
~ kata orang rasa benci itu kadang bisa menjadi cinta ~
_andre_
"Apa?! Gk salah lo, ini jaman apa dar?! Masih aja pake jodoh jodohan" pekik sisi
"Iya, gue tau! Tapi klo gk diturutin mama gue nanti bisa tambah sakit"
"Terus lo mau jodohin sama orang itu?"
"Ya enggak lah, gue milih yg kedua"
Lagian untuk apa dara memilih robby, perasaan nya saja tidak nyaman. Bagaimana bisa dara mau!
Robby itu bisa dibilang ramah dan ganteng, tapi sifat ramahnya itu membuat dara tidak nyaman. Tidak bisakah dia bersifat cuek sedikit saja.
"Bagus klo gitu! Misalnya klo lo pilih buat dijodohin kan bisa² lo diapa apain lagi. Secara lo itu belum kenal sama dia" tegur sisi
Membuat dara takut, omongan sisi ini ada benarnya juga. Bagaimana kalau nanti dara diapa apain oleh robby, dara tak mau itu terjadi.
"Siapa yg dijodohin?" Tanya erick yg datang tiba². Mengambil salah satu kursi dan memutarnya mengahadap dara.
Andre dan beno memilih duduk atas meja, sambil menatap erick iba. Padahal erick ini sudah berkali² ditolak oleh dara, masih saja tidak menyerah.
Dara dan sisi bingung mau jawab apa. Erick kembali bertanya kepada mereka tapi hasilnya sama mereka berdua memilih untuk diam
"Aneh lo berdua! Gue rela² datang kesini malah dicuekin"
"Kakak kok bisa datang kesini?" Tanya dara
"Ya bisalah, ini kawasan bebas. Tadi gue gk sengaja lewat, ya udah mampir buat datangin elo" saut erick
Andre dan beno saling tatap, bukannya erick memang sengaja buat datang kesini, tapi kenapa dia malah bilang tidak sengaja lewat.
Erick ini kayanya usah terlalu cinta dengan dara sampai lupa dunia. Astaga, erick mending nyerah aja.
Andre dan beno berharap erick itu sadar, udah tau dara gk suka masih aja diperjuangin.
Andre mengalihkan pandangan matanya kearah lain, tak sengaja matanya dan mata sisi saling bertemu, andre dan sisi menatap cukup lama. Dan Akhirnya mereka berdua saling melempar pandangan kearah lain.
Beno yg melihat itu langsung menepuk pundak andre.
"Awas lo nyesel baru tau rasa" tegur beno
"Apaan sih?! Gk jelas banget!"
"Gue cuma negur aja! Ingat kata pepatah penyesalan itu selalu datang dibelakang, bukan didepan. Tukang bakso namanya klo ada didepan, mana ada tukang bakso dibelakang" beno tertawa
Semua menatap beno dengan aneh. Ada ya mahluk seaneh beno?!
Sudahlah, dia tidak penting, disini dia bukan pemeran utamanya. Jadi tidak usah dihiraukan orang aneh itu.
"Siapa yg dijodohin?" Tanya erick dengan senyum yg terukir di wajah nya.
"Em...." dara tidak tau harus menjawab apa.
"Si dara mau dijodohin sama nyokapnya! Orang yg dijodohin sama dara itu ganteng lagi, kalah lo rick sama calon dara" sisi mengompor ngompori erick, lalu sisi tertawa pelan. Dia ingin liat ekspresi erick seperti apa.
Dara langsung menatap sisi dengan tajam, rasanya ingin membunuh sisi sekarang juga. Tu mulut sisi gk bisa dijaga apa? Ember banget.
Erick marah bukan main, dia bangkit dari kursinya, membuat kursi itu terjatuh dan menghasilkan bunyi yg menarik perhatian para murid yg ada di sana.
Semua menatap erick dan dara.
"Siapa?! Biar gue bunuh aja!" Marah erick
__ADS_1
Dara membulatkan matanya dengan sempurna, bagitu juga dengan andre, sisi dan beno.
"Apa?! Membunuh yg benar saja" batin dara
lebih baik dara tidak memberi tahu siapa nama orang itu adalah robby. Dari pada robby dibunuh beneran sama erick.
Erick memang kadang² suka bercanda dengan ucapannya, tapi kayanya tidak untuk kali ini.
