Sweet Dreams

Sweet Dreams
Perilaku Manis


__ADS_3

Pagi itu terlihat suasana sudah sangat sibuk. Auris dan Ibu serta ada lumayan banyak teman-teman Auris yang datang ke apartement milik Auris untuk membantu menyiapkan sang pengantin wanita. Ya meski pernikahan ini hanya akad nikah dan di lakukan di masjid secara sederhana, semyu orang terdekat Auris menentang keras untuk sebuah kata sebiasa mungkin.


Konsep boleh sederhana, waktu yang ada boleh singkat tapi pernikahan tetaplah pernikahan. Yang hanya akan di lakukan sekali seumur hidup, begitulah harapan setiap orang bukan? Jadi meski pernikahan dalam waktu singkat tetap harus spesial dan elegan.


Hari ini Auris di dandani dengan pekaian pengantin yang tetap syar'i tapi terlihat sangat tepat dan cantik ketika Auris yang mengenakannya.


"Massyaallah anak Ibu, sudah cantik menjadi semakin cantik di hari pernikahannya," kata Ibu Auris pada Auris.


"Alhamdullah, aamiin semoga cantik beneran ya Bu. Karena Ibu Auris yang bilang," kata Auris dengan tawa di sela bicaranya.


"Kata Ibu benarloh Auris, kamu itu tidak di dandani saja sudah sangat cantik apalagi berhias begini. Uhhhh pasti Mr Alex bakalan semakin terpesona," kata Rose.


"Terpesona! Aku terpesona," kata Clara menyela di belakang mereka.


"Alhamdullillah, aamiin semoga beneran cantik seperti yang di katakan," kata Auris dengan senyuman menawan.


Suasana hening dan hikmat pada saat prosesi akad nikah Auris dan Mr Alex. Dengan lantang Alex mengucapkan akad nikah yang di lakukan pagi ini. Suasana yang tegang di karenakan prosesi akad nikah itu menjadi lega dan bahagia ketika kata 'Sah' menggema di dalam masjid itu.


Auris tidak kuasa menahan tangis bahagia. Hal yang sama juga terjadi pada orang tua Mr Alex. Mommy dan Daddy dari Alex sebenarnya sudah tahu lama mengenai sang anak yang menyimpan rasa dalam waktu yang lama pada salah seorang Mahasiswinya.


Meski begitu Alex sendiri belum mau menikah waktu itu. Hingga di usia Alex yang sekarang berusia 39 tahun barulah dia memutuskan untuk berumah tangga. Jadi Mr Alex adalah gambaran pria yang tampan, matang dan mapan.

__ADS_1


Waktu cepat berlalu, saat ini Auris dan Alex ada di kediaman Alex. Ibu dan kedua orang tua Alex juga ada di sana.


"Sekarang kamu sudah sah menjadi menantu Mommy. Kamu bukan hanya menantu tapi juga anak perempuan Mommy, jadi Mommy harap kamu juga menerima Mommy dan bersikap sepertibpada Ibumu sendiri Nak," kata Mommy yang duduk di aamping Auris.


"Oh iya mengenai pengurusna berkas pernikahan dan rencana pesta pernikahan apakah kamu sudah mengurusnya Alex?" tanya Mommy pada sang Putra.


"Mommy tenang saja, Alex udah minta bantuan sama Kak Ibra. Kak Ibra yang nantinya membantu mengurus berkas dan lain sebagainya. Mengenai pesta nanti aku dan Auris akan langsung memilih designnya Mom," kata Alex.


"Oh iya satu hal yang paling penting. Mommy rasa Ibunya Auris juga menginginkan hal yang sama. Terlebih menantu dan Anak laki-laki satu-satunya Mommy ini menikah di usia yang sudah sangat matang. Jadi Mommy..." perkataan Mommy langsung di potong oleh Alex.


