
~ sayang sih, tapi gue siapanya woi ~
_beno_
Dara kini berjalan dilorong sekolah. Tadi dia ijin pergi ke toilet, padahal pikirannya tak tenang memikirkan perkataan sisi tadi pagi.
"Apa aku buka pintu hati ku aja ya, buat kak erick. Kasian juga dia"
"Tapi aku memang gk cinta sama kak erick"
"Jadi gimana dong?"
"Tuhan tolong hambamu ini agar mencari solusi yg tepat"
Dara berjalan dilorong sekolah dengan tatapan yg kosong, perkataan sisi terus² mengiang² dikepala dara.
Tak sengaja dara malah menabrak seseorang yg membuat mereka terjatuh kelantai.
"Woi lu buta ya! Jalan tu liat²" marah orang itu dan bangkit, bagitu juga dengan dara. Membersihkan roknya yg sedikit kotor.
"Maaf kak, aku gk sengaja"
Dara melihat orang itu ternyata adalah tari orang yg tidak suka dengan dara.
"Ohh, pantes ternyata orangnya memang buta!" Sindir tari sambil menatap dara dengan remeh.
"Maksud kakak apa?!"
"Lo kan memang buta!"
"Aku masih bisa ngeliat! Kenapa kakak bilang aku buta, aku juga tadikan udah minta maaf"
"Sekali buta ya tetap aja buta!"
Dara menatap tari dengan tajam.
"Apa mau marah?! Silahkan. Kayanya mata lo itu bermasalah, gk bisa ngeliat orang ganteng sama yg jelek! Kak erick aja ditolak! Sebenarnya lo itu cuma caper sama kak erick, biar dia terus ngejar lo bukan?!"
"Kakak gk usah asal nuduh deh!"
"Kenyataankan! Lo itu pake pelet apa sih sampe banyak yg suka sama lo?!"
"Dukun mana yg lo datangin? Hah"
Dara mengepal tangannya erat². Tari melihat dara yg mengepalkan tangan nya, tersenyum sinis.
Tari ini adalah mantan erick, tapi tari terus mengejar erick. Dia ingin kembali berpacaran dengan erick, sampai suatu hari dara datang kesokolah ini dan menghancurkan harapan tari.
"Gue peringatan lo sekali lagi! Jangan pernah dekat² dengan erick! Karna erick gk pentas dapet cewek sehina lo"
Hilang sudah kesabaran dara, dia tak terima tari menghinanya terus menerus.
Dara mau melayangkan tangannya kepipi tari, tapi tari lebih cepat menahan tangan dara lebih dulu.
Tari lalu menghempaskan tangan dara, membuat dara kembali terjatuh kelantai. Tari berjongkok didepan dara.
"Jangan pernah dekat² dengan kak erick, kalo lo gk mau kena imbasnya! Cam kan itu di otak lo yg kecil" tari menunjuk² kening dara.
Lalu bangkit meninggalkan dara, yg sudah berkaca², air matanya tak bisa dibendung lagi, dara menumpahkan semua air yg ada dimatanya itu.
Dara disini kerap menjadi bahan bullyan karna dekat dengan erick. Dan ini juga yg membuat dara terus² menolak erick.
Dara bangkit dan berjalan menuju toilet. Tempat itu adalah tempat dimana dara menghabiskan waktu nya, jika habis di bully seperti tadi.
Dia tak pernah mau menceritakan kepada sisi tentang hal ini. Karna dara tau sisi pasti akan marah besar, dan bisa² dia menghancurkan sekolahan ini.
***
Dara berjalan diam² menuju tempat eskul melukis, padahal dara berharap agar pembimbing nya datang, ehh, malah alasan lagi sibuk.
Dara masuk kedalam ruang seni. Untungnya pintu itu tidak pernah dikunci, jadi dara bebas masuk situ kapan pun dara mau.
Dara kesini hanya untuk melampiaskan emosi nya. Dara selalu meninggalkan lukisannya disana, kadang para guru heran siapa orang yg sudah melukis sebagus ini?
Setiap lukisan dara banyak yg terpajang disekolah ini, walau mereka tidak tau siapa yg sudah melukis itu. Tapi dara tidak peduli, dia hanya mau banyak orang mengagumi keindahan lukisan milik dia sendiri.
Dara mengambil palet, kuas dan cat untuk melukis. Dia mulai menggambar apa yg ada dipikiran dan hatinya.
Tak sengaja erick lewat sana, mendapati pintu ruang seni terbuka. Rasa penasaran menghantui pikiran erick, dia mencoba memeriksa apakah ada seseorang didalam sana.
Mengintip sedikit diujung pintu, perasaannya lega ternyata ada seseorang yang sedang melukis didalam sana.
__ADS_1
Tapi siapa?
Erick lalu berjalan masuk kedalam sana, ternyata itu adalah dara.
Erick baru tau ternyata dara suka melukis.
"Dara"
Dara menoleh mendapati erick sudah berdiri di samping, sejak kapan?
"Kakak kok bisa ada disini?"
"Tadi kebetulan lewat, ngeliat pintu kebuka ya udah gue periksa aja" erick memandang lukisan dara yg begitu indah.
Pada rumput yg terbentang luas, serta hewan² yg sedang berlarian, sepertinya dan langit biru yg cerah. Sudah menunjukkan aura kedamaian.
"Bagus banget. Jadi yg lo bilang mau ngejar mimpi itu, melukis?"
"Iya"
Erick terdiam sejenak
"Tunggu jadi lukisan yg sering tiba² ada disini itu buatan lo?"
Dara tersenyum dan kembali melanjutkan lukisannya.
"Kok gue gk tau klo lo suka ngelukis"
"Kakak gk pernah tanya" jawab dara kembali melukis seperti yg ada dipikirannya.
