Sweet Dreams

Sweet Dreams
William


__ADS_3

"Assalamu'alaikum Ibu, udah siap-siapkan buat berangkat ke bandara? Ibu jadikan di antar sama Bukde dan Pakde?" tanya Auris pada Ibundanya.


"Iya sayang, Ibu di antar sama Bukde dan Pakde. Kamu tenang aja, jangan terlalu banyak khawatir nanti Ibu hubungi lagi ketika Ibu akan naik pesawat dan juga ketika sudah pendaratan pesawatnya," kata Ibu menenangkan Auris yang gusar.


"Baiklah Ibu, Auris tutup dulu ya," kata Auris lalu setelahnya mengucap salam pada sang Ibu.


Saat ini Auris tengah duduk di taman kampus tempatnya menimba ilmu selama di UK. Auris membuka laptop dan juga lembaran-lembaran naskahnya. Ya Auris mengerjakan hal yang berbau uang di setiap doa ada kesempatan.


Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan Auris dan seketika meletakkan Auris teh susu dingin. Ketika Auris melihat ke depannya, si pria tersenyum dan menganggukkan kepala ketika Auris menunjukkan jarinya pada dirinya sendiri.


"Iya untuk kamu," kata William teman seangkatan Auris.


"Oh, thank you," kata Auris tersenyum yang di angguki oleh William.


"Bagaimana rasanya menjadi Mahasiswi internasional? By the way where you come from?" tanya William pada Auris.


"I'm from Indonesia. How about you?" tanya Auris kembali.


"I'm from France. I'm William, you can call me William or Willy. What is your name?" tanya William.


"Auris, you can call me Auris!" kata Auris seraya tersenyum.


"Aku harap kita bisa berteman baik," kata William yang di iyakan oleh Auris.

__ADS_1


"Apa kamu sedang menunggu teman?" tanya Auris kembali.


"Tidak, aku hanya ingin menikmati suasana taman dan membaca beberapa materi kuliah tadi. Jika langsung pulang ke asrama, rasanya waktu terlalu cepat jadi lebih baik aku di sini saja sementara menikmati hangat cuaca musim semi," kata William.


Keduanya kembali hening Auris dengan laptop dan kertas-kertasnya sedangkan William membaca buku di tangannya. Hingga keduanya tenggelam dalam dunia masing-masing walaupun duduk berhadapan.


Dari kejauhan Rose melihat Auris tengah mengerjakan naskahnya. Tapi ada yang berbeda di sana Auris tidak sendiri, dia bersama seorang Pria. Tapi kenapa perawakan pria itu tampak tidak asing, oh Tuhan dia William teman sekelas mereka. Si Tuan playboy yang sudah memacari 4 Mahasiswi di kelas mereka selama sebulan kemarin.


"Oh Tuhan, kenapa Tuan playboy cap obat nyamuk ada di sini?" tanya Rose sarkas ketika sudah berdiri di samping Auris.


"Tolonglah Rose, aku sama sekali tidak menganggumu. Aku hanya ingin belajar dan menghirup aroma segarnya musim semi. Apakah itu salah?" tanya Willy yang membela diri.


"Ya itu salah, sangat salah karena kau duduk di dekat sahabat baikku! Auris kenapa kau ijinkan dia duduk di sini?" tanya Rose berapi-api.


"Coba lihat kesekelilingmu! Apakah ada tempat duduk yang kosong? Kebetulan di tempatku duduk ada ruang dan kabar baiknya kita satu angkatan dan satu kelas," kata Auris.


"Auris dia itu hanya ingin mencari alasan..." protes Rose langsung di hentikan oleh Auris dengan meletakkan jari telunjuknya di bibirnya se diri sebagai kode jika Rose harus diam.


"Protesnya nanti aja ya Sohib ku, sekarang aku lagi di kejar deadline, jadi ngak bisa banyak ngobrol. Kesempatan bagusnya ada Willy jadi kau bisa berbicara dengannya," kata Auris.


"Berbicara sama dia? Ih ngak banget. Mending aku tidur dari pada ngomong sama kadal buntung kayak dia," kata Rose yang langsung menusuk minuman dingin milik Auris yang di berikan oleh Willy tadi. Hal itu berhasil membuat Willy melongo, itu adalah minuman yang dia belikan untuk Auris tapi kenapa di minum sama Rose.


"Itukan minuman Auris, kenapa kamu yang minum?" tanya Willy heran pada Rose.

__ADS_1


"Suka-suka aku dong, kenapa kamu yang sewot. Auris aja ngak marah aku minum minuman punya dia, kenapa kamu yang bukan siapa-siapanya malah sewot sendiri?" sarkas Rose.


"Ya, ya yang waras harusnya ngalah. Kasian udah kena gangguan jiwa malah harus di ajak debat," kata Willy yang berhasil mendapat timpukan di kepalanya yang membuat pria itu meringis.


"Enak banget kamu bilang aku gangguan jiwa! Kamu tuh yang gila! Masa baru kuliah sebulan udah buat tiga wanita di kelas bertengkar gara-gara kamu pacarin dalam jangka waktu 1 bulan dan waktu bersamaan. Heran aku, kok bisa ada manusia kaya kamu?" kata Rose keki pada Willy.


"Itu resiko orang ganteng, jadi kemana-mana jadi rebutan! Emang Kamu? Wajah cantik tapi ngak ada yang mau, huuuuu!" kata Willy yang kembali mendapat hadiah jitakan dari Rose.


"Sakit bego!" kata Willy kesal.


"Guys, kalau masih mau di sini aku izin cabut duluan ya. Mau ke apartment, kepala aku nyut-nyutan rasanya," kata Auris.


"Kamu aman Beb? Apa kita kerumah sakit aja?" tanya Rose.


"Iya kebetulan aku bawa mobil, kamu kuat berdiri ngak? Biar aku antar kamu ke RS!" kata Willy yang mulai pasang badan ingin menggendong tubuh ramping Auris.


"Eh eh eh, ngak boleh kita bukan muhrim! Dosa tau, kepercayaan Auris dan kamu itu berbeda jadi jangan memaksakan diri!" kata Rose sarkas.


"Guys, aku ngak papa. Aku cuman pusing karena sudah hampir satu minggu ini bergadang menyelesaikan target menulis dan juga tugas kampus, jadi aku pengen take time buat istirahat. Kebetulan baiknya hari ini Ibu aku juga akan tiba dari Indonesia," kata Auris yang berhasil membuat kedua kucing dan anjing itu diam dan menghentikan debat kusirnya.


Auris berlalu, untuk pulang ke kediamannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2