"Siapa dar kasih tau gue?"
"Bukan kak sisi itu bohong! Aku gk ada dijodohin sama sekali, yg dijodohin itu tetangga sebelah aku" bohong dara
Erick yg tadinya marah kini mulai mereda setelah mendengar perkataan dara, dia tidak mau kalau dara menjadi milik orang lain. Terdengar cukup posesif bukan, tapi apa hak erick marah pada dara? Dia bahkan bukan² dara.
"Yg bener lo dar?" Tanya erick
"Iya kak, siapa juga yg mau dijodohin?"
Kini mata erick menuju kearah sisi yg cengengesan sambil mengaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Mulut lo itu lama² gue sumpel pake kaos kaki beno, mau hah?" Marah.erick
"Kaos kaki beno, ogah! Mending gue disumpel pake cabe carolina aja dari pada tu kaos kaki" sisi bergidik, membayangkan bau daei kaos kaki beno. Pasti dia gk pernah nyuci kaos kakinya.
"Mending kaos kaki aku aja beb dari pada cabe, nanti kepedesan.habis itu bibir lo teballl kaya bibirnya manu rios lagi" canda beno
"Yg ada gue mati mendadak kena kaos kaki lo!"
Erick malas meladeni dua mahluk hidup yg sedang terkena cek cok mulut itu, kini dia mau menatap wajah cantik milik dara.
"Lo mau gk jadi pacar gue?" Tanya erick, sambil senyum sumringah
Membuat seisi kelas yg tadinya mengurus urusan mereka sendiri, kini malah menatap erick.
Erick gk pernah jera² ya, udah ditolak puluhan kali masih aja gk pernah nyerah. Semua orang yg ada disekolah
Padahal banyak cewek² yg mengantri buat jadi pacar erick, tinggal erick pilih saja. Tapi kenapa dia malah terus memperjuangkan yg tidak pasti?!
"Aku gk bisa kak" jawab dara
"Dar kenapa sih lo nolak gue terus, gue kurang ganteng? Kurang kaya? Kurang baik? Kurang perhatian sama lo? Gue udah ngalakuin semua demi lo dar, tapi kenapa lo selalu nolak gue?" Lirih erick
"Berasa nonton drama korea" ucap beno. Andre yg kesal malah memukul kepala beno.
"Apaan sih **** ini lagi serius lo malah bercanda!" Marah andre
"Yg bercanda siapa ***! Ini beneran kaya drama judulnya cintaku yg tak terbalaskan" ucap beni yg mendramatisir.
"Terserah lo aja, gue masih waras" andre kini terdiam malas meladeni beno, dia menatap dara dan erick sambil melihat tangannya didepan dada.
"Bukan itu, aku cuma gk mau pacaran aja" jawab dara jujur, dara memang tidak mau pacaran apalagi disuruh menikah, dia masih mau melanjutkan mimpinya menjadi pelukis ternama.
"Karna apa? Lo tau sebanyak apa perjuangan gue ke elo, kan?"
Dara mengangguk
"Tapi aku masih mau lanjutin mimpi aku dulu kak"
Kini giliran erick yg terbelalak, ternyata selama ini dara nolak dia karna mau mengejar mimpinya. Erick tersenyum, senyuman erick membuat satu kelas lompat², sungguh erick itu sangat ganteng dan juga senyum nya itu sangat manis.
Oh my god mereka seperti terkena diabetes mendadak.
"Oh ya udah gk papa" erick berucap santai
"Klo gitu kejar mimpi lo sampe dapet, jangan pernah lo berhenti bermimpi apalagi berhenti mimpiin gue! Jangan pernah, klo lo berhenti mimpiin gue, gue akan terus buat lo bermimpi tentang gue"
__ADS_1
"Bye mimpi indahku"
Erick mengajak andre dan beno pergi meninggalkan kelas dara.
Semua yg mendengar gombalan erick untuk dara senyum senyum sendiri membayangkan kalau dara itu adalah diri mereka sendiri.
"Daraaaaa!" Teriak sisi
"Apaan sih?!" Dara menutup telinga nya, karna sisi teriak pas disamping telinganya.
"Parah lo dar, kasian kak erick. Masa lo nolak dia lagi?!"