"Sejak kapan lo suka ngelukis?"
"Udah sejak kecil, aku pernah ngeliat orang yg sedang ngelukis dipinggir jalan, aku habis itu ngeliat lukisan mereka itu bagus. Jadi dari situ aku tertarik dengan yg namanya melukis" ucap dara diakhiri senyuman manis.
"Kenapa lo bisa ada disini?"
"Cuma mau menggambar apa yg ada dipikiran aku"
"Jadiii.....lo emang mikirin apa?"
"Ketenangan dan kedamaian"
Tuh benar yg erick pikirkan, lukisan dara menunjukkan aura kedamaian.
Dara menghentikan aktivitas nya, menolehkan kepalanya kearah erick. Lalu kembali kedepan, menatap lukisannya.
"Gk papa, cuma mau ngehibur hati aja" bohong dara
"Em..., kakak kenapa sih gk pernah mau nyerah aja?! Kasian kakak, nanti hati kakak bakal sakit gara² aku" dara menundukkan kepalanya.
"Gk ada kata nyerah dalam kamus ku. Dar gue bakal nunjukin seberapa sayang dan cinta gue sama lo!"
"Tapi nanti malah kakak sendiri yg sakit"
"Gue gk akan sakit hati kok, karna hati gue udah kebal dengan yg namanya sakit hati"
"Emang kakak pernah disakitin sama mantan² kakak?"
"Bukan!"
"Terus?"
"Ada saatnya gue nanti bakal cerita sama lo!"
"Kenapa gk sekarang aja, aku bisa kok jadi pendengar yang baik" dara kembali tersenyum
"Klo gitu lo harus jadi pacar gue dulu, baru nanti gue cerita. Gimana?"
"Tapi kak aku....."
"Mau ngejar mimpi! Klo lo jadi pacar gue, gue gk akan ngelarang lo buat hal yg kaya gini"
"Tapi...."
"Tapi lo bisa pdkt dulu sama gue baru pacaran, gimana?" Erick memberikan saran yg masuk akal.
"Em..., aku gk tau. Kenapa kakak gk pernah benci sama aku?! Aku padahal udah sering nyakitin hati kakak! Disana banyak cewek yg suka sama kakak, tapi kenapa kakak malah suka sama aku?"
"Dar dar, lo inget gk saat kita pertama ketemu?"
Dara terdiam mengingat kembali kejadian dimana dia pertama bertemu dengan erick.
__ADS_1
Flash back on---
Dara selesai melakukan eskul bersama teman²nya. Kini dia berjalan untuk pulang, dara melewati lapangan basket. Tak sengaja melihat ada seseorang yg tengah terduduk sambil memagang kakinya.
"Kayanya kakinya luka deh? Aku datangin aja, untung bawa perban sama betadin" ucap dara berjalan menuju seseorang yang tengah terduduk di lantai.
"Hai kak, kakinya kenapa?" Tanya dara berjongkok didepan cowok itu, erick.
"Ngapain?"
"Kok malah nanya balik?! Ah sudahlah, ini aku bawa perban sama betadin buat kakak" dara menyerahkan betadin dan perban itu ke erick.
"Makasih" dara tersenyum manis. Tiba² jantung erick berdebar kencang melihat senyuman dara.
"Kakak mau aku pasangin atau masang sendiri?"
"Masang sendiri aja"
"Ok, tapi kenapa kakak disini sendirian?"
"Tadi habis eskul basket, mau main sendiri malah kaki gue kena batu"
"Ohh, sakit?"
"Aneh, ya sakitlah"
Dara terkekeh, lalu menjulur kan tangannya ke arah erick.
"Nama aku dara, klo kakak?"
"Erick" erick membalas jabatan tangan dara.
"Ohh, aku pergi dulu ya kak" dara pamit meninggalkan erick yg tengah tersenyum disana.
"Cantik, manis, baik lagi" ucap erick
Dan semenjak itu erick mulai menyukai dara, dia mulai mencari dimana kelas dara, dimana rumahnya dan lain².
Flash back off---
"Ingat kak, emang kenapa?" Tanya dara
"Gk jadi deh"
"Ohh"
Dara melanjutkan aktivitas melukis nya.
Erick terus memandang dara yg melukis, sesekali melihat lukisan yg dara gambar. Bukan cuma orangnya aja yg cantik lukisannya aja cantik.
"Dar lo mau ngajarin gue ngelukis gk?" Tanya erick tanpa sadar.
Dara menoleh kearah erick, lalu menatap mata coklat milik erick.
"Kakak serius? Mau belajar melukis"
"Iya, ngapain juga gue bohong?!"
"Tapi Aku bukan pelukis profesional"
"Mau profesional atau apa, gue gk peduli. Gue mau belajar melukis sana lo aja"
"Ya udah klo kakak emang mau, nanti klo bisa aku ajarin"
Erick tersenyum mendengar perkataan dara. Jadi ada kesempatan dia pdkt dengan dara.
"Kakak mau aku ajarin sekarang?"
"Jangan sekarang besok aja. Nanti gue cari tempat buat ngelukisnya biar bebas gitu dan gue yg siapin alat dan bahan buat ngelukis, jadi lo gk usah susah² bawa"
"Tapi kakak yakin..."
"Tatap mata gue ada kata bohong gk disana"
Dara memilih menundukkan kepalanya saja, lalu menggeleng gelengkan kepalanya.
"Ya udah besok iku gue ya, gue janji gk bakal apa apain lo"
Dari nada bicara erick sepertinya dia jujur, dia tidak memiliki niat jahat apapun.
"I..iya deh kak"
__ADS_1
Erick tersenyum lebar
Tbc