Sweet Dreams

Sweet Dreams
canggung


__ADS_3

~ cinta itu butuh proses, jadi bersabarlah ~


_ERICK_


Erick berjalan menuju mobil miliknya. Lalu menjalankan mobilnya itu.


Tak sengaja sepasang mata milik erick, melihat sosok pujaan hatinya yg sedang berdiri di depan halte bus yg ada didepan sekolah.


Menjalankan mobil menuju dara, erick membuka perlahan kaca mobil nya dan menyapa dara.


"Hai, mau bareng gk?" Tanya erick


Dara tersenyum manis


" astaga! Dar lo pake apasih? Sampe senyum lo indah banget" batin erick


"Gk usah kak, aku udah pesen taksi kok"


"Bareng aja, kasian entar lagi hujan. Dari pada lo nunggu kelamaan, terus hujan, mending sama gue aja"


"Gk usah kak makasih" dara sekali lagi menolak permintaan erick


Tak lama taksi yg dara pesan pun datang. Dara pamit dan segera menaiki taksi itu. Taksi itu perlahan menghilang dari pandangan erick.


Erick tersenyum


"Dar dar, semakin susah gue dapetin lo, semakin bertambah juga rasa cinta gue sama lo"


Erick juga menjalankan mobilnya dan pulang menuju rumahnya


***


Dara turun dar taksi dan membayar ongkos naik nya. Setelah itu dara berjalan menuju rumahnya. Melihat ada sebuah mobil terparkir disana membuat dara bertanya², siapa pemilik mobil itu?


Dara memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya.


"Assalamualaikum, Ma" dara membuka pintu rumahnya


"Walaikum salam" ibu dara membalas salam dari dara.


Saat dara masuk tak sengaja matanya melihat sosok cowok yg sedang duduk disamping ibunya.


Dara mengerutkan kening nya, dia tak tau siapa cowok yg ada disamping ibunya itu.


"Dara sini²" panggil diana. Dara menurut mendudukan badannya disofa.


"Dara kenalin ini robby anak temen mama, ganteng kan?" Tanya diana


Dara hanya tersenyum cangung saja, dia merasa tidak nyaman berada didekat robby.


"Oh iya, robby" robby menjulurkan tangannya, dara lalu membalas jabatan tangan robby.


"Dara"


"Mama ambilin minuman dulu ya" saat diana mau pergi dilebih dulu dicegah oleh dara.


"Biar dara aja ma" dara menawarkan dirinya, karna berada di dekat robby benar² membuat dirinya tak nyaman.


Apalagi tatapan robby yg seperti itu, malah membuat dara berusaha untuk cepat² pergi meninggalkan tempat ini.

__ADS_1


"Gk usah mana aja, kamu disini temenin robby ngobrol atau apakah" diana bangkit dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan minuman.


Dara meremas kedua tangannya, dia benar² tak nyaman, berada disatu ruangan dengan robby.


"Kamu sekolah dimana?" Robby berusaha basa basi.


"SMA renandra kak" dara menjawab dengan suara pelan, tapi masih bisa didengar.


Robby melihat dara sepertinya merasa canggung didekat dirinya.


"Tenang aja dar, gk usah takut! Aku gk makan orang kok" robby mencoba mencairkan suasana yang membuat dara tidak nyaman.


Dara tertawa pelan, tapi itu hanya pura², dara berusaha menutupi rasa canggung itu. Tak lama diana datang sambil membawa nampan yg berisi minuman.


Meletakkan nya dimeja.


"Ini dimakan, ehh maksudnya dimakan, ehh diminum salah ngomong tantenya" diana terkekeh pelan, diikuti oleh dara dan robby.


"Ma dara masuk dulu, mau ganti baju"


Dara berjalan menuju kamarnya. Dikamar dara merasa lega bisa menjauh dari robby, tapi perasaannya masih tidak enak, kenapa juga robby harus kesini? Pasti perasaan ini tidak akan ada.


"Mama juga lagian, ngapain ngundang kak robby kesini? Atau jangan² mama mau jodohin aku sama kak robby, ihh gk mau! Aku masih mau gapai cita² dan mimpi aku" dara bertekad


Setelah beberapa selang waktu kemudian, robby akhirnya pulang juga. Tapi untuk itu dara memastikan nya lebih dulu, membuka pintu dan mengintip sedikit.


Setelah yakin robby tidak ada dara keluar dari kamarnya, dan tiba² ibu dara sayang dan mengagetkan dara.


"Baaaa, ngapain?" Diana datang secara tiba². Dara yg kaget replek menjedotkan  kepalanya kepintu.


Dara meringis dan mengelus² kepalanya yg terjedot kepintu tadi. Diana tertawa, lalu meminta maaf kepada dara dan mengelus² kepala dara.


" mama ngapain sih, pake acara ngundang kak robby?"


