Sweet Dreams

Sweet Dreams
hantu


__ADS_3

Erick sampai di depan pagar tempat tinggal dara. Dara turun dan mengucapkan terima kasih pada erick.


Aneh yg seharusnya mengucapkan terima kasih itu adalah erick, karna dara harinya begitu terasa indah.


Erick lalu menjalankan mobil nya, menjauh dari rumah dara. Memastikan kalau erick sudah benar jauh. Dara lalu berjalan menuju pagar dan membuka nya.


Dara masuk kedalam ruang tamu, lampu mati. Apa mati lampu? Ah, tidak mungkin diluar saja menyala. Dara lalu mencari tombol sakelar lampu.


Saat lampu hidup dara melihat seseorang sudah duduk di sofa. Ya, itu diana.


"Ma?"


"Itu siapa?" Tanya diana dingin


Dara diam tak menjawab, merasa ibunya marah. Padahal mereka berdua sudah membuat sebuah janji, masa diana marah karna syarat yg dia buat sendiri.


"Dia temen aku"


"Bohong!"


"Mama kenapa sih? Kok aneh?" Tanya dara menaikan satu alisnya bingung dengan sikap diana yg tiba² dingin, padahal tadi saat dara berangkat tidak.


"Jawab jujur dia siapa dara?" Tegas diana


Dara sekarang yakin kalau diana marah karna dara jalan bersama erick.


"Emang kenapa sih ma? Kok mama jadi aneh"


"Jawab aja dara, dia siapa?!"


"Oke, aku jawab. Dia orang yg ngajak dara pacaran!"


Diana lalu mengangkat kepalanya kearah dara, lalu bangkit dan menuju kearah dara. Tatapan nya cukup tajam. Emang salah ya klo dara mau pacaran sama erick?


Diana berputar² mengelilingi dara. Dara semakin dibuat bingung dengan ibunya ini. Makin hari makin aneh, bukannya dara mau mengejek tapi kayanya ada yg salah dengan ibunya.


Diana berhenti didepan dara. Menatap wajah dara, lalu tangan diana terangkat dan mengapit ke dua pipi dara yg sedikit cubby.


"Wahh, kenapa kamu gk bilang. Klo punya pacar!" Heboh diana, lalu memeluk dara


Dara menganga dengan sifat ibunya yg sudah berubah seratus delapan puluh derajat. Dia semakin geram dengan diana, makan micin apa sampe kaya gini?


"Akhirnya kamu punya pacar juga" heboh diana sekali lagi, lalu memeluk dara.


Dara mengerutkan kening nya, tak mengerti. Sumpah dia bingung dengan ibunya ini.


"Mama sakit?" Dara memegang kening diana, gk panas sama sekali. Tapi ada apa dengan diana.


"Sembarangan! Kamu mau mama cepet sakit, mau durhaka?"


"Bukan gitu ma, dara heran dengan mama"


"Heran kenapa?"


"Mama kok makin aneh aja!"


"Aneh kenapa? Mama gk ngerti?"


"Itu dara kira mama marah sama dara gara² jalan sama kak erick"


"Mana mungkin mama marah! Mama malah seneng kamu dapet pacar, siapa namanya erick? Orangnya ganteng, tadi mama sempet mau jadiin dia papa kamu. Tapi mama untung langsung ingat sama kamu" canda diana


"Astagfirullah, tobat ma. Mama mau masuk neraka gara² ngomong kaya gitu"


"Oh, iya mama lupa. Astagfirullah. Untung kamu ingetin" diana cemgengesan


"Kamu tadi sama pacar kamu kemana aja?"


"Mama kepo, dan dara juga belum pacaran sama kak erick...dara masuk kamar dulu ya"


Dara berjalan pergi meninggalkan diana yg dilanda rasa bingung. Gk pacaran? Tapi tadi, dia bilang pacar. Apa diana yg salah denger.


Anaknya ini makin lama makin aneh aja ya!


***


Sisi kini sedang menunggu dihalte bus. Dari tadi gk ada taksi yg lewat apa, padahal udah malem dan nau hujan. Membuat sisi sedikit takut.


Sisi tadi habis pergi ke mall, biasa lagi belanja keperluannya untuk nonton film drama. Dia membeli cemilan dan minuman, untuk menemani dia saat menonton.


