
Keduanya terlihat hikmat menjalani sholat sunnah berdua secara berjemaah, setelah sholat sunnah selesai, Auris mengulurkan tangannya pada sang suami untuk bersalaman.
Saat mencium punggung tangan suaminya Auris merasa tidak kuasa menahan tangis. Ya Allah nikmat mana lagi yang Auris dustakan, bahkan untuk mereguk manisnya dunia bersama sang suami, suaminya tahu betul apa yang harus keduanya lakukan.
Melihat sang istri menangis Alex merasa panik sendiri.
"Sayang kamu kenapa? Hei, apakah ada yang sakit?" tanya Alex pada sang istri.
Tapi Auris hanya bisa menggeleng-gelangkan kepala. Sungguh Allah maha baik, Auris merasa dirinya hanyalah pendosa yang ulung yang berusaha untuk taubat tapi malah mendapat suami seperti Mr Alex.
"Kalaupun kamu memang belum siap melaksanakan hubungan badan tidak masalah sayang, Mas tidak akan membebanimu dengan itu," kata Alex yang berusaha membuat Auris nyaman dengan kalimatnya sehingga Alex memaksakan diri memanggil dirinya Mas walaupun itu terlalu asing baginya.
"Bukan itu masalahnya Mas, aku hanya merasa sangat bahagia karena merasa impianku satu-persaru terwujud melalui dirimu," kata Auris menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.
"Apa aku boleh memelukmu?" tanya Auris pada Alex yang berhasil membuat pria itu salah tingkah.
"Tentu saja boleh Sayang," kata Alex memeluk Auris lebih awal.
4 Bulan pernikahan keduanya telah berlalu, Auris masih tetap aktif bekerja. Meski telah 4 bulan menikah Auris belum ada tanda-tanda kehamilan padandiri Auris, meski Auris selalu terlihat ceria tapi tidak bisa di pungkiri Auris juga khawatir.
Malam ini Auris baru saja selesai menata makanan di meja makan, bertepatan dengan itu Auris mendengar suara pintu apartmentnya di buka. Tampak wajah lelah sang suami saat memasuki rumah, Auris langsung menghampiri dan menyalimi tangan suaminya.
"Kak Abra mau mandi dulu? Auris siapkan air hangat?" tanya Auris pada Alex. Ya Auris memanggil suaminya dengan sebutan Abra yang artinya Abraham, toh nama asli suaminya adalah M. Alex Abraham jadi Auris memilih memanggil nama ujungnya biar beda katanya.
__ADS_1
"Mandi dulu Yang," kata Alex lesu dan bergelayut di tubuh sang istri.
"Wanginya istri aku," kata Alex seraya mengecup leher istrinya. Ya jika.di dalam rumah Auris tidak mengenakan hijab. Auris hanya mengenakan baju kaus kebesaran yang hanya menutupi sampai paha atasnya saja. Jangan tanyakan kenapa? Jelas untuk pak suami, karena Auris sangat tahu jam berapa suaminya pulang. Jikapun Alex membawa tamu maka Alex selalu mengabari sebelum pulang alasannya adalah istrinya yang selalu bergaya layaknya Noona Korea hanya boleh Alex yang melihatnya bukan yang lain.
Saat memasuki kamar mandi dan berendam dengan tenang Alex masih belum menyadari jika ada banyak bekas testpack yang ada di tong sampah kamar mandi.
Setelah merasa segar dan merasa lebih baik Alex beranjak dari tempat berendamnya dan membersihkan diri di shower. Setelah semua aturan mandinya selesai Alex akan keluar dari kamar mandi tapi langkahnya terhenti saat melihat banyak alat test kehamilan yang di buang di tong sampah.
Alex segera keluar dan istrinya masih di kamarnya memainkan handphone di tangannya. Baju yang akan Alex kenakan telah di letakkan Auris di samping Auris duduk.
Auris yang melihat sang suami keluar langsung tersenyum dan meletakkan hpnya.