"Atau mama mau jodohin aku sama kak robby kan?" Tebak dara, diana tersentak. Bagaimana dara bisa tau, kalau diana mau menjodohkan dia dengan robby?


Diamnya diana membuat dara membenarkan kata²nya, dara tau pasti itu benar makanya diana terdiam.


"Ma dara gk mau dijodohin! Dara masih mau ngejar mimpi dara buat jadi pelukis, dara Bukan anak kecil lagi, sampai mama mau jodohin aku sama kak robby"


"Kamu masih bisa jadi pelukis, saat kamu nikah dengan robby. Lagi pula robby itu anaknya baik kok"


"Tapi dara gk suka sama kak robby"


Diana mengehela nafas panjang, melihat sikap anaknya ini. Yg tidak suka dengan urusan percintaan.


"Apa kamu punya pacar?" Tanya diana. Dara tentu menggeleng gelengkan kepalanya, mana mungkin dara mempunyai pacar.


Dia aja sibuk terus dengan urusan melukisnya.


"Kamu gk punya pacar, robby juga gk punya pacar. Mending kalian nanti nikah aja, ya" mohon diana


"Gk mau ma. Dara maunya jadi pelukis, dara gk mau nikah diusia muda. Dara mau jadi orang sukses dulu, baru mikir tentang yg kaya gitu"


"Tapi dara..."


"Mama tau gk, dara itu gk nyaman dekat sama kak robby. Masa mama mau maksain dara buat nikah dengan kak robby?"


Diana terdiam sebentar, otaknya sedang berpikir keras. Bagaimana caranya agar dara mau dijodohkan dengan robby?

__ADS_1


Diana menjentikkan jarinya, pertanda dia mendapat kan ide.


"Klo gitu mama punya satu syarat?"


Dara mengerutkan kening nya bingung, perasaannya kembali tidak enak. Pasti mamanya menyuruh dara yg aneh².


"Kamu harus dapet pacar, mama kasih mau waktu 3 bulan, klo kamu masih belum punya pacar! Mama akan jodohin kamu dengan robby"


Tuh kan benar, mamanya pasti menyuruh dara yg aneh².


"Ma dara itu masih mau fokus sama impian dara. Dara gk punya waktu untuk pacaran atau percintaan yg kaya gitu, dara mau nikah saat dara udaj sukses nanti"


Sukses? Berarti masih lama dong, tangan diana ini kebelet pengen megang cucu.


"Plisss, dara kamu mau dijodohin dengan robby atau syarat kedua?"


"Dara gk pilih dua²nya, dara cuma cinta sama impian dara. gk lebih!"


Kini diana harus menggunakan senjata andalannya! Disaat genting seperti ini, diana harus mengeluarkan jurusnya yg bisa membuat dara takluk.


"Maaf ya dara" batin diana


Tiba²


Diana terjatuh, menyandarkan diri kedinding dan memegang dadanya. Ini adalah jurus andalan diana.


Genjutshu pura² sakit!


Dara panik dan langsung memeluk ibunya, tak terasa air mata dara mulai mengalir takut terjadi apa² pada ibunya.


"Dar-ra obat...ma-ma ambilin" perintah diana dengan suara nada yg terlihat lemah.


Dara dengan cepat berlari kekamar ibunya dan mengambil obat yg ibunya punya.


Obat itu bukan sembarang obat itu adalah permen yg berbentuk obat. Diana cukup sering berbohong pada dara, diana berbohong pada dara itu demi kebaikan nya sendiri.


Dara itu lebih memilih melukis dibandingkan dengan mencari pacar, sementara diluar sana banyak teman² dara yg sudah memiliki pacar. Padahal banyak yg mau dengan dara, tapi selalu dia tolak.


Dan satu²nya orang yg masih terus mengejar dara sampai sekarang hanyalah, erick.


Dara memberikan obatnya pada diana, diana lalu meminum obatnya itu alias permen berbentuk obat.


"Mama udah mendingan?" Tanya dara memastikan. Diana mengangguk sebagai jawabannya. Dara bernafas lega.


Ini seperti nya waktu yg tepat bagi diana untuk mengambil kesempatan.


Hening beberapa saat


"Dara kamu mau gk dijodohin dengan robby atau pilih yg kedua?" Tanya diana dengan suara yg terdengar lemah.


Dara yg tak tega melihat ibunya seperti ini, terpaksa harus memilih salah satu syarat yg ibunya berikan.


Dara mengambil nafas dalam², lalu menghembuskan nya.


"Dara pilih yg kedua aja, ma"


Ini tak seperti apa yg diana pikirkan, tapi sudahlah, biarkan dara sendiri yg memilih.


"Ya udah, mama cuma kasih kamu waktu 3 bulan ya" ucap diana, dara mengangguk. Diana lalu bangkit dan berjalan sambil bersenandung ria menuju dapur.

__ADS_1


Dara cukup heran, kenapa setiap ibunya sakit tiba² pasti juga akan baikan secara tiba².


Tbc!


__ADS_2