Kalau dia merasa sedihkan bisa melampiaskan nya pada sebuah makanan. Tanpa harus mengigit tanganya, saking gregetnya.


Sisi ini tipe orang yg mudah nangis klau sudah menonton film sedih. Apalagi kalau udah nonton film critical eleven, Yg selalu bikin Sisi kadang nangis. Pemerannya yg ganteng membuat sisi makin suka dengan film ini.

__ADS_1


Reza rahardian adalah aktor favorit kesukaannya. Banyak sekali film yg reza bintangi membuat sisi jadi leluasa memilih film yg dia suka. Termasuk habibie dan ainun yg cukup menguras air mata sisi. Dan film mariposa dan dilan 1991 itu cukup sering membuat sisi gemes² gimana gitu.


Sisi suka dengan film luar negri, tapi sisi lebih suka dengan film yg negaranya sendiri buat.


Kadang sisi suka greget sendiri, kalau film nya terdapat banyak konfilk. Marah² gk jelas dan teriak tak terima bila tokoh utama di hina atau apalah.


Gila itulah sisi.


Tak lama hujan turun disekitar sana.tuhkan benar dugaan sisi, bentar lagi bakal hujan. Tetus gimana dia pulangnya, sediri pula disana. Gimana klo ada.....


Gkkkk! Sisi menggeleng gelengkan kepalanya.


Sisi berjalan menuju kursi yg ada dihalte itu. Menunggu sampai hujan reda, semoga saja cuma sebentar.


Aminnn si....


Lalu ada sebuah motor sport yg juga berhenti dihalte tersebut. Sisi merasa lega setidaknya ada seseorang disini.


Orang itu turun dari motornya dan berlari menuju halte sambil memakai helm. Sisi lebih memilih mencueki orang itu, tapi sebenarnya sisi senang.


Bukan karna apa! Ingat dia cuma senang karna ada seseorang disini.


"Mbak malem² gini ngapain keluar?" Tanya orang itu


"Tadi beli cemilan mas" jawab sisi


Tunggu! mereka terdiam sebentar, seperti nya mereka saling mengenal suara tersebut. Orang tersebut lalu melepaskan helm yg dia pakai.


"Hah?"


Ternyata orang itu adalah andre.


"Ngapain lo?" Tanya sisi


"Lo yg ngapain?"


"Gue kan udah jawab tadi!"


"Nyesel gue berhenti disini"


"Mau pergi?! ya udah pergi aja sana"


"Ya kali ini lagi hujan!"


"Elo yg aneh! Dasar gila!"


"Elo yg gila! Dasar sinting!"


"Elo yg sinting kali!"


Sudahlah diam saja, cek cok mulut dengan andre ini tidak akan ada selesainya. Berbeda dengan beno yg bisa sisi hantam dengan sapuan mulut pedasnya.


Klo erick dan andre ini agak lebih susah. Setiap kita bicara pasti, mereka langsung membalas dengan cepat.


Kaya kuis aja, kenapa gk ikut itu? Lebih bermanfaat, dapet uang dan juga ilmu.


Andre lalu berjalan menuju kursi yg ada diujung, dia malas berdekatan dengan sisi. Begitu juga dengan sisi dia dengan cepat menggeser posisi duduknya, agar menjauh dari andre.


Jederrrr


Lalu tiba² ada suara petir menyambar, membuat sisi teriak ketakutan.


Andre menutup telinganya, sudah suara petirnya kencang ditambah lagi dengan suara siai yg menggelegar, membuat telinga andre semakin sakit.


Andre melirik sisi yg ketakutan karna suara petir itu. Sisi memeluk kantung plastik yang dia pegang dengan erat.


Entah setan apa yg membuat andre mendapatkan sebuah rencana untuk menakut²kan sisi. Mungkin menjadi hiburan buat andre.


Andre menolehkan kepalanya kesamping.


hihihi....sisi


Sisi yg mendengar itu menjadi ketakutan. Tangan dan kakinya menjadi gemetaran. Tapi mencoba diam, mungkin dia salah dengar.


hihihi....sisi


Sekali lagi sisi mendengar suara itu, dia semakin ketakutan.


sisiiii...sisiii


"An..Andre Itu suara lo?" Tanya sisi dengan suara gemetaran.  Andre tertawa kecil mendengar suara sisi yg seperti itu.


Lalu menoleh kan kepalanya kearah sisi, sambil memasang tampang wajah tak peduli.

