Sweet Dreams

Sweet Dreams
Marry You


__ADS_3

2 tahun kemudian


Hari ini Auris tengah berulang tahun ke 29 tahunnya. Auris melupakan hari pentingnya itu, ada yang tahu kenapa? Jawabannya adalah karena Auris tidak pernah mendapat surprise ataupun kejutan di hari ulang tahunnya. Mengapa? Karena Auris tidak memberi tahu hari kelahirannya dan cenderung menutup diri perihal tanggal pribadinya itu.


Tapi itu sebelum Auris jadi seperti sekarang, ya Auris bukan lagi hanya seorang manager dan Dosen muda. Tapi Auris sebagai pemilik sebuah perusahaan penerbit, meski baru buka tapi perusahaan itu menunjukkan kemajuan yang pesat hal ini bukan tanpa alasan, Auris sebenarnya sidah mulai merintis perusahaan ini sejak di bangku S2.


Butuh waktu 4 tahun perusahaan ini bisa di ajak bekerja sama dengan perusahaan lain. Meski begitu Auris belim bisa melepaskan diri dari pekerjaan utamanya di Golden Corp karena memang dia masih butuh dana dan juga relasi.


Kabar baiknya, Bryan yang ternyata pemilik perusahaan Golden Corp mengizinkan Auris untuk memanfaatkan relasi bisnis kenalan Golden Corp bahkan Byan ikut membantu memberikan ide mengenai perusahaan penerbitan yang baru saja nampak ke permukaan itu.


Tapi satu hal yang Auris masih menolak yaitu ketika Bryan ingin ikut menanam saham, bukan tanpa alasan ini Auris lakukan. Sebagai seorang wanita yang mandiri Auris ingin mendirikan perusahaan menggunakan kemampuannya sendiri.


"Happy birthday to you, happy birthday to you, Happy birthday to you," suara nyanyian ucapan selamat ulang tahun terngiang di telinga Auris.


Auris merasa suara itu kian dekat dan seketika pintu ruangan kerjanya di apartmentnya terbuka dan di sana sudah ada Rose, Aldrick, Mr Alex dan Bryan dan Ibunda Ratu yaitu Ibu Auris sendiri.


Auris tidak mampu berkata-kata rasa haru dan juga bahagia membuatnya hampir menangis. Rose selaku sahabat dan juga teman seusianya memeluk sahabatnya itu. Terlebih di sana bukan hanya sahabat dekat tapi beberapa rekan kerja di perusahaan dan ada karyawan Auris juga.


"Selamat bertambah usia Sayang," kata Rose pada Auris.


"Selamat ulang tahun Sweety," Aldrick mengucapkan seraya mendekat memberi kue.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun Auris," kata Mr Alex dengan senyuman.


"Selamat ulang tahun Ceoku tersayang," kata Bryan, pria itu seperti ingin memeluk Auris tapi di urungkan. Ingat bukan muhrim.


"Selamat ulang tahun kesayangan Ibu, Ibu bangga sama kamu Nak," kata Ibu memeluk dan mencium pipi Auris.


Auris hanya mampu tersenyum dalam tangisan karena bersyukur dan juga merasa sangat bahagia.


"Terima kasih semuanya, Ibu, Rose, Abang, Mr Alex, Mr Bryan dan semua yang ada di sini. Aku sangat bahagia," kata Auris sambil sesekali menghapus air matanya.


Setelah kejutan ulang tahun itu semuanya makan di tempat yang memang telah di siapkan oleh Ibu dan teman-reman yang lain sebagai perayaan ulang tahun Auris yang ke 29 tahun.


"Selamat malam semuanya," salam Mr Alex di atas panggung.


"Saya ingin menyumbangkan lagu untuk wanita special yang berulang tahun hari ini, bolehkah?" tanya Mr Alex dengan tawanya.


"Boleh!" sahut orang-orang yang ada di sana.