"Mommy jangan aneh-aneh, Auris dan Alex baru nikah pagi ini. Alex ngak mau istri Alex malah merasa terbebani dengan permintaan Mommy," kata Alex langsung memasang pagar di antara istrinya dan Mommynya.


"Sayang mengapa kau membuat Alex ketakutan," kata Daddy yang membuat Ibu dan Mommy tertawa di saat yang bersamaan karena wajah Alex menjadi cemas.


"Alex sebenarnya tergantung pada Auris, jika Auris siap dan tidak berencana menunda maka Alexpun juga tidak ingin menunda Mom, Dad, Ibu. Bagaimanapun aku sudah tidak muda lagi, usia kami hanya terpaut 10 tahun. Auris 29 sedangkan aku 39 tahun," kata Alex pada seraya menatapi sang istri.


Auris yang di tatap penuh arti oleh sang suami terang saja menjadi malu.


"Baiklah, mungkin sudah waktunya pengantin baru kita ini menikmati waktu bersama jadi ayo kita mangkir dulu. Oh iya Ibu Juli mau saya antarkan ke apartementnya Auris?" tanya Mommy pada Ibu.


"Iya Nyonya Eliza," kata Ibu seraya tersenyum tapi saat Ibu mau pergi Auris menahan sang Ibu tapi perkataan Ibu membuat Auris tenang.

__ADS_1


"Nak, jarak apartement dan juga kediaman suamimu ini tidaklah jauh. Di rumah juga ada Bibi Asri yanh menemani Ibu, toh Bibi Asri bukanlah irang baru. Kita kenal lama dengan beliau dan berasal dari Negara yang sama, do'akan saja Ibu dan kita sekeluarga dalam lindungan Allah dan dalam keadaan baik-baik saja," kata Ibu.


Setelah semuanya keluar dari kediaman Pak Dosen tampan, sekarang tinggallah Auris dan Alex. Suasana di antara keduanya sangat canggung, Auris yang belum pernah berpacaran dan juga sangat menjaga pergaulannya menjadi pusing sendiri bagaimana harus bersikap pada sang suami.


"Mr Alex, kamar saya di mana ya?" tanya Auris kagok.


"Sayang, jangan panggil Mr dan jangan menggunakan Saya lagi dong. Kita sudah menikah, sekarang kamu istriku. Panggillah aku layaknya kau memanggil pada sang suami," kata Mr Alex seraya duduk tepat di samping Auris.


"Tapi aku bingung Mr, aku harus panggil kamu apa? Tapi aku punya impian buat panggil suamiku dengan sebutan Mas, tapi kamu bukan orang jawa dan bahkan bukan orang Indonesia lalu aku harus panggil kamu apa dong?" tanya Auris kian bingung.


Alex mengambil tangan Auris dan mengenggamnya lalu mengelusnya seraya mengatakan apa yang ingin di katakannya.


"Sayang dengar! Aku sedang tidak ingin memberimu ujian apa lagi ulangan. Jadi tenanglah, kamu bukan mahasiswiku tapi istriku. Panggil aku senyaman kamu asal jangan, Mr, Pak dan nama panggilan formal lainnya. Karena aku bukan atasan dan bukan juga Dosenmu. Mungkin di luar aku bisa saja menjadi Dosen atau bahkan atasan untukmu, tapi ketika kita di depan keluarga, kolega, teman-teman kita adalah suami istri. Kamu adalah istriku," kata Alex.


"Mas aku ngak bisa masakloh, masih aman?" kata Auris merusak suasana romantis di antara keduanya.


"Sayang.... Kenapa kamu ngomonginnya di saat lagi manis-manisnya gini sih," kata Alex protes.


Merasa gemas dengan sang istri yang sekarang sudah sah lahir batin untuk Mr Alex, membuat Alex tidak lahi menahan diri.


Alex menggendong Auris ala brydal style sehingga Auris menjerit karena kaget tapi tidak berselang lama di gantikan senyum bahagia melihat perilaku manis suaminya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2