
~ percayalah kamu tidak membenci dia, kamu hanya belum mengetahui apa yg ada dalam isi hatimu sendiri ~
_SISI_
Dara dan sisi berjalan menuju kantin. Banyak yg menyapa dara, dara itu adalah salah satu murid tercantik di sekolah itu.
Salah satu? Karna ada beberapa murid yg cantik juga disana.
Dara memiliki sifat yg sangat ramah dan mudah bergaul dengan siapapun. membuat dara disukai cukup banyak orang dan cukup banyak juga yg tidak menyukai dara. Tapi dara hanya punya satu teman yg setia, sisi.
Biarpun sisi bisa dibilang cerewet dan manja, sisi itu adalah orang yg sangat perhatian terhadap dara.
"Dara, cepet gue udah laper nih! Lambat banget kaya siput, pantes aja gk punya pacar" omel sisi
"Sabar kenapa! Gue cuma punya dua kaki"
"Salah sendiri, kenapa cuma punya dua kaki. Coba kaya kaki seribu kakinya ada banyak" sisi ini orangnya tidak jelas, pertama ngomong A dia malah nyambung ke B.
"Apa hubungannya sama kaki seribu?! Lo makin aneh"
"Aneh² gini, tetep sayangkan?" Sisi merangkul tangan dara. Dara memutar matanya.
"Iyaa, puas"
"Belum, dah ah, kelamaan nanti gk dapet tempat duduk"
Sisi lalu menarik tangan dara dan mencari tempat duduk, kebetulan tempat yg tersisa hanya ada didekat erick.
Entahlah, mungkin ini erick yg merencanakannya.
"Kak kami numpang sini" pinta sisi
Erick mengangguk membolehkan sisi dan dara duduk. Banyak pasang mata yg menatap dara dengan iri, karna bisa dekat dengan erick.
Erick adalah cowok paling ganteng plus tajir disekolah ini, siapa sih yg gk suka dengan dia?
Tentu dara
"Nih udah gue pesenin" erick memberikan sebuah mangkok yg berisi bakso yg terlihat bulat.
"Ehh" dara heran, bagaimana erick tau klo dara mau makan bakso?
"Umm, makasih kak" dara mengambil bakso yg erick berikan.
"Belum kakak bayarkan?" Tanya dara
" udah "
Dara yg tadinya mau makan, kini menghentikannya.
"Klo gitu gk usah deh, kak. Makasih" dara memberikan mangkok itu pada erick lagi. Erick mengerutkan kening nya, lalu kembali mendorong mangkok itu kepada dara.
"Dar, sekali ini aja! Kenapa sih lo gk mau nerima, apa yg gue kasih?"
"Aku cuma gk mau ngerepotin kakak "
"Emang lo pernah ngeropotin gue?"
__ADS_1
"Pernah" kali ini beno dan andre yg bersuara
"Diam lo pada! Gue ngomong sama dara! Sumpah tu mulut gue sumpel juga pake kaos kaki, hah" marah erick, erick sangat heran dengan dirinya sendiri. Kenapa dia bisa punya teman seperti mereka?
Klo dibilang keren, iya mereka keren. Tapi otak mereka itu seperti tidak ada! Entah yg aneh itu erick atau mereka?
"Tu temannya aja jujur" ucap dara
"Gk usah ribut, dari pada kelamaan. Mending tu bakso buat gue aja, dari pada gue ngutang lagi" sisi cengengesan
"Lo itu cantik tapi kere sumpah, gk modal banget" sindir andre
"Serah gue"
"Iya, terserah honey aku" ucap beno dengan manja.
"Apa sih kribo, jangan.deket² nanti kutu lo nempel lagi" tegas sisi
"Siapa yg punya kutu honey? Aku gk ada kutu sama sekali"
"Gk ada gak ada, waktu itu apa?! Kutu lo loncat ke bubur gue, untung gk gue makan bisa² mati keracunan gue nanti"
Kini semua kembali mencoba mengingat kejadian itu. Ya waktu, dara dan sisi. Juga tidak sengaja duduk bersama erick dan teman²nya.
Saat makanannya sudah sampai. Beno bergeluyut manja di tangan sisi, yg membuat sisi enek. Dan segera menyingkirkan tangan beno darinya.