"Ya mau gimana lagi, kalo gk cinta buat apa dipaksain dari pada nanti gue yg sakit"
"Bukan lo yg sakit, tapi kak erick! Udah puluhan kali dia nembak masih aja lo tolak"
"Gk sampe puluhan juga kali"
"Puluhan gila!!! Gue selalu ngitung"
"Emang berapa?"
"47 kali dar, lo gk kasian apa? Dia pasti sakit hati dar, lo kejam banget sih! Gue klo jadi lo lebih milih kak erick dari pada dijodohin sama orang yg belum tentu baik, liat kak erick dar! Dia selalu ngasih lo apa², sedangkan lo cuma nganggep dia sebagai sandaran di kanvas lukisan lo!" Sisi berceramah
Dara terdiam ternyata erick sudah menembak dara sebanyak itu. Tapi dara sendiri tidak tau sydah berapa banyak erick menembak dia.
"Dara! Banyak tau gk yg mau jadi pacar kak erick termasuk gue, lo itu beruntung bisa mendapatkan hati kak erick. Apasih yg kurang dari kak erick, dia itu baik, ganteng dan cuma perhatian sama lo aja. Masa hati lo gk bisa terbuka buat kak erick. Sadar ra sadar, lo itu cinta sama kak erick, tapi lo itu terlalu obsesi dengan hobi melukis lo, sampe² lo gk tau lo itu cinta sama kak erick!" Sisi memegang kepalanya, dia sangat heran dengan dara.
Dara terdiam mencerna kata² sisi, tapi dara sepertinya memang tidak memiliki rasa apapun pada erick.
"Tapi gue memang gk pernah naro hati sama kal erick, gue nganggep dia itu sebagai teman gue"
"Oh my god dara liat sekeliling lo, banyak tau gk cewek² yg suka sama kak erick, klo mereka yg ditembak pasti mereka langsung terima, gk kaya lo yg asal nolak aja" sisi menunjuk para murid perempuan, mereka mengangguk setuju dengan perkataan sisi.
"Dara" sisi memijit kepalanya yg terasa sedikit pusing.
"Jangan pernah lewatin kesempatan lo kali ini, kesempatan itu cuma datang sekali ra, jadi klo lo nolak kak erick terus ingat jangan pernah nanti lo menyesal"
"Kak erick itu cocok buat lo dara, dia itu baik"
"Sesekali lo harus buka pintu hati lo buat seseorang! Lo itu bukan lesbi kan?" Tanta sisi memastikan, soalnya dia heran dengan dara yg selalu menolak cowok begitu saja.
"Enak aja gue masih waras" dara membela diri.
"Tapi lo kenapa nolak puluhan orang dara"
"Puluhan gk mungkin?!"
"Lo gk percaya?!" Sisi membuka tasnya, lalu mengambil sebuah buku catatan.
" gue bacain satu² dino, vinsen, albert, iqbal, kak erick, endre, beno, ilham dan lain², jadi jumlah semuanya 64 orang"
Dara tak percaya ternyata segitu banyak orang yg sudah dia tolak. Apalagi kak erick yg terus² mengejar dara, sungguh erick itu sangat memprihatinkan.
"Coba lo liat tadi kal erick gombalin lo kaya apa, dia ngasih semangat buat lo. Berarti dia mau lo ngejar mimpi lo sampai dapet. Dara sesekali menolehlah kebelakang, liat orang yg sudah perjuangin elo. Jangan kedepan terus, tanpa menoleh kebelakang lo gk akan bisa sukses dimasa depan" sisi sekali lagi berceramah panjang lebar.
" dara looked me, Dara tatap mata gue, jujur lo itu suka gk sama kak erick?"
"Aku....aku...aku gk tau" dara menundukkan kepalanya merasa malu.
"Oh my god! Dara! Gue ngomong panjang lebar dari tadi, lo cuma jawab itu, astaga! dara" sisi bangkit dari duduknya
Dan berputar² tak jelas sambil memegang kepalanya, dia mencoba sabar. Dara cuma menjawab tidak tau padahal sisi dari tadi ngomong panjang lebar.
"Oh my god! Om my god! Tuhan apa salah hamba mu ini?! Sampai bisa punya teman yg gk pernah peka sama sekali" sisi mencerocos tak jelas padahal banyak sekali pasang mata yg menatap sisi. Dia tak peduli pikirannya stress karna dara.
__ADS_1
Dara menundukkan kepalanya, mencoba berpikir.
Tbc