"Kak, aku tunggu di luar ya kita makan malam bersama," kata Auris.
Setelah mereka makan malam, Auris beranjak lebih dahulu untuk mencuci piring. Saat Auris sedang mencuci piring Alex memeluk sang istri dari belakang.
"Sayang! Kamu ngak mau mengatakan tentang banyaknya alat test kehamilan yang bertaburan di dalam tong sampah kamar mandi kita?" tanya Alex pada Auris yang berhasil membuat Auris terdiam.
Mata wanita itu sudah berkaca-kaca, perlahan hujan itu tutun juga dan turun dwngan derasnya. Hal ini membuat Alex membantu Auris mencuci tangannya dan membawa sang istri duduk di sofa yang memang di sediakan di ruang tengah tempat mereka biasa bersantai bersama.
Alex memeluk Auris, hingga Auris menangis do dada sang suami. Alex tidak mengatakan apapun, dia memilih menunggu sang istri merasa lebih baik.
Setelah tangis Auris mereda, barulah Alex bersiap untuk mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Sayang dengar! Kita baru menikah 4 bulan, belum 4 tahun kenapa harus secemas itu. Mungkin saja Allah ingin waktu kita berdua lebih banyak, agar kita bisa pacaran dan menikmati waktu berdua. Sudah, aku sama sekali tidak mempermasalahkan
"Sayang! Jangan mengkhawatirkan hal-hal yang belum jelas. Kita bukannya tidak ikhtiarkan? Kita sudah periksa ke dokter kandungan tapi dokter bilang kita keduanya baik-baik saja dan tidak ada masalah, mungkin memang waktunya saja yang belum tepat jadi jangan khawatirkan hal-hal yang belum tentu. Apa sayangnya Abang ini faham? Faham tak?" tanya Alex pada Auris yang berhasil membuat Auris tidak berani mengatakan apapun lagi.
Di sisi lain Auris merasa terharu karena sikap suaminya.
"Ya sudah sekarang kita ke kamar," kata Alex seraya menaik rurunkan alisnya yang sudah pasti bisa di mengerti oleh Auris apa keinginan sang suami.
Tapi benar-benar zonk pemikiran Auris dan seketika wajahnya memerah. Suaminya tidak mengajak yang iya-iya, tapi iya beneran.
Ya Alex mengajak Auris berwudhu dan mengerjakan sholat isya lalu mengaji bersama. Ya ini bukan pertama kalinya tapi rutinitas keduanya setiap Alex pulang dari pekerjaan. Keduanya berkomitmen untuk mengkhattamkan 1 juz sehari dan itu dengan metode romantis, ngaji bareng suami bestie. Gituloh ceritanya.
Setelah selesai mengaji bersama, kebiasaan Pak Dosen ganteng sekaligus CEO tampan itu menagih hafalan sang istri.
"Yok, sayang masih ingat kemaren prnya. Sini abang demgerin, yok ayang mulai setorannya," Autris ketawa sendiri melihat tingkah suaminya itu.
Kadang Mas, kadang Abang, kadang sayang ya begitu lah.
Suasana dini hari itu terlihat begitu syahdu. Ya Auris masih bergelung di dalam pelukan suaminya, sedangkan Alex perlahan mendapatkan kesadarannya karena deringan alarm yang menggema di dalam ruangannya.
Biasa keduanya sengaja membuat alarm karena tidak ingin ketinggalan untuk caper pada sang pemilik alam semesta. Bukankah ketika memiliki permintaan yang sulit kita harus kerjakan hal yang tidak biasa? Karena itulah Auris dan Alex mengerjakan hal yang tidak biasa yaitu menegerjakan sholat malam, memperbanyak zikir karena kita sekarang di perantauan suatu waktu kita akan di panggil pulang. Lantas apa yang akan di bawa jika kita tidak punya bekal tabungan?
Sekian terima Seokjin💜💜💜💜
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...