Sweet Dreams

Sweet Dreams
ceramah sisi


__ADS_3

Beno kini sedang bersenandung ria menuju kelas sisi. Dia mau memberikan oleh² yg orang tuanya beli saat dijogja.


Sesampainya beno tidak mengetuk pintu sama sekali dan asal masuk saja.


" hai baby "


Sisi menoleh mendapati beno sedang berjalan menuju nya. Sisi mendengus kesal.


"Ya tuhan, kuatkan hambamu ini...amin" sisi berdoa dalam hati


" hai beb, ini adalah oleh² dari calon mertua kamu. Mereka nyuruh aku buat kasih ke menantu nya" beno menyodorkan oleh² yg dia pegang kearah sisi.


Seketika mata sisi membulat mendengar kata oleh².


"Ohh, makasih beno lo baik banget sih" sisi mengambil oleh² itu dengan senang hati.


"Apa sih yg enggak buat calon masa depan aku"


Sisi bergidik mendengar itu, dia rasanya ingin muntah. Tapi dia tahan karna sebuah oleh² dari beno.


Beno itu tidak jelek, padahal mukanya pas di kata standar, tidak ganteng, tidak jelek juga. Tapi entah kenapa setiap sisi mendengar gombalan dari beno rasanya dia ingin muntah.


Sisi hanya tersenyum saja menanggapi hal itu.


"Ya udah beb, aku pergi dulu. See you next time,,,muchh" beno pergi meninggalkan kelas sisi


Sumpah rasanya sisi ingin muntah sekarang juga. Tak lama dara datang melihat sisi yg sepertinya sedang mual


"Lo kenapa?"


"Si beno bikin gue enek" sisi bergidik


Dara tertawa pelan


"Dia kan sayang sama lo jadi terima aja"


"Ogah, gue mending sama kak erick aja" sisi tertawa diakhir kalimatnya


Dara teringat kemarin erick mengajak dirinya melukis.


"Oh iya gue mau cerita" dara berjalan menuju mejanya dan meletakkan tas yg ada di pundaknya.


Seketika sisi langsung mendekat kearah dara, dengan raut wajah penasaran


"Apa? Apa? Cepet cerita!"


Dara mendengus kesal


"Kemarin...."


"Kemarin kenapa lo disakitin sama siapa? Lo dicopet? Atau lo masih dipaksa buat dijodohin?" Potong sisi sekaligus bertanya


Dara menatap sisi dengan kesal, belum selesai bicara sudah dipotong. Salah semua lahi tebakan nya.


"Bukan!"


"Terus?"


"Ya makanya diam, belum selesai ngomong udah dipotong"


dara memutar bola matanya melihat sisi malah cengengesan sambil mengaruk kepalanya yg tidak gatal.


"Kemarin kan, gue ke ruang seni. Biasa mau ngelukis. Habis itu kak erick dateng nyamperin gue, terus kami basa basi gitu. Terus kak erick minta gue buat ngajarin dia ngelukis"


"Terus lo mau?" Sisi menaikan satu alisnya


"Emm..., iya"


"Bagus dar! Palingan kak erick minta lo ngajarin ngelukis buat bisa pdkt sama lo, bagus bagus, gue setuju" sisi mengacungkan kedua jempolnya. Sementara dara dibuat bingung dengan sisi.


"Kak erick itu minta gue ngajarin ngelukis bukan buat pdkt"


Sisi yg tadinya senyum² dan menuju dara kini berhenti, lalu menatap mahluk yg ada didepan nya itu.

__ADS_1


"Oh my god! Dara kok gue suka kesel ya ngomong sama lo.kak erick itu sengaja biar bisa pdkt sama lo!" Sisi sangat geram dengan mahluk hidup yg satu ini.


"Ngelukis si, lain pdkt!"


Sisi memukul kepalanya sendiri. Lalu menguncang² tubuh dara, membuat dara sedikit pusing.


"Daraaaa" geram sisi


"Lo itu bodoh, **** atau polos sihhhh?! Gue kesel sama lo dar"  dara meletakkan jarinya didagu miliknya, sisi yg melihat itu kini benar² mengira kalau dara itu ****.


"Gk tau?" Jawab dara


Kesabaran sisi mulai menipis, dia menampar pipi dara pelan. Dara memegang pipinya yg di tampar sisi, tidak sakit sih. Tapi kenapa sisi menampar dara?


Yup, dara ini bodoh plus ****


"Daraaa, kak erick itu mau ngajak lo pdkt pake otak lo, pake! Jangan cuma bisanya ngelukis aja, dar liat sekeliling lo. Interaksi lah dengan mereka, lo itu mudah bergaul ra. Tapi lo nya aja yg pemalas"


"Jangan pernah sia²in hidup lo didepan kanvas dan cat aja terus. Keluar dara liat betapa indahnya dunia, gue tau lo mau ngejar mimpi lo. Tapi liat juga keluar jangan jogrok aja terus didepan lukisan lo! "


"Gue selalu ngajak lo buat jalan tapi gue maklumin, klo lo nolak terus!"


"Hidup lo itu terlalu hambar, gk ada warna. Percuma bisa ngelukis tapi hidup lo hambar"


"Gue tanya lo ngerasa sepi gk saat lo ngelukis sendiri?"