__ADS_1


"Ya kali"


"Terus tadi bunyi apa?" Tanya sisi ketakutan


"Gk tau? Katanya sih gue denger² disini sering ada hantu pake payung dan baju putih" andre mencoba menakut²in sisi.


"Andre yg bener lo? Jangan bikin gue takut" sisi mulai bercucuran air mata.


"Iya, katanya disini banyak cewek yg hilang diculik hantu itu" andre sekali lagi mau membuat sisi takut.


"Andre jangan nakut²in, gk lucu" sisi kini sudah menangis cukup kencang karna ketakutan. Dia beneran takut, apa lagi andre bilang hantunya sering menculik perempuan.


Andre yg tak bisa menahan tawa karna melihat wajah sisi yg ketakutan seperti itu. Membuat tawaan kencang keluar dari mulutnya.


Sisi mulai berhenti menangis, dia lalu menatap andre yg tertawa kencang itu.


"Ke..kenapa?"


"Kaya gitu aja udah nangis! Si, si lo **** banget sih" andre menghapus air matanya, perutnya menjadi sedikit sakit karna sisi.


"Lo boong?!"


Andre kembali tertawa.


"Is not funny andre! Gimana klo beneran ada"


"Sisi sisi, ya gk mungkin lah. Itu cuma cerita boongan" andre menggeleng gelengkan kepalanya.


Sisi menatap andre sebal, pandangan lalu kedepan. Hujan mulai sedikit reda. Andre kini sibuk memainkan ponselnya miliknya. Padahal lagi petir² gini gk takut apa?


Sisi lalu mengalihkan pandangan matanya kesamping, masih mencari taksi yg lewat. Lalu pandangan nya terarah pada seseorang yang ada jauh diujung sana memakai payung dan baju putih persis seperti yg amdre bilang.


Sisi kembali ketakutan.


"An..andre i..itu apa?" Sisi menunjuk belakang andre. Andre tak menghiraukan perkataan sisi.


"Andre beneran itu apa?" Sisi menunjuk dengan tangan gemetaran.


"Udah deh si, gk usah bohong. Klo mau bales gue, lo itu gk pinter akting"


"Beneran andre, itu dibelakang lo!" Tunjuk sisi pada seseorang yg masih jauh berada diujung sana, berjalan pelan.


"Andre!!!" Sisi berbicara cukup kencang


Andre menggeleng gelengkan kepalanya, sisi ini tidak pandai ber akting.


"Si udah deh, gk lucu" tegas andre yg mulai kesal


"Itu apa?"


"Gk mungkin si"


"Andre gue serius! Itu apaan?!" Tunjuk sisi dengan tangan gemetaran.


"Gk usah bohong si!"


"Andre mending lo balikin badan lo, diujung sana ada orang sama persis kaya yg lo bilang tadi pake payung sama baju putih!"


Andre yg penasaran lalu membalikkan badannya. Melihat diujung sana ada seseorang yg sedang berjalan menuju sini.


Andre kaget bukan main, dia dengan cepat menuju sisi.


"Itu apaan si?" Andre sedikit takut


"Gue juga nanya ke lo tadi! Lo nya malah gk percaya!"


"Ayo pergi, gue jadi takut si. Ayo, nanti dia makin dekat" andre menarik tangan sisi. Tapi dia lebih dulu mengambil helmnya.


"Eh? Tunggu hp gue"


"Ini cepet masukin sini aja" sisi menyuruh andre memasukan ponselnya kedalam plastik yg dipengang, dengan cepat andre memasukan ponselnya kedalam plastik itu.


Lalu menarik tangan sisi pergi dari sini. Masih hujan tapi gk sederas tadi.


Andre dan sisi naik keatas motor. Mereka takutnya bukan main. Ternyata semua cerita tentang tempat ini benar adanya.


Andre melajukan motornya dari sana. Tangan sisi kini memeluk andre dari belakang, tanganya masih bergemetaran.


Saat sisi dan andre sudah jauh dari sana. Mahluk yang tadinya berjalan pelan, sambil memakai baju dan payung itu, mengerutkan kening nya bingung.


"Mereka kenapa kaya ketakutan ngeliat hantu?" Ucap nenek itu.


Oalah ternyata itu adalah seorang nenek². Andre dan sisi salah.

__ADS_1


tbc!


__ADS_2