Dan pas mau memasukan sesuap bubur tanpa sengaja matanya melihat ada kutu yg madih hidup. Tentu hal itu membuat sisi berteriak dan menjatuhkan sendoknya.
Untung sendok yg jatuh, gimana klo mangkoknya bisa berabe nanti.
"Kak, kakak tau gk tadi gue ciuman sama kakak" sisi menunjuk bibirnya
Erick, andre dan beno mengerutkan kening nya pertanda bingung. Sementara dara menepuk dahinya.
"Apaan sih lo gk jelas banget! Kapan gue nyium lo?!"
"Tadi"
"Tadi kapan? Sinting lo?"
"Kakak ngasih dara botol minumkan? " tanya sisi.
Erick mengangguk
"Bekas kakak minumkan? Nah gue juga minum dari situ, jadi secara gk langsung kita kiss kiss"
Sumpah, kali ini dara benar² ingin menyumpal mulut sisi dengan cabe.
Erick memegang bibirnya, lalu dengan cepat mengusap² bibirnya itu. Baginya berciuman secara tidak langsung maupun langsung dengan orang yg erick tidak suka adalah kuman.
"kalau dara sih gk papa. Ini mulut cempreng" ucap andre
"Wehh, apa maksud lo bilang gue mulut cempreng?!" Marah sisi
"Kenyataannya bukan?" Ucap andre santai sambil menyedot minumannya.
"Enggak tu" sindir sisi
__ADS_1
"iya in aja"
"Bisa pada diam gk, malu tu diliatin orang" tegur dara
"Iya, aneh ya mereka dar?" Ucap erick
Erick kembali menyodorkan mangkok yg berisi bakso itu kearah dara.
"Lah gk buat gue?"
"Kagak! Enak banget lo, gue beliinnya buat dara, kok lo yg ambil"
Sisi mengerucutkan bibirnya, beno lalu menepuk² pundak sisi.
"Sabar aja, masih ada gue kok. Yg setia untuk lo sehidup semati " gombal beno
Sisi lalu menyingkirkan tangan beno dari pundaknya dan menatapnya dengan jijik. Klo boleh memilih, jujur sisi lebih memilih andre dari oada beno. Andre jelas lebih ganteng dan keren dibandingkan beno.
Walau andre itu menyebalkan, tapi dia tidak caper seperti beno.
"Dar plis makan dong! Sekali ini aja, gk baik nolak rejeki" tegur erick
Ya sudahlah terpaksa dara mengambil bakso itu. Dosa juga menolak rejeki dan dara kasian pada erick yg terus memohon padanya.
"Gue mana?" Sisi menunjuk dirinya
"Tu ditong sampah banyak" andre berucap dengan santai, cukup kesabaran sisi ada batasnya. Kali ini andre keterlaluan.
" lo ya! Lo kira gue pemulung apa?! Cari masalah terus ni orang" marah sisi, sambil memukul meja. Membuat seisi kantin menoleh kearah nya.
"Santai aja! napa, gk usah kaya gitu juga" andre masih berucap dengan santai.
"santai santai! mana gue bisa santai klo dihina kaya gitu"
Sisi bangkit dan berjalan pergi meninggalkan meja dengan perasaan kesal. Kini nafsu makan sisi hilang karna andre.
Dara yg melihat sisi pergi lalu berniat untuk mengejarnya.
"Kak makasih" ucap dara sebelum pergi. Lalu dara berlari kecil mengikuti sisi.
"Lo jahat banget sih! Kasian ayang bebeb gue" tegur beno, lalu juga bangkit mau mengejar sisi.
"Salah ya?" Tanya andre
"Ya iyalah aneh! Mulut lo itu gk pernah disekolahin apa?"
"Ini lagi disekolah" andre menunjuk mulutnya
"Bacot ah, males gue" erick juga bangkit meninggalkan meja, disana tinggal andre sendiri.
"Emang gue salah ya? kan cuma bercanda, ceweknya aja yg sensi" andre masih berpikir dimana letak kesalahannya
Tbc!
**aku mohon maaf karna mungkin ada bahasa yg sedikit tidak mengenakkan untuk dibaca🙏
aku minta maaf**
__ADS_1