Dara mengangguk setuju


"Nah, itu liat keluar ra. Liat banyak yg lebih menarik dari pada lo melukis setiap hari. Klo dijual lah gk papa, kita bisa bagi dua" sisi cengengesan, dara menatap sisi datar


"Tapi lukisan lo itu selalu dipajang dirumah, gk pernah mau lo publikasikan kedunia luar!"


"Hidup itu bebas ra, tapi jangan bebas bebas juga. Nanti lo bisa terjerumus lagi"


"Tunggu tadi kita ngomongin kak erick kenapa tiba nyambung ke sini?" Dara angkat suara


"Bangke! lo dar, gue lagi seru²nya ceramahin lo, malah lo rusak. Bangke lo" kesal sisi


Kenapa setiap dia bicara dengan dara ujung²nya malah kesal sendiri. Ingatkan sisi untuk tidak menceramahi dara lagi, dari pada sisi yg kesal nantinya.


Sisi ingin sekali menculik dara, lalu mememotong² tubuhnya dan melempar nya kelaut agar dimakan oleh ikan hiu.


Apa setiap sisi menceramahi dara tidak pernah masuk keotaknya?


Sisi heran dara ini mahluk hidup bukan sih?


"Sisi menurut lo, apa gue kasih kesempatan aja kak erick?"


"Tepat sekali!" Sisi menjentikkan jarinya didepan wajah dara.


Semua siswa yg tadinya sibuk dengan urusan mereka sendiri, kini mereka mengalihkan pandangan nya, menatap dara tak percaya.


"What?" Tanya dara


Semua menggeleng gelengkan kepalanya, lalu kembali melakukan aktivitas mereka.


"Ya gue setuju! Dari pada hidup lo gitu² aja, mending coba sesuatu yang baru. Misalnya pacaran"


Benar juga. Dara kan memang harus mencari pacar sebelum 3 bulan nanti, dia tak mau dijodohkan dengan robby. Dara mempunyai firasat kalau robby itu bukan orang baik.


Luarnya saja mah, dia yg ramah, tapi kita semua gk tau isi hatinya.


Erick itu lebih baik dibandingkan dengan robby, apa dara harus membuka pintu hatinya buat erick? Dari pada bersama robby!


"Benar juga sih"


"Akhirnya temen gue nantinya gk jomblo lagi" heboh sisi


Membuat seisi kelas kembali menatap dara. Sungguh dara malu, lagian ngapain sisi hebih banget?!


Pacaran aja belum tentu.


"Kapan lo jalan sama kak erick?"

__ADS_1


"Gk tau"


"Kok gk tau sih. ya lo harus tau lah!"


"Nantiii, sisi"


"Bilang kek dari tadi, gk usah bilang gk tau segala!"


"Hm"


"Nanti dia jemput lo dari rumah atau sekolah?"


"Rumah"


"Klo gitu gue ikut kerumah lo ya"


"Buat apa?"


"Dandan, biar cantik ketemu dengan calon pacar" goda sisi


"Apaan sih"


"Mau gk nih?"


"Serah lo, tapi jangan menor² gue gk suka"


"Iyaaa, lagian muka lo itukan udah cantik, ngapain juga tebal². Mo kek tari muka lo, sampe didumpel² kaya gitu"


"Ya gk lah, gue jelas gk mau"


"Ehh, tapi kak erick bakal ngajak lo ketempat apa?!"


" gk tau, katanya liat aja nanti"


"Kerestoran yg romantis?!" Sisi mendrama sambil mengangkat tangan²nya seperti orang yg sedang membaca puisi.


"Ya kali! Orang mau ngelukis, di ajak ke restoran"


"Ohh, atau jangan² kehutan?"


"Hutan?"


"Iya, buat itu..."


Sisi menunjuk² jarinya, sambil cengengesan


"Sembarangan lo!"


Dara menjitak kepala sisi, dia kesal habisnya sisi ngomong yg aneh².


Sisi meringis kesakitan saat kepalanya dipukul dara.


"Durhaka lo sama gue!!!"


"Ya kali"


"Gue lebih tua dari lo!"


"Bodo, lo ngomong nya aneh² sih"


Dara ini cuma bisa bersikap seenaknya pada sisi saja, kalau ke orang lain dara takut mereka ngomongin dara yg aneh².


Dara itu aneh, kenapa coba harus ngurusin mereka! Ini hidup dia lain hidup mereka. Jadi seharusnya dara tidak peduli dengan apa yg orang katakan.


Dan lagi kenapa orang itu sekarang suka ngurusin hidup orang lain! Ini hidup mereka, kenapa kita yg harus sewot. Kadang orang tak pernah berpikir, apa yg mereka ucapkan dan mereka tulis itu biasa saja. Tapi buat orang yg diomongin dia pasti sakit hati.


Mereka itu tidak pernah berkaca apa, atau tidak punya kaca dirumah! Berkacalah dulu sebelum membicarakan seseorang!


Jangan terlalu mengurusi hidup orang!


Ingat kadang orang yg sering kita hina atau apa, nantinya hidup orang yg kita hina itu akan berputar terbalik dengan kita sendiri. Jangan karna mereka berkuasa jadi bisa seenaknya.


Dara itu aneh, kalian harus menegur dia agar tidak menghiraukan perkataan mereka, oke.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2