Lagu yang di bawakan oleh Mr Alex sukses membuat orang bertanya-tanya dan juga merasa bahagia. Meski begitu ada satu orang yang merasa sedikit nyelekit, siapa lagi kalau bukan Aldrick. Dia sudah menunggu Auris untuk waktu yang lama, berusaha meyakinkan dan juga mengajak bersama tapi Aldrick tidak bisa masuk islam. Kenapa? Karena meskipun dia tersentuh akan bacaan al-qur'an hatinya masih gamang. Terlebih Aldrick secara diam-diam masih sering melakukan one night stand bersama wanita-wanita yang di temuinya.


Mr Alex menyanyikan lagu marry you dari Bruno Mars dan itu membuat sorak-sorai kian ramai.

__ADS_1


Hingga di akhir Mr Alex turun dari panggung dan membawa microfon. Setibanya di depan Auris, Mr Alex berlutut dengan kotak cincin yang terbuka di mana di dalamnya ada cincin bermatakan berlian yang terlihat sangat memukau.


"Sebenar sudah lama aku ingin mengatakan ini padamu Auris. Rasa kagum ini bukan dalam waktu singkat, tapi sudah 4 tahun aku pendam, bukan tidak punya keberanian tapi aku ingin memperbaiki diri terlebih dahulu. Hari ini aku ingin mengatakan jika selama 4 tahun belakangan nama dirimulah yang aku langitkan di setiap do'aku pada tuhanku. Jika selama 4 tahun aku sudah terlalu banyak menahan dan memendam rasa ini, dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim. Auris sebelumnya aku belum pernah mengenalkan namaku secara lengkap padamu, namaku Muhhammad Alexander Abraham. Auris maukah kau menjadi istriku dan Ibu dari anak-anakku?"


Lamaran itu sontak membuat air mata Auris kian meleleh bahkan wanita itu hampir terjatuh karena tidak kuasa menahan kejutan demi kejutan yang di terimanya. Untung saja Rose menahan punggungnya agar sang sahabat tetap tegar, Rose pasti juga akan merasakan reaksi yang sama jika Mr Alex melamar dirinya. Tahu kenapa? Mr Alex teramat tampan dari segi wajah siapa yang tidak akan silau? Tapi benarkah ini hanya perkara silau dengan pesona wajah? Aku rasa Auris bukan wanita seperti itu bukan?


"Terima!" sorak salah seorang pesertanyang merayakan ulang tahun Auris, hingga di ikuti yang lain. Suara kata terima menggema kemana-mana.


"Aku belum bisa menerima ini Mr..." perkataan Auris membuat 2 hati pria yang ada di sana sedikit terselamatkan dan penonton merasa kecewa.


"Aku belum bisa menerima ini, kalau Mr Alex tidak memenuhi syarat daruku," kata Auris sontak membuat Alex yang tadi merasa tidak bersemangat menjadi semangat kembali.


"Apa itu, aku akan berusaha untuk memenuhinya," kata Mr Alex masih setia dengan berlutit di hadapan Auris.


"Aku ingin akad nikahnya langsung besok pagi apa Mr Alex sanggup?" perkataan Auris di sanggup tawa semua orang di sana sedangkan Mr Alex merasa sangat bahagia. Sungguh dia tidak menyangka jika Auris ingin segera seserius ini bersamanya.


"Aku sanggup Honey," kata Mr Alex yang langsung memakaikan cincin di jari manis Auris.


Ibu adalah orang yang paling merasa bahagia, bagaimana tidak? Auris adalah anak satu-satunya yang dia miliki, bagaimana mungkin dia tidak khawatir? Auris sudah berusia 29 tahun tapi masih tidak ada bayangan untuk menikah. Tapi begitu sang anak mengatakan akan melakukan akad nikah esok hari sungguh rasanya Ibu ingin bertanya apakah ini bukan mimpi.


Di antara rasa bahagia yang tidak terkira itu ada dua hati pria yang selama ini ingin merebut hati Auris merasa sendu. Kenapa? Mereka merasa perjuangan mereka belum sempurna tapi sudah harus di hentikan, siapa yang tidak sedih?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2