu lain sekarang. Dulu sama sekarang itu beda"
"Gue sih yakin si andre itu suka sama lo, juga sama kaya andre. Suka cuma gk berani ngungkapin, gengsi lo bedua itu terlalu tinggi. Jadi cocok deh"
Dara menatap sisi datar. Sisi langsung mengeluarkan alat² make up dari dalam tasnya.
Dara mengerutkan keningnya melihat sisi, membawa alat² make up.
"Lo bawa itu?"
"Iya, gue selalu bawa tiap hari" sisi cengar cengir tanpa dosa. Dara menepuk dahinya.
"Jadi lo itu setiap hari bawa yg kaya gini kesekolah?"
Sisi mengangguk tanpa dosa.
"Sisi lo itu sekolah, buat apa bawa yg kaya ginian?! Itu sekolah sisi, lain clul malam. Heran sumpah, gk bener otak lo. Kenapa juga gue gk tau klo lo itu sering bawa yg kaya gini?!"
"Lo gk nanya kok"
"Tuhan dosa apakah hamba mu ini sampai punya teman yg kaya gini? Semoga besok ada razia dadakan... amin" dara mengusap tanganya diwajah.
Sisi terbelalak. Kalau misalkan beneran ada razia dadakan, berarti alat² make up nya nanti disita dong.
Jadi nanti dia dandan pake apa? Sisi gk mau itu.
"Sembarangan lo!"
"Makanya jangan bawa yg kaya gini lagi! Ngapain sih? Biar cantik? Gk usah pake yg kaya gini lo tetep cantik sisi. Andre pasti bakal tetap suka sama lo"
"Apaan sih dar, gue gk suka sama dia!"
"Tapi dia suka sama lo"
"Gkkkk"
"Iyaaaa"
"Udah ah, males cepat sini gue bikin muka lo kaya jenie blackpink"
"Gk mau, gue gk suka yg menor² si"
"Oh my god! Dara yg bener aja, siapa yg mau ngedumpel muka lo. Itu cuma metafora"
"Ohhhh"
"Dah cepat, nanti bisa² kak erick nunggunya kelamaan"
__ADS_1
"Si gue takut" ucap dara yg sedikit cemas
"Takut kenapa?"
"Kak erick"
"Ya tuhan dara, kak erick pasti gk bakal ngapain² lo. Klo juga kasih tau gue gimana rasanya" goda sisi
Dara lalu memukul kepala sisi.
"Ishh, jangan nakut²in gue!" Kesal dara
"Oh my god! Dara yakin...yakin klo kak erick itu gk bakal ngapain² lo. Dia orang baik dara!"
Dara terdiam.
Sisi lalu mulai mendandani dar, merias rambutnya, pakaiannya dan memberikan sedikit polesan pada wajah cantik dara.
Setelah selesai sisi lalu menyuruh dara untuk berkaca, menilai penampilannya.
Dara menatap dirinya sedikit cantik yg memakai dress putih selutut. Tapi kenapa harus dress, kenapa gk baju santai aja?
Sudahlah biarkan saja, sisi yg lebih tahu menahu tentang yg seperti ini.
"Ohh, sweety kau sangat cantik memakai baju ini" puji sisi
Dara tersenyum
"Makasih si, udah mau jadi temen gue"
"Apa sih yg enggak untuk temen gesrek gue"
Dara menatap sisi datar.
"DARA ITU KAYANYA ADA TEMEN KAMU!" teriak dania dari bawah
"Dar kak erick nya udah dateng. Santai jangan canggung ya"
"Iya" dara menarik nafas dalam²
"Iya gitu terus dara, tarik habis itu buang, tarik buang"
Dara kini mulai merasa malu, jika bertemu erick. Karna ini pertama kali nya dara jalan bersama erick.
"Semangat dar"
"Iya, gue pergi dulu ya"
Dara berjalan keluar bersama dengan sisi, dania yg penasaran mulai mengikuti dara dari belakang.
"Ma dara pamit pergi, assalamualaikum"
"Walaikumsalam, hati². Jangan lupa nanti cerita"
Dara sampai di dekat mobil erick.
"Hai kak" sapa dara dengan suara kaku.
Erick melepaskan kacamata yg dia pakai, menatap dara dari atas hingga bawah.
Terlihat sangat cantik, maksudnya dar itu sudah cantik tapi kali ini dara benar² terlihat lebih cantik.
"Cantik" ucap erick
Dara tertunduk malu. Erick lalu menyuruh dara untuk masuk kedalam mobil nya, dara menurut dan langsung masuk kedalam mobil ercik.
"Permisi tan" ucap erick
"Eh iya, hati²" dania melambaikan tangannya
Sekarang erick tau berasal dari mana wajah cantik dara. Ternyata menurun dari ibunya.
Erick menjalankan mobilnya meninggalkan rumah milik dara.
"Ganteng ya" ucap dania
"Iya tan, idaman" sisi senyum senyum sendiri membayangkan kalau dia ada di posisi dara.
"Siapa?" Tanya diana
"Calon menantu tante" jawab sisi
"Ehh?"
"Aminnn"
Dania menatap sisi tak mengerti, maksudnya? Erick itu pacar dara. Dania yg sangat penasaran dan ingin bertanya pada sisi.
Tapi dia tahan, karna sisi sudah pamit pulang.
Sekarang dania dilanda rasa yg sangat penasaran. Saat dara pulang dia ingin menghujani dara dengan beribu² pertanyaan.
__ADS_1
Tbc